
"di peluk abi aja ya. biarin alma sama eyangnya malam ini. belajar. besok di rumah alma abi tidurin di kamarnya sendiri. katanya mau di masukin pesantren anaknya. harus dilatih dari sekarang biar ngak manja nanti"
"pesantren nya nanti ya kalau udah lulus sd. masih terlalu kecil bi kalau TK"
"ngak ada tawar menawar loh. dari awal kita udah bicarakan ini semua. demi kebaikan anak, kita harus sedikit tegas. biar anaknya bisa belajar mandiri. yang penting kan kita masih bisa mantau alma dari jauh. Ngak mungkin kan abi sembarangan nyari tempat buat anak menimba ilmu. udah abi pikirkan semuanya"
"kalau kita pindah ke yaman, gimana anaknya?"
"ya ikut sayang. disana malah banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren umur tiga atau empat tahun lebih kecil dari alma. ayo lah mah, demi anak juga"
"bimbing fisya ya kalau masih berat buat ngejalanin ini semua" kata ku sambil mempererat pelukan lu padanya
"pasti sayang. abi kerja keluar kota juga buat kalian. kalau anak-anak sukses, yang bangga kan kita sebagai orang tuanya. abi akan selalu berusaha memberikan yang terbaik buat kalian. ya udah istirahat nanti keburu alma bangun" ucap nya kemudian mencium kening ku.
aku menelusupkan kepala ku di dadanya. entah mengapa rasa kantuk ku tiba-tiba datang dan aku pun terlelap dalam pelukannya.
"sayang bangun. sudah subuh" samar-samar aku mendengar suara mas zaky membangunkan ku. ketika aku membuka mata, aku kaget ketika melihat alma sedang tidur di tengah-tengah kami.
__ADS_1
"kapan pindahnya?" tanya ku pada mas zaky
"barusan di anter ummah kesini. mandi dulu, habis itu sholat jamaah, mas tungguin"
"susunya masih?"
"ngak tau juga, tadi ummah cuma nganterin. anaknya udah nangis pas bangun tidur. nyampek sini di peluk sebentar tidur lagi"
"ya udah biarin tidur lagi anaknya"
aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan ku. setelah selesai mandi ternyata mas zaky sudah menggelar dua sajadah. kami pun sholat subuh berjamaah.
"jangan dong bi, udah pagi"
"satu jam aja. abi kangen sama alma"
"ya udah ummah mau masak ke dapur dulu"
__ADS_1
aku langsung ke dapur untuk memasak. ternyata disana sudah ada ummah dan ammah yang sedang memasak sambil berbincang-bincang.
"alma tidur lagi nak?" tanya ummah. aku mengangguk
"di kelonin sama abinya. tambah nyenyak tidurnya"
"biarin lah ngak apa-apa"
"oh iya ummah, susunya alma masih?"
"udah habis, makanya ngak mau tidur lagi. ya udah ummah anter aja ke kamar kamu. kata zaky kamu masih tidur tadi"
"he he he.... iya ummah"
kami pun lanjut memasak. setelah semua sarapan siap, kami sarapan bersama di meja makan. alma masih tertidur pulas di kamar. setelah sarapan, aku kembali ke kamar untuk membangunkan gadis kecil ku.
"sayangnya ummah, bangun sayang. katanya mau main sama mas dika" ucap ku sambil mengelus pipi alma dengan sangat lembut. bukan bangun alma malah menjadikan tangan ku sebagai guling.
__ADS_1
"belum bangun ummah?"