
hari ini tibalah saat dimana kami harus pulang ke tanah air. pesawat kami akan berangkat sore hari. dari pagi ammah dan ammi tidak mau jauh dari alma. bahkan alma tidur pun selalu di pangkuan mereka. sebenarnya aku sedih melihat mereka, apalagi alma cucu pertama yang lahir di yaman. dari lahir ammah yang yang membantu ku mengurus alma. tapi mau bagaimana lagi, mas zaky bener-bener harus pulang dan otomatis kita juga ikut pulang bersamanya.
"sudah beres semua?" tanya mas zaky. dia duduk disampingku
"sudah mas, hanya keperluan alma yang mau dibawa ke dalam pesawat masih fisya beresin"
"anaknya mana, dari tadi mas ngak liat" tanya mas zaky sambil rebahan
"dibawa ammah sama ammi. mas sudah menyelesaikan semua yang disini kan?"
"yang disini udah semua. sayang sini" panggil nya sambil menepuk kasur kosong disebelahnya
"kenapa, ini belum selesai"
"sebentar aja, mas kangen"
"mas ini belum selesai semua loh, bantuin sebentar biar cepet selesai"
"mumpung lagi berduaan sayang"
"mas tinggal 5 jam lagi loh kita berangkat. yang ada nanti ketinggalan semu..."
"assalamualaikum ummah" sapa seseorang diluar
__ADS_1
"itu anaknya dateng kan. belum selesai ini"
"sebentar mas liat alma dulu" katanya fan pergi keluar. tiba-tiba....
"sayang ini bajunya alma di masukin ke koper" ucap mas zaky sambil membawa beberap kantong belanjaan.
"beli lagi?" tanyaku. dia mengangguk
"bajunya alma banyak banget loh, hampir 2 koper"
"ya udah ngk apa-apa"
aku pun kembali merapikan baju-baju yang baru dibelikan ammah dan ammi. bahkan abaya untuk alma usia 5 tahun sudah dibelikan oleh ammah. selama berada di yaman pun, jarang sekali aku dan mas zaky mengeluarkan uang. semua sudah di siapkan oleh ammah. dan setiap kami menolak, ammah tetap kokoh dengan pendiriannya.
"sudah siap semua nak?" tanya ammi ketika aku duduk disamping mas zaky
"sudah ammi"
"susunya habis ammah?"
"habis tadi di minum pas jalan-jalan di mall, cucu jiddah ini anteng banget kalau diajak jalan-jalan" ucap ammah sambil mengelus rambut alma
"boleh minta botolnya ammah mau fisya cuci"
__ADS_1
"ini" ammah memberikan botol kosong itu.
aku langsung membawa ke dapur dan mencuci botol itu.
....
kami sudah berada di bandara. waktu penerbangan kami tinggal 30 menit lagi. ammah masih belum mau melepas alma dari gendongannya. dan bayi kecil itu selalu anteng. kami menunggu diruang tunggu, dan tiba-tiba alma terbangun bersamaan dengan panggilan dari monitor bandara.
"nanti sampek rumah langsung telpon ya" kata ammah, aku mengangguk. aku meminta alma dari gendongan ammah.
"baik-baik ya. nanti kapan-kapan jiddah main kesana ketemu alma"
"kami pamit ya ammi ammah" kata mas zaky
"hati-hati ya, salam buat semuanya" pesan ammi
"cucu jaddi yang cantik, baik-baik ya nak. jaddi pasti kangen sama alma" kata jaddi sambil mengelus kepala alma. kami pun bersalaman pada mereka.
"Makasih ya ammah ammi, maaf kalau selama di sini kami banyak merepotkan"
"Ngak apa-apa. ya udah sana masuk nanti ketinggalan pesawat" kata ammi
kami pun masuk ke dalam bandara. dari jauh aku melihat ammah menangis. tapi mau bagaimana lagi, cepat atau lambat kita akan kembali ke tanah air.
__ADS_1