Labirin Duka

Labirin Duka
BAB 29


__ADS_3

Sabrina Magfirah


Sudah lebih dari dua pekan Bina dan putrinya berada di Indonesia. Mina sudah kembali bersekolah di sekolah barunya. Bina menyekolahkan Mina di TK yang lokasinya tidak jauh dari gedung megah Garuda Corp.


Lalu bagaimana dengan Bina saat ini? Sepekan yang lalu Garuda Corp mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham tujuannya adalah karena Afnan Rizky ingin memberikan tongkat estafet kepemimpinan Garuda Corp pada putri mahkotanya Sabrina Magfirah.


Dan Bina pun terpilih secara aklamasi oleh para peserta rapat. Dia kini resmi menjadi Presdir Garuda Corp.


Setiap pagi, sebelum ke kantor Bina selalu mengantar putri kecilnya itu ke sekolah terlebih dahulu. Karena tidak bisa menemani Mina di sekolah selama jam pelajaran berlangsung akhirnya dia memberikan pengawal pada putrinya. Jadi Bina hanya mengantar dan menjemput Mina.


"Belajar yang rajin yah sayang, nurut sama bu guru" Pesan Bina pada Mina sambil mensejajarkan badannya dengan sang putri.


"Iya Nda" Mina berlari masuk ke dalam kelas setelah mencium punggung tangan Bundanya.


"Mbak Sarah saya titip Mina yah" Pinta Bina pada pengawal putrinya.


"Siap Nona, anda bisa saya mempercayai saya" Ucap Sarah.


Sarah ada pengawal yang direkomendasikan Dimas pada Bina. Sarah adalah teman Dimas semasa kuliah dia ahli dalam ilmu bela diri dan sudah mendapat sabuk hitam.


Handphone yang berada dalam handbag Bina berdering ternyata Mita mengirimkan pesan padanya.


Hari ini pukul 09.00 kita ada meeting dengan kontraktor untuk pembangunan hotel di kawasan Jakarta Timur. Lalu pukul 13.00 Ibu harus melakukan tes wawancara terhadap calon manager divisi akuntansi.


Seperti itulah pesan berisikan agenda yang Mita kirimkan pada atasannya.


"Mbak Sarah saya harus ke kantor sekarang, Assalamu alaikum" Bina berjalan ke arah parkiran dan memasuki mobilnya untuk segera ke kantor.


Abi Afnan, Ayah Satya dan Dimas selalu mendesak Bina menggunakan supir pribadi tapi dia menolak dengan keras permintaan itu.


Jarak sekolah Mina yang dekat dengan kawasan Garuda Corp memperpendek jarak tempuh Sang Bunda untuk tiba kantor.


Sesampainya di kantor Bina langsung menuju ruangannya. Dia harus mempelajari bahan meeting yang akan dibahas nantinya dengan para kontraktor. Ini adalah proyek yang Bina design jadi harus sesuai dengan keinginannnya. Dalam soal kerjaan tidak ada yang meragukan bahwa seorang Sabrina Magfirah memang turunan dari Afnan Rizky.


Meeting yang Bina prediksi hanya berjalan dua jam justru berjalan lebih dari tiga jam. Setelah menemukan kesepakatan dengan para kontraktor Bina mengakhiri meetingnya. Dan segera menjemput sang putri.





Malik Ibrahim


Sepertinya nasib apes sedang menimpa Duren Sawit itu (Duda Keren Sarang Duit). Mobil yang dia tumpangi mengalami pecah ban. Untung saja dia pergi dengan supir pribadi. Semalam dia mabuk berat, tentu saja kepulangan Bina dengan membawa sang putri menjadi pokok permasalahannya.


Malik turun memeriksa mobilnya bersama si supir "Cepat ganti ban mobilnya sejam lagi saya ada meeting" Titah Malik. Si supir pun segera melaksanakan perintah tuannya.


Malik memandang sekitarnya, matanya menangkap seorang anak kecil yang tengah duduk sendiri. Dia melangkahkan kakinya mendekati anak kecil yang wajahnya sangat familiar. Entah apakah dia pernah bertemu dengan anak itu sebelumnya?

__ADS_1


Anak kecil itu duduk sambil terisak sendiri "Kenapa dia bersedih?" Batin Malik.


Kini Malik telah mendudukkan dirinya di samping gadis malang itu. Ada yang aneh dari Malik, kenapa hatinya tiba-tiba bergetar?


