kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 34


__ADS_3

hari ini adalah hari keberangkatan ku dan mas zaky ke yaman. setelah berpamitan pada keluarga, dan dan mas zaky langsung masuk ke tempat pesawat. ummah dari tadi sangat berat melepas ku dan sejak berangkat ke bandara ummah selalu menangis. selama di perjalan dia selalu menggenggam tangan ku dengan erat. beberapa kali dis juga mengelus perutku seakan mengajak bicara anaknya. karena terlalu lelah di perjalanan, aku tertidur di pundaknya. entah berapa lama aku tertidur hingga aku merasakan tangan seseorang menyentuh pipiku.


"sayang makan dulu, dari tadi belum makan kan"


"fisya belum laper mas"


"dikit ya mas suapin kasihan bayinya dari tadi belum makan" bujuknya. karena memang dari masuk pesawat aku belum memakan apapun. dan sekarang sudah hampir 4 jam berada di dalam pesawat. aku pun memakan makanan yang disediakan.


tanpa terasa kami sudah sampai di yaman yang menempuh 9 jam dalam pesawat.rasanya punggung sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. kami sampai disana pada malam hari. dan langsung menuju ke rumah paman dan bibi dari suami.


"gimana perjalanannnya?" tanya bibi ketika kami sudah berada di ruang keluarga.


"alhamdulillah lancar mah"


"ya udah kalian istirahat dulu besok baru pulang ke rumah kalian. besok pagi ammah minta pembantu bersihin dulu sebelum kalian kesana"


"iya mah"


aku dan mas zaky menuju ke kamar. sesampai dikamar aku merebahkan diri di kasur karena memang punggung ku minta untuk diluruskan setelah seharian tadi duduk di pesawat.

__ADS_1


"masih sakit?" tanya suami sambil ikut duduk bersandar di ranjang


"udah mendingan mas. istirahat sebentar nanti udah baikan lagi"


"sini mas pijitin" ucapnya sambil mengelus punggung ku dengan sangat lembut


"sayangnya abi, makasih ya nak udah mau diajak kompromi. ngak nyusahin ummah selama perjalanan tadi. makasih ya nak" ucapnya sambil mengelus perut ku dan menciumnya


"mas udah mijit nya. mas juga capek kan seharian bahunya fisya buat tidur"


"ngak apa-apa sayang. oh iya besok kan kita pindah ke rumah kita tapi mas besok harus ke restoran. tunggu mas pulang ya pindahnya"


tak berapa, kami pun terlelap.


keesokan harinya, pagi mas zaky sudah berangkat ke restoran. aku dan ammah sedang berada di dapur untuk memasak makan siang. sedangkan ammi yang aku tau tadi ammah bilang kalau dia sedang pergi ke kantornya.


"nanti malem ammah aja belanja ya. kan keperluan kalian selama disini belum ada"


"iya ammah, tapi nunggu mas zaky pulang ya"

__ADS_1


"iya ngak apa-apa. nanti kapan-kapan ammah ajak kamu jalan-jalan mumpung belum lahiran"


"iya ammah"


"cewek apa cowok?" tanya ammah sambil mengelus perut ku


"belum tau ammah. fisya sama mas zaky sengaja, biar jadi kejutan nanti pas lahir. cewek atau cowok yang penting sehat dan ngak kurang apapun"


"ummah bakal jadi jiddah ini (jiddah : nenek dalam bahasa arab)"


"doain ya ammah bisr semuanya sehat dan lancar pas lahiran"


"selalu nak"


"maaf ya kalau kedepannya nanti fisya banyak ngerepotin ammah"


"ngak apa-apa nak. zaky itu bukan ammah anggap keponakan tapi anak sendiri. berarti kamu juga anak ammah sama ammi"


kami berbincang sambil memasak. setelah masakan selesai, aku dan ammah sama-sama kembali ke kamar untuk bersih-bersih. dan tidak lupa juga aku menelpon ummah dan ummi untuk memberi kabar kalau kami sudah sampai di yaman dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2