
satu tahun kemudian....
"masih pusing sayang?" tanya zaky sambil duduk disamping fisya
"udah mendingan dari pada tadi pagi . alma mana mas?" tanya fisya sambil duduk di sandaran kasur
"ada di pondok tadi minta di anterin ke hilya. makan dulu ya, dari tadi pagi belum makan kan"
"nanti aja. di kasih uang ngak anaknya, takut minta jajan disana"
"udah, makan ya. mas suapin dikit aja" fisya menggeleng
"ke dokter aja ya, di periksa. biar tau sakit apa. dari kemaren pusing terus. mas takut ada apa apa"
"nanti siang juga udah sembuh. Mau istirahat aja. nanti kalau alma pulang bangunin ya"
"ya udah istirahat. mas temenin disini"
fisya merebahkan tubuhnya di kasur. sudah beberapa hari ini dia merasa tidak enak badan. kepala pusing dan mual menjadi rutinitas paginya. apalagi beberapa hari ini alma selalu rewel di malam hari.
"ummah". fisya yang sedang tidur, terbangun mendengar suara alma membangunkannya.
"udah pulang sayang?" tanya fisya sambil duduk. dan ternyata zaky juga sedang terlelap disampingnya.
__ADS_1
"udah, te iya udah balik ke pondok"
"ngapain aja tadi sama te iya?" tanya fisya sambil mendudukkan alma di pangkuannya
"main sama mbak-mbak disana. beli jajan sama te iya. ikut ngaji sama eyang. kakak duduk sama jaddi. jaddi ngajinya lama ummah. jadi kakak balik lagi duduk sama tante iya. tapi mbak-mbak nyubit pipi kakak ummah"
"sakit tidak?" tanya fisya sambil mengelus pipi alma lembut kemudian mencium pipi alma gemas
"tidak, kakak kan kuat ummah"
"kakak bobok yuk. abi lagi bobok tuh" ucap fisya sambil menengok zaky yang sedang terlelap di sampingnya.
"ummah hp ummah bunyi" kata alma sambil menunjuk hp yang sedang berdering di atas nakas.
'assalamualaikum ummah' sapa fisya
'waalaikumsalam. nak, kamu bisa pulang sekarang?'
'Ada apa ummah?' tanya fisya bingung. tidak biasanya ummah meminta kami pulang dadakan.
'ayah masuk rumah sakit nak. ayah nyari kamu terus sama cucunya. bisa ya kamu pulang sekarang' ucap ummah sambil menangis di seberang sana
'fisya pulang sekarang ummah'
__ADS_1
setelah memutuskan telpon, fisya langsung membangunkan zaky yang sedang tertidur. zaky kaget ketika melihat istrinya menangis. setelah mendengar penjelsan istrinya, mereka langsung berangkat menuju ke rumah orang tua nafisya. selama di perjalanan, fisya terus menangis, alma yang berada di gendongannya langsung memeluk ummahnya.
"ummah jangan nangis, kakak sedih kalau liat ummah nangis. ummah kan kuat kayak kakak. kakak ngak suka nangis sekarang"
"iya sayang. peluk ummah ya" alma mengangguk dan langsung memeluk ummahnya dengan erat. fisya mencium pucuk kepala putrinya yang tanpa di rasa sekarang sudah bisa menjadi teman curhatnya walau pun dia masih belum mengerti apa yang ummahnya rasakan.
"sabar ya sayang. Sebentar lagi sampai di rumah" ucap zaky sambil mengambil tangan fisya untuk di genggam.
"abi, jangan pegang tangan ummah kakak"
"maaf kak" ucap zaky sambil melepas genggaman tangannya
"sini ummah" pinta alma. fisya langsung memberikan tangannya pada alma dan dia langsung menggenggam tangan fisya. karena sudah semakin mengantuk, alma akhirnya tertidur di pangkuan ummahnya.
tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah sakit tempat ayah di rawat. ketika mereka datang, di depan ruangan, mbak fatima sedang menunggu di sana.
"mbak" panggil fisya. fatima langsung memeluk adik bungsunya.
"ayah gimana mbak?" tanya fisya.
"langsung masuk aja, di dalem ada ummah sama mas zidan. sini almanya ky, kasihan lagi tidur" pinta fatima ketika melihat alma sedang tertidur dalam gendongan abinya. fisya dan zaky langsung masuk ke selama ruangan ayah. fisya langsung memeluk ummahnya dan mereka sama-sama menangis.
"kenapa bisa begini ummah?"
__ADS_1