"Hayyy..." Sapa Malik pada gadis manis dan lucu itu.


Mina mendongakkan kepalanya "Assalamu alaikum, kata bunda kalau ketemu orang harus salam."


"Waalaikum salam, kenapa kamu duduk sendiri?" Tanya Malik tapi Mina tidak menanggapinya.


"Kamu Mi-na?" Mendengar namanya disebut Mina menghapus air matanya dan kembali menatap Malik.


"Om siapa? Kenapa bisa tahu nama Mina? Tanyanya dengan polos.


"Om adalah teman mamamu."


"Bunda? Om serius temannya Bunda?"





Sabrina Magfirah dan Malik Ibrahim


"MINAAAAAA" Teriakan keras Bina terdengar di telinga Malik dan Mina.


Bina berusaha melangkahkan kakinya mendekati dua makhluk di depannya itu. Doa dan pejaman mata sudah cukup menjelaskan betapa rapuhnya dia.


"BUNDAAAA" Mina berteriak sambil berlari ke arah Bundanya. Mina memeluk erat sang bunda.


"Bu Sarah lagi dipanggil sama bu guru jadi aku nungguin dia sendiri, terus om itu datang" Jelas Mina.


"Jadi dia anakmu?" Tanya Malik dengan nada merendahkan Bina. "Aku hampir saja jatuh hati pada anak ini, untunglah Allah cepat menyadarkanku."


"Anak ini adalah anak dari seorang Sabrina Magfirah, wanita yang hamil tanpa suami?"


"Coba kamu lihat anakmu baik-baik. Apa kamu tidak kasihan terhadapnya? Anak yang terlahir dari hubungan gelapmu dengan laki-laki brengs*k."


Malik mendekat dan mensejajarkan dirinya dengan Mina "Mina?"


"Mina pernah bertemu dengan papa?" Mina hanya menggeleng. "Berarti Mina itu anak haram dong, mau om jelasin apa itu anak haram?" Tanya Malik dan dijawab anggukan kepala.


"Anak haram adalah Mina lahir tanpa seorang ayah, bahkan Mina tidak bisa melihat dan bertemu dengan ayah se-la-ma-nya" Malik berteriak BINGO karena telah berhasil membalaskan dendamnya pada Bina.


PLAK


Malik merasakan sensasi panas di pipinya akibat tamparan Bina.

__ADS_1


"Kamu menyebut Mina anak haram lalu apa sebutan untuk seorang lelaki yang telah membuat dia hadir?"


"BRENGS*K" Ucap Malik dengan nada tinggi.


"Nona Bina..." Panggil Sarah yang telah keluar dari ruang guru.


"Maaf Non..."


"Tidak apa-apa Mbak saya mengerti, bawa Mina ke mobil tunggu disana saja yah" Sarah segera membawa Mina masuk ke dalam mobil.


Bina kembali menatap Malik dengan tatapan penuh kebencian.


"Kamu merendahkanku dan mengatakan Mina adalah anak haram. Asal kamu tahu aku dan Mina pun tak ingin berada di posisi sulit ini. Anak yang kamu sebut anak haram itu adalah anakmu. Lelaki brengs*k itu adalah kamu."


Malik terdiam sungguh kejutan tak terduga, dia adalah tersangka dalam keadaan ini.


"Tidak, Bina pasti berbohong. Ini cuma akal-akalan Bina. Bagaimana Mina adalah anakku? Aku berpisah dengan Bina sudah lebih dari enam tahun. Lalu Mina baru berusai empat tahun enam bulan." Batin Malik.


"Kamu pasti lupakan? Malam itu kamu menghabisiku secara membabi buta lalu kamu pergi meninggalkanku. Kamu adalah lelaki brengs*k yang telah membagi benihmu dengan perempuan lain."


"Bukankah kamu juga punya anak haram bernama Ghema?" Bina berlalu meninggalkan Malik yang masih diam terpaku.





**Bukan ini yang ku mau


Lalu untuk apa kau datang?


Rindu tak bisa diatur


Kita tak pernah mengerti


Kau dan Aku menyakitkan


Pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat, di waktu yang salah


Waktu Yang Salah (Fiersa Besari*)


NB: Akhirnya setelah bersemedi aku bisa mempertemukan mereka. Jangan lupa jempol dan sempetin koment. Biar aku bisa cepat mikir bagaimana cara mengungkapkan siapa Mina ke Malik.

__ADS_1


*Happy Reading*


Love Wawa💕


__ADS_2