
"Kita ke rumahku yuk, sejak pulang dari Singapura kamu belum main loh ke rumah aku" Ghea bangkit ke dari menarik tangan Bina.
"Tapi aku ngak enak sama mas haris apalagi kalian baru aja abis berantem" Bina menghentikan langkah Ghea.
"Ngak apa-apa kok sekalian bantu aku ngomong ama mas haris kalau aku akan milih dia dan mengembalikan mantan atasan aku ke istrinya" Seulas senyum penuh harap Ghea berikan pada Bina membuat sahabatnya mengangguk kepala sebagai jawaban.
----------
Flashback On
Haris kini telah berada di Rumah Sakit Bakti Husada tempat mertuanya dirawat.
Tanpa dia sadari ada dua orang pengawal berlogokan Darma Corp sedang mengikutinya.
Sesampainya di ruang rawat sang mertua dia melihat istrinya Ghea Paramitha tertidur dengan posisi duduk sambil memegang tangan ibunya.
"Sayang" Haris membelai rambut dengan sangat lembut.
Ghea yang merasa terganggu mulai membuka matanya "Kamu udah lama datang mas?"
"Ngak kok baru aja, kamu pulang gih istirahat di rumah, malam ini aku yang jaga mama."
"Ngak ngerepotin mas? Kan kamu baru pulang dari berlayar" Ghea merasa tidak enak hati pada sang suami.
"Mama kamu kan mama aku juga sudah seharusnya aku menjaga dan merawat beliau, kamu istirahat di rumah yah besok pagi kamu bisa balik lagi kesini" Mendengar perkataan dari sang suami membuat Ghea terharu, tanpa aba-aba Ghea langsung memeluk sang suami.
Setelah puas memeluk sang suaminya Ghea mulai merenggangkan pelukannya "Titip mama yah mas aku pulang dulu langsung hubungi aku kalau ada apa-apa."
Haris hanya mengangguk dan Ghea pamit untuk pulang ke rumah.
Sudah dua malam Ghea menjaga sang mama di rumah sakit.
----------
Selepas kepulangan Ghea, dua orang pengawal yang memakai jas hitam berlogokan Darma Corp masuk ke dalam ruang inap mama ghea.
"Dengan Bapak Haris Dermawan, betul?" Ucap salah satu dari dua pengawal itu.
"Iya betul, kalian siapa? Ada perlu apa mencari saya?" Tanya Haris pada dua pengawal yang tak dia kenal.
"Kami utusan dari Pak Hadi Bagaskara Ibrahim Bapak dari Pak Malik Ibrahim CEO Darma Corp."
"Atasan Ghea bukan?" Tanya Malik lagi.
"Langsung saja pak haris, atasan kami pak hadi meminta anda untuk menemuinya di restoran samping rumah sakit ini" Pengawal itu langsung ke inti pembicaraan.
__ADS_1
"Bukan maksud saya ingin menolak pak tapi saya menjaga mertua saya."
"Bapak bisa mempercayai kami untuk menjaga mertua bapak, beliau akan aman dalam penjagaan kami."
Setelah menimbang sejenak akhirnya haris menyetujui tawaran dari dua orang yang mengaku bawahan dari bos ghea, istrinya.
Sesuai instruksi haris mendatangi restoran di samping Rumah Sakit Bakti Husada.
Haris menanyakan reservasi atas nama Hadi Bagaskara Ibrahim, pelayan pun mengantar haris ke menuju sebuah private room.
"Pak Haris Dermawan" Tanya hadi sambil menjabat tangan haris.
"Silahkan duduk pak" Hadi mempersilahkan haris untuk duduk dan memesan apa yang dia inginkan.
Haris dan Hadi hanya memesan secangkir kopi sebagai teman ngobrol mereka.
Hadi mengambil sesuatu dari balik dan jasnya dan memberikannya pada Haris.
Alangkah terkejut Haris melihat foto yang diberikan oleh Hadi adalah foto istrinya bersama lelaki lain.
"Berani kamu Ghea" Haris geram, istri yang dia puja-puja ternyata telah berkhianat.
"Pak Haris tenang dulu, hubungan mereka dia telah usai. Lelaki itu adalah putra saya Malik Ibrahim" Jelas Hadi, dia bisa melihat pancaran emosi dan kecewa dari mata Haris.
