
"nafisya" panggil seseorang dari dalam mobil
"mas" lirih ku. Aku langsung berjalan menghampiri mobil itu dan benar saja dia langsung keluar dari mobil ketika aku menghampirinya.
"mas kapan pulang katanya masih seminggu lagi?" tanyaku setelah mencium tangannya.
"ngak seneng ya kalau suami udah pulang kan mas kangen sama kamu" ucapnya sambil mencium kening ku lama.
"bukan begitu mas. ya udah lah, bantuin fisya ngambil barang ya. Nanti di rumah fisya tanya-tanya" ucapku langsung menarik tangannya ke dalam rumah.
"gus" sapa ustad rizal. Dia hanya mengangguk
"sebentar ya mas" ucapku sambil melepas tangannya dan langsung menuju ke kamar untuk mengambil barang-barang ku. Aku mengeluarkan semua barang ku dan mas zaky membawanya ke dalam mobil. kami pun berpamitan pada bu kos.
"kapan-kapan main kesini kalau ada waktu main kesini" ucap bu kos
"iya bu, terima kasih sudah menerima kami dengan baik. mohon maaf kalau selama disini kami sering menyusahkan ibu" ucapku.
"ibu seneng ada kalian disini jadi ibu ada temennya"
"kalau begitu kami permisi bu" kami pun bersalaman satu persatu. dan terakhir aku dan fizah sambil memberikan bingkisan pada bu kos. setelah itu kami berpamitan.
__ADS_1
semua teman ku langsung menuju ke bus sedangkan aku langsung masuk ke mobil dengan suami. kami pun meninggalkan desa tersebut. selama di perjalan dia selalu menggenggam tangan ku dengan tangan kirinya.
"mas kapan pulang?" tanyaku sambil mencari posisi senyaman mungkin
"1 minggu yang lalu"
"kenapa mas ngak ketempat fisya?" tanyaku
"sayang kalau mas kesana yang ada nanti mas ngajak kamu pulang kamu kan tau mas ngak bisa jauh dari kamu, makanya mas sengaja ke sana pas jemput kamu"
"kenapa kalau fisya telpon ngak pernah mas angkat cuma chat aja" ucapku kesal
"kalau mas angkat nanti ngak jadi kejutan dong. mas seminggu ini sibuk ngisi perabotan rumah biar pas kamu balik kita bisa langsung pindah rumah. mas juga sering ke restoran juga"
"ya udah tidur dulu nanti kalau udah nyampek mas bangunin" ucapnya sambil mengelus kepalaku.
Aku langsung mencari posisi ternyaman. biarlah dia sendirian, rasanya masih kesel sama dia. Aku mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa tidur.
"ngak bisa tidur?" tanya suami. Aku hanya menganggukkan kepalaku
"gimana kalau jalan-jalan dulu. sekalian belanja bulanan buat dirumah"
__ADS_1
"kemana mas?"
"mall deket sini aja, gimana?" aku kembali menganggukkan kepala
"mas" panggilku
"iya ada apa sayang?"
"ngak jadi deh nanti dirumah aja, ngak enak ngomong disini"
"lusa kita pulang ke rumah ummah ya, mas belum kesana dari kemaren dateng. mau ketemu sama abah, ummah udah ketemu kemaren pas mampir ke rumah habis dari pkl"
"lusa kan ada acara di pondok mas"
"iya juga ya, kalau besok gimana, lusa siangnya pulang. kan acaranya malem kan" aku hanya mengangguk.
tanpa terasa kami sudah sampai di salah satu mall. kami pun masuk dan berkeliling mencari keperluan yang kami butuhkan. tiba-tiba dia mengajakku ke salah satu brand busana muslim. dan jadilah kami keluar membawa 3 paper bag baju muslim couple yang dipilih olehnya. kemudian kami langsung menuju ke supermarket. setelah semua keperluan terbeli kami pun pulang.
sesampai di pesantren, kami langsung menuju ke rumah. karena mulai sekarang kami tinggal dirumah kami sendiri bukan dirumah ummi. setelah semua di letakkan di kamar, aku duduk di samping tempat tidur. kamar utama ini memang di buat luas dan kamar mandi didalamnya.
"sayang...."
__ADS_1
...
jangan lupa vote ya kakak......