kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 24


__ADS_3

"mas, fisya ke pondok dulu ya"


"jangan lama-lama ya" aku mengangguk. setelah mencium tangannya aku langsung menuju ke pondok.


"jer" panggil seseorang


"hai sini" panggilku. fizah langsung menghampiriku.


"mau kemana?"


"ke kamar hilya, kamu udah makan?" dia menggeleng


"ya udah ke kamar hilya yuk ini ada sarapan tadi aku masak. mau ngak?" dia mengangguk


kami pun langsung menuju ke kamar hilya. dan ternyata hilya sedang melamun.


"melamun aja buk nanti kesambet loh" bisik ku ditelinganya


"astagfirullah, ngak bisa ya kalau ngak bikin orang kaget" ucapnya kesal


"lagian pagi-pagi udah ngelamun. mikirin apa?"


"ngak. ada apa kesini tumben banget. ini masih pagi loh nanti di cariin sama gus zaky. pagi-pagi istrinya udah ngelayap kesini"


"enak aja udah izin ya. nih makan" ucapku sambil memberikan makanan yang aku bawa tadi


"ya udah aku pulang dulu. udah di tungguin"


"iya yang udah punya suami. makasih ya. fi nanti ibu sama ayah mau kesini"

__ADS_1


"jam berapa?"


"sore kayaknya kan biasanya gitu"


"oke nanti aku mau keluar sebentar hpnya nunggu aku pulang ya nanti. kalau ibu dateng kamu telpon aku takutnya masih diluar"


"nafisya" panggil seseorang di pintu kamar hilya


"iya"


"ditunggu gus zaky di ndalem"


"oh iya makasih ya" ucapku. aku melihat ke arah pintu ndalem abah dan benar dia sudah menunggu di sana sendirian


"udah di tungguin tuh" goda hilya


aku pamit pada teman ku dan langsung menuju ke ndalem abah karena suami menunggu ke sana. kami langsung menuju ke ruang makan karena semua keluarga sedang sarapan disana. aku duduk disamping suami.


"sarapan dulu nak" kata abah


"fisya sudah sarapan abah tadi di rumah"


"itu suami mu sarapan lagi"


"zaky cuma nyicip abah bukan makan lagi" belanya


"apalah itu namanya"


kami pun sarapan bersama. perbincangan di pagi hari dengan keluarga terasa sangat hangat. banyak cerita tentang mas zaky yang abah ceritakan padaku. sebenarnya sangat sungkan bercerita dengan abah tapi dekat dengan abah seperti sedang bersama ayah.

__ADS_1


"kalau zaky berani macem-macem sama kamu, kamu bilang sama abah biar nanti abah yang mukul"


"zaky ngak macem-macem kok bah cukup 1 macem aja"


"awas ya kalau kamu sampek nyakitin menantu ummi"


"iya iya yang lebih sayang menantu. tapi tetep ini sayangnya zaky" ucap suami sambil merangkul ku dan lebih tepatnya memeluk ku.


"mi bah zaky pulang dulu ya. nanti zaky mau keluar ada yang mau dipesen?"


"ngak ada. nikmati dulu berdua sebelum ada anak"


"Iya bah. zaky pamit" kami pun bersalaman pada abah dan ummi kemudian pulang ke rumah.


sesampai dirumah kami langsung ke kamar untuk bersiap-siap berangkat.


"mas nanti sore ibunya hilya mau kesini. kalau bisa pulangnya ngak terlalu sore ya"


"ya tergantung nanti"


"mas"


"Iya sayang. ayo berangkat" ajaknya.


kami pun berangkat. dan ternyata mas zaky membawa ku ke salah satu tempat wisata yang sangat indah dan tidak terlalu jauh dari rumah hanya butuh waktu 30 menit untuk kesana. pemandangan yang sangat bagus terpajang di mataku.


"gimana suka ngak?" tanyanya sambil merangkul pundak ku dengan erat. aku tersenyum semanis mungkin padanya


"apa pun buat kamu sayang"

__ADS_1


__ADS_2