
Dimas dan Sari telah mendarat dengan selamat di negara yang dijuluki Kota Singa.
Informasi yang mereka dapat bahwa Bina dirawat di Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura.
Bina harus dirawat inap karena kondisinya yang memang harus bedrest dan tim dokter sedang melakukan observasi terhadapnya.
•
•
•
Dimas dan Sari menyusuri koridor rumah sakit untuk mencari ruang rawat sang adik.
BUGH
Seseorang dari arah berlawanan menabrak Sari.
"Mas Arham?" Ucap dengan nada pelan tapi masih bisa di dengar oleh Dimas dan Arham.
"Sa-Sari...? Tubuh Arham terpaku seketika.
Arham dan Sari saling menatap dalam ketegangan yang membuncah diri mereka masing-masing.
Sepertinya ada terpaan tornado yang berhembus menerpa pori-pori kulit mereka. Welcome back masa lalu penuh kepiluaan.
"Ini siapa, sayang?" Pertanyaan Dimas membuyarkan lamunan Sari.
"Ayo kita cari ruangan Bina, Mas. Jangan buat Abi dan Ummi menunggu kita" Sari mengenggam tangan Dimas untuk berlalu meninggalkan Arham.
•
•
•
"Assalamu alaikum" Ucap Dimas dan Sari ketika membuka pintu ruang rawat Bina.
Dimas dan Sari mencium tangan Ummi Aisya secara bergantian "Abi dan Ayah kemana Ummi?" Tanya Sari saat melihat hanya Ummi Aisya yang menjaga Bina.
"Ayah sama Abi lagi makan siang di kantin, kasihan mereka belum makan sejak tiba disini" Ucap Ummi Aisya sambil mengelus kepala Sari penuh kasih sayang.
Sari terbuai akan kasih sayang yang keluarga Rizky berikan kepadanya.
"Ummi susul Ayah dan Abi gih biar aku dan Mas Dimas jagain Bina" Ucap Sari.
"Makasih yah sayang udah sayang sama Bina seperti adik kandungmu ssndiri" Seru Ummi Aisya.
"Makasih juga udah menerima Sari di keluarga ini" Sari memeluk Ummi Aisya penuh rasa syukur.
__ADS_1
Ummi Aisya pergi menyusul suami dan kakak iparnya setelah ritual teletubies antara dirinya dan Sari selesai.
•
•
•
Dimas mengajak Sari duduk di sofa yang berada dalam ruangan, membelai kepala Sari penuh kasih sayang. Sembari memberi ciuman di pucuk kepala istrinya.
"Sayang itu tadi siapa? Kalian saling kenal?" Dimas masih membelai kepala sang istri.
"Dia arham, Mas" Jawab Sari.
"Dia?"
"Iya mas" Ucap Sari dengan lirih.
•
•
•
Flashback On
Dua Tahun Lalu
Ketika duduk di bangku kuliah Sari merupakan mahasiswa terpopuler, dia terkenal karena telah mengukir banyak prestasi dan mengharumkan nama kampus
Sari pernah menyandang gelar mahasiswi terbaik selama dua tahun berturut-turut. Sari juga menjadi anggota BEM yang saat itu berada diatas kepimpinan Arham Pratama.
Banyak lelaki yang mendekati dan menyukai Sari, tapi hanya seorang Arham Pratama yang mampu merebut hati primadona Universitas Darma Bangsa.
Tapi hubungan mereka ditentang keras oleh Wisnu Purnama, masalah perbedaan kasta tentu menjadi tuan rumah.
Arham Pratama berhasil masuk ke Universitas Darma Bangsa, kampus paling elit di ibu karena beasiswa. Arham berasal dari keluarga dengan ekonomi kelas menengah ke bawah. Ayahnya hanya seorang pegawai swasta biasa dan ibunya adalah ibu rumah tangg tulen.
Sampai satu ketika...
Hari ini Sari mengikuti sidang skripsi S1 Kedokteran dan hasilnya? Sari lulus dengan predikat Camlaude.
Arham berlari kecil menghampiri sang kekasih yang sedang menuruni tangga "Sari tunggu aku" Teriak Arham.
Sari pun berbalik dan menatap sang kekasih penuh cinta.
"Makan siang bareng yuk tapi maaf aku hanya biasa beliin kamu nasi goreng di pinggir jalan."
"Aku suka kok nasi goreng abang-abang, rasanya ngak jauh beda ama yang di restoran" Sari berusaha menerima Arham apa adanya. Dan dia selalu menerima dengan ikhlas pemberian Arham.
__ADS_1
"Ayo kita ke parkiran ngambil motor" Ajak Arham sambil mengandeng tangan sang pujaan hati.
Sampai di parkiran mereka di kagetkan oleh suara klakson yang berasal dari mobil yang semakin mendekat.
Sari hapal betul dengan mobil itu. Seketika kedua mata Sari terbelalak hebat. Kedua bibirnya sedikit terbuka, dia masih tidak percaya dengan apa yang kini dia lihat.
"SARI"
Ada Papa Wisnu yang berdiri dari jarak beberapa meter dengan posisi Sari dan Arham berada.
"Papa?"
Jantung Sari mencelos begitu saja, bahkan ritme nafasnya terlihat kasar.
"Ayo Sari kita hampiri Papamu" Arham berujar dengan santainya sambil mengandeng tangan Sari.
Wisnu mengeraskan rahangnya ketika Arham mengandeng tangan anaknya.
"Pah..." Desah Sari.
"Saya peringkatkan kamu untuk menjauhi anak saya."
"Papa..." Sari terus memelas pada sang Papa.
Seketika guntur sedang bersautan di langit memberikan dentuman keras untuk menampar Arham saat ini.
"Aku ngak ngerti maksud om" Arham masih tidak paham kemana arah pembicaraan Papa Wisnu.
"Papa udah dong, jangan seperti ini" Air mata Sari mulai menetes membasahi pipinya.
"Jadi selama ini kamu tidak melakukan perintah Papa untuk memutuskan hubungan dengannya?"
Ucapan Papa Wisnu semakin menghantam relung hati Arham.
Sari menggeleng dan terus meminta belas kasihan Papanya untuk tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti Arham.
"Kamu jauhi anak saya, kamu tidak pantas bersanding dengannya. Saya bisa mencarikannya lelaki yang jauh lebih baik." Papa Wisnu langsung menarik Sari dan memasukkanya ke dalam mobil."
Semenjak hari itu tidak ada lagi Sari yang penurut, tidak ada lagi Sari lemah lembut. Sari berubah 180° dan pada akhirnya Sari dengan suka rela menyerahkan kehormatannya pada Arham.
Beberapa pekan berlalu masalah datang Sari dinyatakan hamil, tapi Arham lari dari tanggung jawab. Mendengar kabar kehamilan Sari membuat Papa Wisnu meradang. Dia berniat untuk menggugurkan kandungan Sari, tapi Sari menolak.
Lalu Papa Wisnu mengalah dan membiarkan Sari mempertahankan kandungannya.
Semesta seolah tidak membiarkan Sari untuk berbahagia bayi yang dia kandung selama sembilan bulan lahir dalam keadaan tak bernyawa. Hancur dunianya.
Meskipun itu bukanlah realita sesungguhnya. Bayi Sari masih hidup, tapi Papa Wisnu membuangnya di Panti Asuhan Kasih Abadi. Bahkan Papa Wisnu membuat makam palsu untuk membuat Sari terlena akan sandiwara yang dia mainkan.
Flashback Off
__ADS_1
*Happy Reading*
Love Wawa💕