kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 43


__ADS_3

"ada hilya?" tanya ku di depan pintu kamar hilya.


"neng fisya?" tanyanya. aku mengangguk


"hilya lagi istirahat neng. saya bangunin sebentar"


"jangan-jangan biar saya saja" aku pun masuk dan duduk disamping hilya


"hil bangun sholat dulu" kata ku membangunkannya


"apasih aku lagi halangan" ucapnya menepis tangan ku.


"hilya bangun. katanya mau ketemu alma" bisik ku di telinganya.


"siapa sih" ucapnya kesal dan langsung duduk.


"bangun udah sore" ucap ku lagi. dia menoleh. dan tiba-tiba dia menangis.


"kenapa nangis?" tanya ku. dia langsung memelukku. aku pun membalas pelukannya. aku mencoba memenangkannya dengan mengusap punggungnya.


"kangen" ucapnya. aku tersenyum. dia memelukku lagi lebih erat


"udah ya meluknya, ngak bisa nafas ini" kata ku.


"mana alma?" tanyanya.


"ada di ndalem bawah sama abinya. ini buat kamu, ibu sama ayah"


"aku masih kangen" ucapnya memelukku lagi.


"jer............" panggil seseorang dari luar. dia berlari menghampiri kami dan ikut berpelukan.


"kangen banget" kata fizah padaku

__ADS_1


"sama. ini jer buat kamu" kataku sambil memberikan oleh-oleh pada fizah


"kamu pulang aja, aku udah seneng banget. kangen banget kumpul bertiga gini"


"alma mana?" tanya fizah


"ada sama abinya di ndalem. koq alma aja yang dicari. aku ngak nih"


"pengen ketemu" kata hilya


"besok ya. kalau sekarang ngak enak sama ummi, alma ada di ndalem soalnya. tadi siang ummi belum ketemu alma, lagi tidur tadi. kan besok hari jum'at ngak ada kegiatan. main dirumah seharian, besok mas zaky mau pergi liat restoran, sekalian nemenin aku dirumah"


"besok ibu sama ayah mau kesini"


"sekalian aja dirumah. biar ibu sama ayah ketemu sama alma juga"


"nanti malem dateng kan ke acara?"


"ya iya lah. orang udah disini masak ngak dateng"


"oh ia makasih ya"


"sekarang pakek niqab?" tanya fizah. aku mengangguk


"disuruh?"


"awalnya mas zaky minta pas di yaman aja. tapi insya allah bisa istiqomah"


"amin"


"aku balik dulu takut alma nangis" pamit ku. hilya dan fizah mengantarkan ku sampai ke samping pintu ndalem. ternyata mas zaky sedang menungguku disana.


"alma mana?" tanyaku ketika aku melihatnya sendirian

__ADS_1


"sama ummi di dalem. makan yuk mas laper"


"abah dateng?" tanyaku ketika kami berjalan ke ruang makan.


"udah, lagi sama alma"


aku mengambilkan mas zaky makan. dan kami makan bersama. selama alma tidak rewel kami masih bisa menikmati makan. setelah makan, kami menemui ummi dan abah untuk ikut menemani alma. pukul 17.00 wib, kami pulang ke rumah karena mas zaky akan mengimami di pondok barat.


"mas bawa alma ke musholla ya"


"mas ngak repot bawa alma?" tanya ku yang sedang menyusui alma


"ngak koq bawain kasur kecilnya nanti biar di samping mas"


"fisya ngak bisa ikut loh masih belum sholat"


"ngak apa-apa tunggu di ndalem ummi aja deket pintu. kalau nangis nanti mas langsung balik"


"ya udah mas siap-siap, bajunya udah fisya siapin dikamar. fisya mandiin alma sebentar. bau acem anak ummah" kata ku sambil mencium pipi alma.


setelah selesai dengan alma, aku mencari mas zaky di ruang tv. ternyata dia sedang mengaji. aku menidurkan alma disamping ku dengan kasur kecilnya.


"mas" panggilku


"iya sayang"


"besok mas jadi yang ke restoran?" dia mengangguk


"fisya ikut?"


"ngak usah mas sendiri aja, kalau kamu ikut nanti almanya juga ikut, kasihan dibawa-bawa terus. Yang ada nanti anaknya sakit"


"mas bawa supir ya. jangan nyetir sendiri"

__ADS_1


"iya sayang bsk mas ngak sendiri"


__ADS_2