
sore hari, alma datang bersama ummi dan hilya. gadis kecil itu langsung berlari dan memeluk ummahnya yang sedang berbaring di ranjang.
"gimana keadaan kamu nak?" tanya ummi menghampiri fisya. fisya berusaha bangun untuk mencium tangan ummi
"tiduran aja nak. ngak apa-apa. gimana keadaannya?" ucap ummi sambil duduk di samping fisya
"tidak apa-apa ummi. cuma masih lemes. bawaan hamil" ucap zaky yang sudah berdiri di belakang ummi
"hamil?"
"iya. ummi mau nambah cucu"
"alhamdulillah. sehat-sehat nak. di jaga kandungannya. jangan capek-capek". fisya tersenyum mendengar perkataan ummi. fisya sangat bersyukur memiliki mertua yang menyayanginya layaknya anak sendiri.
"kakak mau punya adek?" tanya zaky
"mau abi"
"adek nya udah ada disini" ucap zaky sambil mengelus perut fisya
__ADS_1
"mana?" tanya alma bingung
"adek nya masih kecil sayang. masih di perut ummah belum bisa di liar. nanti setelah 9 bulan adiknya baru bisa lahir. tapi harus jadi anak yang baik dan sayang sama adiknya. kaka paham kan apa yang ummah bilang?" tanya fisya. dan Alma mengangguk pertanda dia mengerti denagan apa yang dikatakan oleh ummahnya.
"hil, malam ini kayaknya aku ngak pulang, titip alma ya. Nanti malem tidur di rumah aja sama fizah kalau takut sendirian. kamar tamu kosong sebelah kamar alma. alma anteng kok kalau tidur malem. sediain susu aja 1 botol sebelahnya"
"iya ngak apa-apa. alma aman"
"boleh bobok di pondok ummah?" tanya alma
"kenapa mau tidur disana?"
"banyak mbaknya ummah. mau main"
"boleh abi?" tanya alma. tatapan matanya sangat lembut dengan senyum khas manjanya
"boleh, tapi harus jadi anak baik. ngak boleh ngerepotin te ia sama te fi"
" Iya Abi"
__ADS_1
tidak lama setelah berbincang-bincang Umi membawa Alma pulang karena sudah memasuki waktu maghrib. sejak Alma mau pulang Zaki selalu mendampingi Fisya di samping tempat tidurnya dan dia selalu menggenggam tangan fisya dengan sangat erat dan tak lupa selalu mengelus perut sang istri.
"Abi nggak nyangka rumah kalau si Adik sudah ada di sini" ucap zaky sambil mengelus perut fisya
"ummah juga nggak nyangka Bi cepat ini adik ada di sini. semoga adek nanti selalu sehat ya Bi"
"Amin. semoga sehat selalu. Adek jangan buat ummah susah ya, kami akan selalu menunggu adik hadir di dunia ini, kakak Alma sangat senang dengan kehadiran adek. sehat-sehat ya Sayang Anak Abi"
keesokan harinya, setelah dokter mengunjungi dan hasil pemeriksaan dokter fisya diperbolehkan untuk pulang hari ini karena Kondisinya sudah berangsur membaik. ketika bisa sampai di rumah ternyata keadaan rumah masih sangat sepi dan kemungkinan Alma masih ada di pesantren dengan Hilya. fisya langsung ke kamar untuk istirahat. sementara Zaki ke pesantren untuk menjemput Alma.
" ummah kakak pulang" Panggil Alma sambil berlari menghampiri ummahnya yang sedang berbaring di kasur dan duduk di samping ummahnya
"kakak dari mana?" tanya fisya
"main sama Te ia sama te pi"
"udah bobok siang belum?" dan Alma hanya menggelengkan kepalanya
"Sini bobo sama ummah sayang" alma langsung berbaring memeluk ummahnya
__ADS_1
" jadi Abi nggak diajak tidur nih cuma berdua aja" ucap zaky ketika memasuki kamar
"abi bobo sini sama kakak" ucap alma sambil menepuk kasur yang kosong. Zaki menutup pintu kamar dan langsung menghampiri alma dan ikut berbaring di sebelah Alma.