
pagi hari aku terbangun ketika merasakan sebuah tangan berada pipi ku.
"sayang bangun yuk jamaah di pondok sama mas" ucap mas zaky
"mas tunggu sebentar ya" ucap ku bangun dari tidur dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudlu.
setelah itu kami langsung menuju ke pondok untuk melaksanakan sholat. aku sengaja sholat shof belakang karena sehabis subuh mas zaky langsung mengajar ngaji di musholla. sementara aku duduk di belakang untuk ikut ngaji.
"neng di panggil bu nyai" ucap santri
"makasih ya mbak" ucap ku padanya.
aku melihat ke arah mas zaky dan ternyata mas zaky juga melihat ke arah ku. aku memberi kode kalau aku akan ke ndalem menemui ummi dan dia mengangguk. aku langsung menghampiri ummi di ndalem.
"assalamualaikum ummi" kata ku sambil mencium tangan ummi
"Waalaikumsalam nak. nanti sarapan disini aja ya ajak ummah sama abah kamu. ummi sudah masak banyak sekalian nanti ngomongin kalian yang mau berangkat ke yaman"
"baik ummi nanti fisya bilang ummah"
"ya udah kamu pulang aja ke rumah aja ngak usah balik lagi ke musholla. oh iya nak, semalem ngak demam kan?" tanya ummi sambil memegang dahi ku.
"alhamdulillah ummi fisya sehat"
"ya udah balik kerumah aja istirahat. ummi tinggal ya mau ke dapur lagi"
__ADS_1
"iya ummi, fisya pamit. assalamualaikum" ucap ku sambil mencium tangan ummi
aku kembali ke mushola untuk ikut ngaji. tidak berselang lama, mas zaky selesai mengajar dan kami pun kembali ke rumah.
"dari mana nak?" tanya ummah yang sedang berada di ruang keluarga sambil mengaji
"habis ngaji ummah" jawab mas zaky menghampiri ummah
"ummah, ayah kemana?"
"ayah ikut abah kamu dari tadi subuh katanya mau ngaji di pondok putra tapi sampek sekarang belum pulang juga"
"biasanya abah pulang jam 7 ummah dari pondok putra" jelas mas zaky
"ummah, mas pagi ini fisya ngak masak"
"ngak ummah, fisya alhamdulilah sehat. tadi ummi bilang sama fisya kalau nanti sarapan di ndalemnya ummi. ummi masak banyak katanya"
"anterin ummah yuk kesana. ummah mau bantu masak juga"
"fisya ganti kerudung dulu ya ummah. nanti kita kesana sama-sama"
"ya udah ummah juga mau naruh alquran dulu ke kamar"
aku dan mas zaky menuju ke kamar sedangkan ummah ke kamarnya. setelah berganti kerudung, aku keluar kamar. aku dan ummah langsjng menuju ke ndalem ummi untuk memasak bersama.
__ADS_1
"loh koq kesini?" tanya ummi ketika melihat kami datang
"ini mau ikut masak bareng"
"ngak usah tunggu dirumah zaky saja. ini juga sudah mau selesai masaknya"
"ngak apa-apa sekalian bisa ngobrol juga"
kami pun memasak bersama. pukul 08.00 semua orang sudah berkumpul diruang keluarga yang sengaja dikosongkan dan diberi karpet agar semua keluarga bisa makan bersama. kami sarapn dengan sangat tenang sesekali bercanda. selesai sarapan kami mssih berkumpul karena akan membahas keberangkatan ku dan mas zaky ke yaman.
"kapan kamu berangkat nak?" tanya abah
"rencananya minggu ini bah"
"berapa lama disana?" tanya ayah
"belum tau abah karena ada beberapa restoran yang bermasalah"
"fisya ikut?" tanya ummi
"iya ummi. zaky ngak mau ninggalin istri sendiri di rumah apalagi sekarang lagi hamil besar. yang ada zaky ngak bisa konsen kerjanya karena kepikiran. nanti siang kami mau konsultasi ke dokter bisa ngaknya naik pesawat"
"berarti kemungkinan lahiran disana?" tanya ummah
"insya allah ummah"
__ADS_1
"ya sudah ngak apa-apa. yang penting sering telpon ngasih kabar. fisya sekarang tanggung jawab kamu nak, kemana pun kamu pergi dia harus ikut mendampingi suaminya" kata ayah