
Sungguh beruntunglah Arham Pratama mempunyai Mama Lusi yang mempunyai kepintaran di atas rata-rata penduduk bumi.
Sesuai dengan saran yang diberikan oleh Mama Lusi dan keyakinan yang kuat bahwa Ghema memang benarnya anaknya bersama Sari, Arham akhirnya melalukan Tes DNA atas Ghema.
Bagaimana cara Arham mendapatkan sampel DNA Ghema? Itu bukanlah hal yang sulit buat Arham dapatkan.
Setelah sepeninggal Malik Ibrahim aktifitas Darma Corp untuk sementara dipimpin oleh Reza Syauki. Dan Sabrina Magfirah kembali mempimpin Garuda Corp.
Sebisa mungkin meskipun sibuk dengan urusan perusahaan Bina tak ingin kehilangan moment kebersamaan dan tumbuh kembang kedua putrinya. Lestari Ghema Ibrahim dan Rizky Mina Ibrahim.
Bina memasukkan Ghema juga Mina dalam satu sekolah yang sama. Agar kedua malaikat kecilnya itu bisa saling menjaga dan melindungi satu sama lain.
Setiap pulang sekolah Bina selalu memboyong kedua putrinya untuk ikut dengannya ke Garuda Corp. Dan disinilah awal jati diri Lestari Ghema Ibrahim akan terungkap.
"Mas Arham bisa ke ruangan saya sebentar? Saya butuh surat kontrak dengan perusahaan Angkasa Group." Ucap Bina setelah menekan tombol intercom yang terdapat di atas mejanya.
"Baik, Bu. Saya kesana sekarang." Jawab Arham dengan nada tegas.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!" Ucap Bina. Dan nampaklah Arham sambil membawa map biru dengan label Kontrak Angkasa Group.
"OM..." Teriak Ghema juga Mina saat melihat Arhamlah yang masuk ke dalam ruangan Sang Bunda.
"Hei para princess, apa kabar kalian?" Ucap Arham lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Ghema juga Mina.
"Baik Om." Ucap Ghema dan Sari bersamaan. Bina hanya tersenyum manis melihat tingkah kedua putrinya.
"Om kepang rambut aku dong." Pinta Ghema pada Arham. Karena Mina sedari kecil memang telah diajarkan oleh Bina untuk memakai kerudung. Untuk Ghema, Bina belum bisa memaksakan kehendak.
"Om kerja dulu abis itu Om kepang rambut kamu yah." Entah mengapa sangat sulit untuk Arham menolak keinginan Ghema.
"Ghema jangan ngerepotin Om Arham dong sayang. Bunda aja yang kepang yah?" Ucap Bina dengan nada lembut dan senyum meneduhkan hati.
__ADS_1
Mendengar titah dari Sang Bunda meredupkan binar di mata Ghema.
"Ngak apa-apa kok, Bu." Ucap Arham dengan mengusap rambut Ghema. Arham benar-benar takjub dengan Ghema, sungguh tidak ada dari seinchi pun tubuhnya yang tak mewarisi Sari Indah Purnama.
"Main dulu ama adek Mina yah. Om mau bicara ama Bunda kalian dulu." Kedua anak itu pun kembali ke permainan lego mereka.
Arham menghampiri Bina dan menarik kursi yang berada di depan meja kerja atasannya itu.
"Ini surat kontraknya Bu." Sahut Arham sambil memberikan map berisikan surat kontrak kerja sama dengan Angkasa Group.
Bina membaca dengan seksama isi kontrak kerja sama yang akan dilakukan antara Garuda Corp juga Angkasa Group.
Keuntungan yang akan Garuda Corp dapatkan dalam kerja sama ini sangatlah fantasis. Bukan lagi jumlah milyaran tapi triliyunan.
"Kamu usahakan agar Ibu Ayu mau menandatangi kontrak ini!" Titah Bina dengan tegas dan berwibawa.
"Baik Bu saya akan mengusahakannya." Jawab Arham.
"Janji temumu dengan Ibu Ayu kapan?" Tanya Bina sambil menutup map tersebut.
"Kalau begitu saya pamit kembali ke ruangan saya dulu Bu." Pamit Arham, tapi niatnya terurungkan karena teringat permintaan Ghema beberapa saat lalu.
Dia pun memutar badannya dan mendekati kedua putri dari Sabrina Magfirah itu.
"Kakak Ghema masih mau rambutnya dikepang ngak?" Tanya Arham sambil mendudukkan dirinya di antara Ghema dan Mina.
"Mau Om." Jawab Ghema dengan antusias.
Arham mulai merapikan rambut panjang Ghema terlebih dahulu. Tiba-tiba dia teringat akan nasihat Mama Lusi semalam perihal Tes DNA terhadap Ghema.
Ketika melihat ada helaian rambut Ghema dengan yang rontok di sisir dengan gerakan cepat dia mengambil sisir itu dan memasukkan ke kantung dalam jasnya.
"Semoga saja kamu benar anakku dengan Sari, Nak." Batin Arham sambil menatap sendu seorang Lestari Ghema Ibrahim.
__ADS_1
•
•
•
•
Angkasa Group
Wanita berparas ayu nan meneduhkan berjalan menyusuri kawasan Angkasa Group. Menggunakan dress pink dan dipadukan dengan blazzer dengan warna senada sungguh memukau bagi yang memandangnya.
Iya dialah adalah Fitra Ayu ibu dari kedua anaknya Alfian Alfattah juga Ika Putri Pratama.
Kini dia menggantikan posisi Sang Papa sebagai pimpinan tertinggi Angkasa Group.
Melihat sang atasan telah memasuki ruangannya Desi meraih tablet dan mengekori Ayu memasuki ruangannya.
"Jadwal saya hari ini apa, Mbak?" Tanya Ayu setelah mendudukkan dirinya di kursi kerja.
"Hanya penanda tangan kontrak dengan perwakilan Garuda Corp Bu." Ucap Desi dengan nada halus sehalus mungkin. Meskipun dia lebih tua dari Ayu, tapi dia tetap harus segan terhadapnya karena disini Ayu adalah Pimpinan tertinggi Angkasa Group setelah Galih Surya Atmadja memberikan estafet kepemimpinannya pada putri semata wayangnya.
"Ibu Bina?" Tanya Ayu.
"Bukan Bu, tapi wakil direktur Garuda Corp Arham Pratama." Penjelasan Desi membuat Ayu sejenak berpikir kenapa nama yang disebut sekretarisnya itu terasa akrab di telinganya.
"Arham Pratama?" Gumam Ayu dengan nada pelan tapi masih bisa didengar oleh Cindy Desi Anggraini.
"Iya Bu. Pak Arham adalah wakil direktur yang baru di Garuda Corp." Jelas Desi dengan senyum manis dan menampilkan deretan gigi putihnya.
"Baiklah, Mbak Desi kalau suami saya atau Pak Arham datang langsung suruh masuk saja yah." Setelah mendapat jawaban dari Desi, Ayu mempersilahkan sang asisten untuk kembali bekerja.
Kalau Like dan Komentnya banyak Wawa tambahin satu bab lagi😘💕
__ADS_1
...Bersambung......