"Anda yakin hubungan mereka memang telah usai? Bisa saja itu akal-akalan mereka untuk mengelabui anda dan saya" Penjelasan dari Haris membuat Hadi bungkam. Mulutnya terkunci rapat.
"Baiknya aku tunggu saja setelah keadaan mama membaik" Batin Haris.
Beberapa hari kemudian kondisi mama ghea sudah pulih dan sudah diizinkan untuk pulang.
Ketika sudah mengantar mamanya untuk beristirahat di kamar, Ghea menghampiri Haris di taman belakang rumah karena ada yang ingin bicarakan.
"Bisa kamu jelaskan foto ini, Ghea?" Tanya Haris sambil melemparkan foto perselingkuhan istrinya dengan atasannya.
"Jadi ini alasan kamu dipecat karena Tuan Hadi menangkap basah perselingkuhan kalian?"
"Dimana kehormatanmu sebagai seorang istri?"
"Kamu telah kehilangan kesucianmu sebagai seorang istri?"
"Hebat sekali kamu Ghea memainkan dua peran sekaligus."
"Di satu sisi kamu adalah istri yang baik dalam melayaniku sebagai suami, dan di sisi berbeda kamu adalah seseorang yang licik yang tega menghianati dan membohongiku."
"Dan aku? Aku adalah laki-laki yang masih mencintaimu dalam kebodohan."
__ADS_1
"Kamu menipuku Ghea."
Haris terus mengeluarkan uneg-unegnya, membuat Ghea menangis tanpa henti. Dia terjatuh, dia memeluk kaki Haris.
"Maafkan aku mas" Suara Ghea parau, sesak di dadanya terus bertambah.
"Aku maafkan kamu asal kamu dengan sungguh-sungguh memutuskan hubunganmu dengan dia."
"Iya mas, aku akan memutuskan hubunganku dengan dia di depanmu" Ghea masih memeluk kaki Haris sambil terisak.
Flashback Off
"Assalamu alaikum mas" Ucap Ghea dan Bina ketika mereka sampai di rumah Bina dan melihat Haris sedang duduk santai di teras.
"Yuk kita pergi sekarang mas" Ajak Ghea pada Haris karena dia telah berjanji untuk mencukupkan perasaannya terhadap Malik.
"Mas Haris ngak keberatankan kalau sebelum ketemu dia kita antar Bina dulu ke rumahnya" Ghea meminta izin pada suaminya.
"Ngak apa-apa kok sekalian mampir aja kan waktu Bina nikah kita ngak sempet hadir karena mama lagi sakit" Ucapan Haris membuat Ghea dan Bina tersenyum sumringah.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang?"
Bina dan Ghea mengangguk kemudian mengingkuti langkah Haris untuk masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan mobil yang dikendarai Haris diisi oleh canda gurau Ghea dan Bina.
Menempuh perjalanan hampir setengah jam tibalah mereka di depan bangunan dengan konsep modern klasik.
Ghea dan Haris dibuat kagum dengan rumah Bina.
"Rumah kamu bagus banget bin" Ucap Haris.
"Rumah ini seperti rumah impian mas malik" Batin Ghea.
"Bukan rumahku mas, tapi rumah suami aku" Ucapan Bina membuat Ghea dan Haris mengalihkan fokusnya.
"Seorang istri adalah ratu di rumahnya Bin, kamu itu kalau ngomong suka asal deh."
Mendengar ucapan Ghea membuat dada Bina sesak. Dia hanya memberikan senyum manisnya pada dua orang di sampingnya itu.
"Aku bukanlah ratu, aku disini hanya butiran debu. Bahkan nasib Bi Inah lebih beruntung daripada aku" Batin Bina.
"Masuk yuk, suami aku kalau weekend gini cuma stay di rumah" Tidak ingin mengingat ketidak beruntungannya di rumah ini dia mengajak Haris dan Ghea untuk masuk nememui Malik.
Bersiaplah untuk menguatkan hati kalian Ghea Paramitha, Malik Ibrahim dan Sabrina Magfirah.
__ADS_1
*Happy Reading*
Love Wawa💕