
"hil" panggilku di pintu kamar
"hilya lagi ke atas neng. sebentar ya saya panggilkan" ucapnya dan pamit untuk memanggil hilya. suasana pondok memang ramai setelah dhuhur karena tidak ada kegiatan. aku duduk di depan pintu gerbang.
"jer" panggil seseorang
"jer sini" panggilku pada fizah. dan fizah pun menghampiri ku
"ada apa jer koq kesini?" tanyanya
"lagi manggil hilya ada ibu dirumah, ikut yuk ke rumah ada ummah juga"
"pengen ketemu ummah tapi aku ada janji sama adho' hafalan alfiyah"
"nanti malem aja hafalannya. yuk ikut" ajak ku.
"sebentar ya. ukhti tolong panggilkan ais suruh kesini di tunggu ukhti fizah sekarang" panggil fizah pada adho' yang sedang lewat
"na'am ukhti. mari neng" pamitnya.
"pengen deh ngerasain jadi pengurus kayak kalian"
"jer koq ngomong gitu. utun ummahmu melow banget pengen aunty jewer nih" ucap fizah
__ADS_1
"ngak tau melow terus ana hari ini"
"fizah ada adho' nyari" panggil temen kami. kami berdua spontan menoleh. fizah menyuruh adho' itu mendekat
"hafalannya nanti malem aja ya. ukhti ada perlu sekarang. sekalian sama temen ente yang lain"
"iya ukhti"
"say" panggil hilya dari jauh
"ada apa?" tanya hilya
"ada ibu sama ayah di rumah. kerumah yuk" ajak ku.
"ana kan anak kesayangan ibu. jadi ayah pengen cepet-cepet ketemu anaknya"
"bukan ketemu ente deh kayaknya. lebih tepatnya pengen ketemu cucunya yang belum lahir. belum lahir aja ayah sama ibu udah ngak sabar banget apalagi kalau udah lahir bisa tiap minggu ana dapet kunjungan dari ibu"
"anak ana emang ada magnetnya sendiri. ngak lah bercanda, ayah pulang cepet tadi yang kerja jadi bisa kesini sekarang. ibu ada dirumah sama ummah tapi ayah ngak tau kemana sama mas zaky. ayo kerumah ngak enak ibu nunggu lama"
kami bertiga pun langsung menuju ke rumah. kami menemui ummah di ruang keluarga dengan yang lainnya. kami berbincang-bincang bersama.
malam harinya. acara berlangsung dengan sangat hidmat di musholla pondok barat. pembacaan surah yusuf dan maryam terlantun dengan sangat indah. para perempuan menunggu dirumah untuk melakukan acara siraman. setelah acara selesai, abah, ayah dan mas zaky masuk ke dalam rumah untuk melakukan acara siraman. ayah dan ummah yang pertama menyiram ku dilanjutkan ummi, abah, dan ibu. terakhir mas zaky. setelah rangkaian acara selesai, aku ke kamar mandi untuk berganti baju.
__ADS_1
"dingin?" tanya mas zaky ketika aku keluar dari kamar mandi
"sedikit"
"kamu tunggu didepan tv dulu mas ambilin jaket di kamar biar ngak kedinginan" ucapnya langsung berjalan ke kamar sedangkan aku menuju ke ruang tv duduk dengan keluarga disana.
"sayang pakek dulu jaketnya" ucap suami dibelakang ku dan menyerahkan jaket untuk aku gunakan.
"fisya kenapa nak?" tanya ummi tiba-tiba
"kedinginan ummi habis mandi tadi"
"bawa ke kamar aja biar istirahat. biar ummi sama ummah yang nemuin tamu. kalau di paksain nanti malah sakit"
"ngak apa-apa ummi nanti juga hilang dinginnya"
"nak nanti kamu sakit. ngak apa-apa disini ada ummi sama ummah kamu. kamu istirahat aja di kamar" suruh ummi
aku dan mas zaky pun langsung menuju ke kamar.
"sini mas peluk" ucapnya ketika aku sudah berbaring di tempat tidur dan dia juga ikut berbaring disamping ku
"mass ngak keluar masih banyak tamu loh?"
__ADS_1
"iya nanti kalau kamu udah ngak dingin" ucapnya. dia membacakan surah alqur'an sambil mengelus perutku dan rasa nyaman yamg selama ini aku rasakan membuatku langsung tertidur lelap di pelukannya.