kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 40


__ADS_3

tanpa terasa alma sudah berumur 1 bulan. bayi kecil yang lucu ini terasa cepat sekali besarnya. setiap hari bayi kecil ini menjadi rebutan antara abi dan jaddinya. bahkan sekarang ammi jarang ke kantor agar bisa bermain dengan alma. jangan ditanya kalau ammah. setiap alma bangun, ammah selalu menemani alma. banyak baju yang ammah belikan untuk alma meskipun masih banyak yang belum dipakai alma. bahkan alma bersama ku hanya ketika ingin menyusu dan tidur malam saja karena kalau siang alma masih tidur di ruang tamu dengan box bayinya. aku sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangi ku dan anakku. tapi bagaimana jika kami pulang ke tanah air nanti. aku tidak bisa memikirkan itu karena akan membuatku sedih dan merasa bersalah. entahlah....


"nak makan dulu" panggil ammah


"iya mah"


"sini almanya" pinta ammah


"biar fisya taruh di box nya aja. ammah makan bareng fisya ya"


"ammah makan nanti aja. kamu makan duluan .mumpung masih hangat"


"ammah, fisya pengen makan bareng ammah. boleh ya" ajakku. ammah pun mau ikut makan bareng.


beberapa hari terakhir ini ammah memang lebih sering beralasan ingin bersama alma padahal sebenarnya aku tau kalau ammah makan bersama ku akan ada rasa sedih dalam dirinya. setelah makan kami berbincang-bincang di ruang keluarga sambil mengawasi alma.


'assalamualaikum mas' sapa ku pada mas zaky di telpon


'Waalaikumsalam sayang. sudah makan?'


'sudah. ini barusan sama ammah'

__ADS_1


'alma mana?'


'alma lagi tidur, mas pulang jam berapa?' tanya ku


'ini mau pulang, tapi masih mau mampir ke kantor ammi sebentar. tadi ammi nelpon minta mas kesana. ada yang mau dipesan ngak?'


'ngak koq mas. ya udah hati-hati. assalamualaikum mas'


'Waalaikumsalam sayang'


....


sore hari, mas zaky dan ammi sudah sampai rumah. dan kebetulan juga alma sudah mandi dan ammi langsung menggendongnya. sedangkan mas zaky langsung ke kamar untuk bersih-bersih. kalau pun untuk menggendong alma itu juga akan susah jadi biarkan saja.


"apa aja sayang"


"ada apa mas?" tanya ku. karena tidak biasanya mas zaky irit bicara jika hanya berdua dengan ku.


"restoran mas yang di indonesia lagi butuh mas. gimana menurut kamu?"


"kalau memang harus ditanganin ya gimana lagi. tapi gimana sama alma?"

__ADS_1


"surat-suratnya alma sudah mas urus dari alma lahir. jadi ngak ada masalah kalau alma"


"sudah bilang ammah?" tanya ku. mas zaky menggeleng


"mas bilang dulu sama ammah kalau kita mau pulang. kapan pulangnya?"


"lusa ya"


"fisya ikut aja gimana baiknya. ya udah mas bersih-bersih dulu. fisya mau siapin makan malam"


"makasih ya" ucapnya sambil mencium kening ku. aku hanya tersenyum dan keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam.


makan malam hari ini terasa begitu tegang walaupun mas zaky belum mengatakan pada ammah. bahkan alma yang biasanya bangun jam segini, dia anteng banget tidur dari tadi. setelah makan malam, kami berkumpul di ruang keluarga dan mas zaky menyampaikan kalau kami akan pulang ke tanah air. awalnya ammah meminta di undur beberapa waktu. tapi ammi mencoba untuk memberi pengertian pada ammah.


"janji ya kalau ada waktu main kesini" kata ammah. kami hanya mengangguk


"boleh malam ini alma tidur sama ammah?"


"apa tidak merepotkan ammah nanti"


"tidak nak, boleh ya"

__ADS_1


"iya ammah. nanti Asinya fisya kasih ammah. ammah mau tidur dirumah sini?" ammah mengangguk.


__ADS_2