kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 64


__ADS_3

"cantiknya cucu jaddi" kata ammi ketika kami baru keluar dari kamar.


"ammah dimana mi?" tanya ku


"ada di dapur lagi masak"


"masak?" tanya ku. ammi mengangguk.


"alma mau main sama abi?" alma mengangguk.


"panggil abi di dalem ya"


"sini nak main sama jaddi" panggil ammi.


alma langsung menghampiri ammi, sementara aku langsung ke dapur menemui ammah.


"ammah lagi ngapain?" tanya ku


"ini lagi masak nak"


"fisya udah masak tadi ammah, tapi ada di kulkas belum fisya angetin. kenapa ummah ngak minta fisya aja, ummah pasti capek habis perjalanan jauh"


"capek ammah hilang pas liat kalian sehat bahagia"


"maaf ya ammah, kalau selama ammah disini banyak fisya repotin"

__ADS_1


"ammah ngak pernah merasa di repotin nak, malah kalau bisa ammah pengen tinggal disini sama kalian. menikmati masa tua sama mantu sama cucu. alma mana?"


"lagi main sama ammi di depan"


"kapan kamu pulang ke rumah ummah kamu?" tanya ammah


"belum tau ammah. beberapa hari yang lalu ammah baru dari sini sama abah"


"kalau kamu pulang, ammah ikut ya. pengen silaturahmi kesana. pengen liat suasana disana. sekalian kita liburan kemana gitu sama ummah"


"nanti fisya tanya mas zaky mah, ummah istirahat aja biar fisya yang lanjutin masaknya"


"ngak apa-apa nak. bantuin ammah aja. kita masak bareng"


kami masak bersama untuk makan malam nanti. setelah semua masakan selesai, aku dan ammah sama-sama kembali ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih karena sudah hampir maghrib. ketika aku keluar dari kamar ganti, mas zaky dan alma sedang tidur-tiduran di kasur.


"sebentar lagi"


"5 menit lagi adzan loh. abi ngak ngimamin hari ini?" tanya ku sambil duduk di sampingnya.


"ammi yang ngimamin hari ini. Besok ke rumah ummah ya, tadi ammi ngajak kesana"


"baru mau fisya omongin ke mas. Nanti fisya telpon ummah"


setelah sholat maghrib berjamaah, kami makan malam bersama di ruang keluarga.

__ADS_1


keesokan harinya, kami berangkat ke rumah ummah. selama di perjalanan, banyak yang alma tanyakan pada ammah dan ammi. aku dan mas zaky hanya bisa menggelengkan kepala mendengar pertanyaannya.


"ummah bobok" katanya


"sini gendong ummah". alma langsung menghampiri ku dan ku tidur Kan alma di pangkuan ku.


"ummah tadi bawa botolnya alma. mau pakek botol?" dia mengangguk. setelah memberikan botol susu, tidak lama alma terlelap di pangkuan ku.


"mau di pisah nak?" tanya ammah


"udah dua tahun mah, kalau punya adek gimana nanti" jawab mas zaky


"mau punya adek apa abinya yang keganggu" kata ammi menggoda


"itu ammi tau"


"alma punya adek juga ngak apa-apa. Nanti salah satu ammah bawa ke yaman biar ngelanjutin usaha ammah. abinya kan ngak mau ngelanjutin jadi di kasih ke anaknya aja"


"yang pasti nanti anak-anak sekolah disana ammah, tanpa terkecuali biar ngak ada yang di beda-bedakan. mau ngambil jurusan apa pun nanti terserah mereka yang pasti sekolahnya di yaman"


"kamu gimana nak?" tanya ammah pada ku


"gimana abinya aja ammah, abinya lebih tau yang terbaik buat anaknya"


"kalian ngak ada niatan buat pindah ke yaman lagi?" tanya ammi.

__ADS_1


"pasti ada, kita mau menetap disana. Tapi nanti dulu lah. Biar alma tau dulu tempat asalnya. kalau semua udah siap, pasti langsung pindah kesana. Nanti masih di bahas sama keluarga juga. Ngak bisa langsung pindah"


"ya udah ngak apa-apa. ammi selalu nunggu kalian dan anak-anak"


__ADS_2