
siang hari bertepatan dengan makan siang, mereka pergi menuju ke salah satu restoran milik zaky untuk sedikit mengecek keadaan restoran. setelah drama penitipan alma pada kakek dan neneknya, akhirnya mereka bisa berangkat tanpa membawa alma.
"mau makan apa sayang?" tanya zaky ketika kami sudah duduk di salah satu bangku di restoran
"apa aja mas, masih belum laper"
zaky pun memesan makanan pada salah satu karyawan di restoran.
"zaky?" panggil seseorang yang tiba-tiba menghampiri meja ketika kami sedang makan di restoran
"maisya, apa kabar?" tanya zaky
"baik, kamu gimana lama ngak ketemu"
"baik juga. sama siapa?"
"biasa sendiri, belum bisa move on nih. boleh gabung?" tanyanya
"boleh, silahkan"
ya allah kenapa hati ini sakit melihat kedekatan mereka berdua! batin fisya
"mas, fisya ke ruangan mas aja ya. jangan lama-lama kasihan anaknya di tinggal lama, takut nyari" ucap fisya, zaky hanya mengangguk
dengan perasaan kesal, nafisya langsung berjalan ke ruangan zaky. banyak pelayan menyapa yang hanya di balas dengan anggukan kepala. sekitar 1 jam fisya disana, tapi tidak ada tanda-tanda zaky akan kembali. dia tersadar dari lamunannya ketika mendengar hp berdering.
__ADS_1
'Waalaikumsalam mah'
'iya iya fisya pulang sekarang'
'sayang kenapa?'
'iya ummah pulang ya, alma tunggu ummah sebentar. jangan nangis lagi, anak baik ngak boleh nangis sayang. Iya ummah pulang'
'iya ummah. waalaikumsalam'
"ya allah nak, mungkin kamu tau kalau ummah sedang tidak baik baik. maafkan ummah sayang"
fisya langsung keluar dari ruangan zaky dan langsung menghampirinya yang sedang berbincang-bincang dengan orang tadi.
"mas, alma nangis. kamu mau pulang sekarang apa ngak" tanya nafisya ketika sudah berada di dekat suaminya.
"Ngak tau juga, di telpon sama ummah di suruh pulang. kamu mau pulang apa ngak?"
"iya sebentar. maaf maisya aku harus pulang. anakku nangis di rumah"
"oh kamu udah punya anak. aku kira masih sendiri"
"ayo mas"
kami pun langsung pulang ke rumah. selama si perjalanan tidak ada suara sesikit pun. setelah mobil terparkir di halaman rumah, fisya langsung masuk mencari anaknya.
__ADS_1
"mah mah" panggil alma ketika melihat fisya. fisya langsung menghampiri dan menggendongnya.
"kenapa sayang, anak baik ngak boleh nangis"
"kamu dari mana sya, anak nangis bukannya langsung pulang. sampek sesegukan gitu"
"dari resto mah, fisya ke kamar dulu ya" pamit fisya pada ummahnya sambil menggendong alma yang masih menangis.
"alma kenapa nangis, ummah kan cuma pergi sebentar. anak baik ngak boleh nangis lagi. bobok ya ummah peluk"
ketika fisya sedang menyusui alma, pintu kamar terbuka dan zaky masuk ke kamar langsung duduk di samping alma.
"udah tidur anaknya?" tanya zaky sambil mencium pipi alma, hingga alma langsung menoleh ke arahnya
"jangan di ganggu anaknya biar tidur. fisya capek, ngantuk " ucap fisya ketika zaky mencium pipi anaknya berkali kali
"mas mau bicara sebentar masalah yang tadi"
"fisya capek mas, mau istirahat sebentar. nanti aja"
"sebentar aja ummah"
"mas tolong jangan maksa, biarin fisya istirahat sebentar aja. kepala fisya pusing, badan ku ngak enak semua"
"ya udah istirahat dulu. Nanti aja mas bahas"
__ADS_1
sebenarnya susah untuk fisya memejamkan mata karena bayang-bayang zaky sedang duduk dengan wanita lain selalu berada di matanya. sekitar 30 menit fisya baru bisa terlelap sambil memeluk alma.