kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 14


__ADS_3

tanpa terasa kami sudah 1 bulan lebih di tempat pkl. dan 1 minggu lagi kami akan kembali ke pesantren. kami benar-benar disibukkan dengan melatih adek-adek untuk penampilan ketika perpisahan nanti. banyak yang harus kami siapkan termasuk kenang-kenangan yang akan di berikan nanti.


"kak fisya, ini ada titipan dari pak nizar'' kata salah satu murid


''makasih ya'' ucap ku. dia mengangguk dan kembali bergabung dengan teman-teman nya.


''cepet selesain urusan kamu sama kak nizar, bilang yang sebenarnya kalau kamu udah nikah, biar dia ngak ganggu kamu lagi" ucap fizah yang berada di sampingku.


"bingung aku jer sama orang satu ini. aku selalu menolak apa yang dia kasih ke aku. padahal aku udah bilang kalau aku udah ada orang lain tapi dia ngak mau ngerti"


"lebih baik langsung bilang kalau udah nikah sebelum dia melakukan hal yang aneh. gus zaky tau tentang ini?" tanyanya. aku menggelengkan kepala


"cepet selesaikan, aku bersama mu jer"


"makasih ya..."

__ADS_1


ya memang sudah beberapa kali dia memberi ku hadiah dan aku selalu menolak apa yang dia berikan dan juga aku menjelaskan kalau aku sudah ada orang lain yang ada di hatiku. tapi dia tetap tidak berhenti memberi ku hadiah. untuk kali ini aku harus tegas padanya. rumah tanggaku masih seumur jagung dan aku tidak mau terjadi apa-apa pada rumah tangga ku. apalagi sekarang suamiku sedang tidak di sini dan kalau dia tahu apa yang akan terjadi nanti.


***


keesokan harinya, aku dan teman-teman ku sedang berada di kantor ketika jam istirahat. kami sedang Berbincang-bincang dengan seorang guru yang akan membantu kami dalam acara perpisahan nanti. kami harus memberikan kesan yang bagus pada acara nanti. setelah semua selesai, kami langsung ke perpustakaan untuk membicarakan lebih lanjut.


"kak nizar boleh bicara sebentar" ucapku saat melihatnya ke perpustakaan


"boleh" ucapnya. aku langsung menarik tangan icha agar dia bisa ikut dengan ku. kami berjalan menuju ke luar perpustakaan.


"maaf kak nizar, saya mau ngembaliin ini" ucapku sambil memberikan barang yang kemaren dia titipkan pada salah satu murid


"maaf kak saya tidak bisa menerimanya. dan tolong jangan mengirim barang-barang kayak gitu lagi. saya takut suami saya salah paham"


"suami?" tanyanya bingung

__ADS_1


"saya sudah menikah tolong kak nizar jangan mengirim barang-barang lagi"


"saya ngak percaya kalau kamu udah nikah, mana buktinya?" ucapnya. aku langsung membuka hp dan menunjukkan foto pernikahanku.


"kamu bohong kan?" ucapnya lagi


"maaf kak nizar, mbak fisya memang sudah menikah 1 bulan yang lalu sama putra kyai kami" ucap icha tiba-tiba


"tolong jangan ganggu saya lagi, saya permisi" ucapku sambil menarik tangan icha berjalan menjauh darinya.


Ada rasa lega yang kurasakan setelah mengungkapkan kebenaran tentang pernikahanku. aku sebenarnya tidak ingin merahasiakan pernikahanku. tapi menurutku itu tidak perlu diumbar ke banyak orang. setelah adzan dzuhur berkumandang, kami pun pulang.


"fisya" panggil seseorang tiba-tiba di depan pintu kamar ku


"kangen" ucapku langsung berlari dan memeluknya. tanpa terasa air mataku jatuh dengan sendirinya.

__ADS_1


"kenapa, ada masalah ?" tanya hilya sambil mengelus pundakku. aku terus menangis di pelukannya. hilya mengajakku duduk di ruang tamu yang memang tidak ada orang disana karena semua sedang istirahat setelah mengajar.


"Ada apa?"


__ADS_2