
malam hari kami sudah berada di rumah milik mas zaky. rumah ini dengan rumah ammah bersebelahan. karena sebenarnya mas zaky tidak di perbolehkan mempunyai rumah sendiri oleh ammah karena mas zaky sudah dianggap ammah seperti anaknya sendiri. sudah berpuluh-puluh tahun ammah menikah dan sampai saat ini belum dikaruniai anak. dan ketika abah dan ummi berencana menyekolahkan mas zaky diluar negeri, ammah langsung meminta untuk mas zaky tinggal bersamanya. dan karena itulah ammah sangat menyayangi mas zaky.
"mas besok ammah ngajak fisya jalan-jalan. katanya mau belanja bulanan"
"besok mas harus ke restoran lagi sayang kayaknya seharian"
"ya udah kalau gitu fisya ngak usah ikut ammah. tadi fisya juga bilang koq kalau nunggu mas bisa aja"
"ngak apa-apa ikut aja sekalian beli keperluan kita selama disini"
"oke lah kalau mas ngizinin fisya berangkat sama ammah besok"
"pakek ini ya" ucapnya sambil memberikan sebuah kain
"apa ini mas?" tanya ku penasaran
"niqab sayang. kamu pakek ya selama disini. mas ngak mau kecantikan istri mas dilihat orang lain"
"kalau sampek pulang fisya masih pakek boleh?"
"mas seneng banget kalau kamu soal itu"
__ADS_1
"ya udah istirahat yuk mas. udah malem besok kan mas mau ke resto kan"
***
pagi harinya
setelah bersiap-siap, aku dan mas zaky langsung ke rumah ammah karena pagi ini aku belum berbelanja keperluan rumah tangga.
"ammah mau belanja sama fisya, kamu izinin kan?" tanya ammah ketika menyambut kami di depan pintu
"iya ammah. tapi maaf zaky ngak bisa nemenin"
"ada ammi koq nanti yang jaga. sekarang pakek niqab nak?" tanya ammi ketika melihat penampilan ku. aku hanya menganggukkan kepala
"kalian makan dulu di dalem. tadi kami udah makan duluan"
"zaky ke dalam dulu mah mi"
"iya"
aku dan mas zaky langsung menuju ke dalam rumah. setelah makan mas zaky berbincang sebentar dengan ammi kemudian berangkat ke restoran. karena memang untuk beberapa hari ke depan beliau sangat sibuk mengurus restoran. keadaan beberapa restoran miliknya di sini sangat memerlukan kehadirannya. dan mas zaky ingin segera menyelesaikan semuanya. ya meskipun kami disini masih 4 bulan lagi. tapi mas zaky ingin fokus pada kelahiran anak kami yang kurang 2 bulan lagi.
__ADS_1
"ayo nak berangkat" ajak ammi
"iya mi"
kami pun berangkat menuju salah satu super market untuk berbelanja keperluan kami. selama di perjalanan ammah banyak menceritakan tentang kehidupan mas zaky selama berada di yaman. ammi juga sesekali ikut bercerita tentang mas zaky. tanpa terasa kami sudah sampai di super market yang dituju. kami berjalan mencari keperluan yang dibutuhkan. tanpa terasa kami sudah menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk berbelanja walau kami sering berhenti untuk istirahat. tiba-tiba...
"assalamualaikum mas"
"waalaikum salam sayang. lagi dimana?"
"masih di super market mas. mas udah selesai kerjanya?" tanya ku
"belum sayang. kamu mau kesini ngak nanti biar dianter sama ammi?"
"mas ngak sibuk?"
"ngak apa-apa. mana ammi biar mas yang bilang"
"sebentar. ammi mas zaky mau bicara" kata ku sambil memberikan hp padanya. entah apa yang dibicarakan mas zaky pada ammi tapi setelah itu kami langsung menuju ke restoran milik mas zaky.
sesampainya disana, ternyata mas zaky sedang menunggu kami di salah satu meja lengkap dengan menu makan siang. ketika melihat kami datang, dia langsung menghampiri kami. dia langsung menyalami ammah dan ammi.
__ADS_1
"Gimana jauh ngak kesini?"