kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 44


__ADS_3

malam harinya, setelah sholat isya kami berkumpul di rumah ummi. semua putra-putri ummi berkumpul disini untuk menyaksikan acara pelantikan ketua baru di pondok putri.


"sayang sana kalau mau bawa alma ketemu hilya" kata mas zaky


"boleh?" tanyaku. dia mengangguk


"fisya minta tolong panggilin hilya aja kalau gitu sama santri. diatas pasti lagi rame orang. ngak enak kalau bawa alma ke atas sekarang"


"ya udah panggil aja dulu. alma biar sama abi dulu"


aku pun keluar dari ndalem ummi dan meminta tolong santri untuk memanggilkan hilya ke kamarnya. sedangkan aku menunggu di dekat pintu ndalem. tidak lama hilya datang dan aku memberi isyarat untuk menunggu di musholla.


"udah?" tanya mas zaky ketika aku menghampirinya


"nunggu di musholla"


"ya udah ini almanya"


aku menggendong alma dan membawa alma menemui hilya di musholla. ketika aku datang hilya langsung menghampiri ku.


"boleh gendong ngak?" tanyanya. aku mengangguk dan memberikan alma pada hilya.

__ADS_1


"sayangnya onty yaya" kata hilya sambil mencium pipi alma dan berkali-kali mencium tangan alma gemas.


"onty onty, ammah ya bukan onty"


"ngak mau lah tetep onty, ngak mau ya di panggil ammah biar keren gitu. gemes banget kamu kesayangan onty yaya" ucap hilya


"abinya posesif banget tau kalau sama dia. tidur malam kalau ngak di peluk abinya ngak anteng"


"enak donk, bisa ditinggal berarti. alma anak abi berarti"


"orang kalau tidur di kekepin sama abinya. ummahnya ngak kebagian"


"Sya ditungguin gus zaky di pintu ndalem" ucap hilya sambil memberi isyarat untukku melihat ke arah pintu ndalem.


aku dan hilya berbincang sebentar. kemudia aku balik ke ndalem karena hilya akan berganti seragam dan mengikuti acara di pondok timur.


"alma mas bawa ya, kamu sama ummi" aku mengangguk.


kami pun menuju ke tempat acara dilaksanakan. selama acara berlangsung, alma anteng di gendongan abinya. terkadang juga digendong abah. bahkan dia tidur nyenyak dengan ASI perah yang dibawa tadi dan di tidur kan di kasur kecil disamping abinya.


"pulang aja ngak apa-apa nak. kasihan anaknya tidur di taruh di kursi sama abinya" kata ummi tiba-tiba

__ADS_1


"ngak apa-apa ummi, nunggu mas zaky aja. acaranya juga baru dimulai"


"kasihan itu anaknya ditidurkan disitu sama zaky. kalau ngak tidurin aja di kamar zaky, yang ada nanti masuk angin anaknya"


"alma kalau malem emang gitu ummi ngak bisa jauh dari abinya. Bisa rewel semaleman"


"ya udah kalian pulang aja kalau gitu kasihan anaknya. sebentar ummi panggil dulu" kata ummi hendak memanggil santri


"tidak usah ummi, biar fisya saja" ummi mengangguk.


aku mengirim pesan pada mas zaky dan memintanya untuk membawa alma pulang kerumah setengah jam kemudian. dan mas zaky pun menghampiri ku sambil menggendong alma yang sedang tertidur pulas. mas zaky mengajakku masuk kedalam ndalem abah dan menuju ke kamarnya.


"bawa pompa ngak?" tanya mas zaky ketika melihat ku menahan sakit pada payudara.


"anaknya aja di bangunin sebentar"


"kan masih tetep sakit juga. abi ambil pompa sebentar ke rumah"


"fisya pulang aja ya. mas balik lagi ke acara, ngak enak sama yang lain kalau pulang semua"


"ya udah mas sebentar aja di sana habis itu pulang"

__ADS_1


aku dan alma pun pulang kerumah. sedangkan mas zaky balik lagi ke acara karena memang belum selesai. selama alma lahir dan berada di yaman, aku memang jarang punya stok ASI perah, karena alma selalu minum ASI langsung. hanya kadang jika sedang dibawa ammi dan ammah pergi saja baru pompa buat persediaan selama alma ikut walaupun cuma pergi sebentar. alma memang termasuk bayi yang kuat minum ASI. buktinya badan alma alhamdulillah sehat dan sedikit berisi walau di usianya yang masih 1 bulan. setelah menyusui alma, baru lah bisa memompa.


'sehat-sehat sayangnya abi ummah, insyaallah ummah akan memberikan yang terbaik buat alma'


__ADS_2