Labirin Duka

Labirin Duka
BAB 12


__ADS_3

Sang surya kembali terbit menyinari bumi. Bina terbangun, borgol yang berada di kedua tangannya pun terlepas.


Bina segera turun dari tempat tidur dan memungut baju-bajunya yang berserakan.


Selama sepekan Sabrina harus mengambil alih tugas Bi Inah karena ART nya itu sedang pulang kampung.


Setelah membersihkan diri, dia bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


Bina hanya memasak nasi goreng telur ceplok untuk Malik, tak lupa juga membuatkan suaminya secangkir kopi.


Malik menuju dapur untuk sarapan, tapi ketika sudah berada di dapur dia tampak kebingungan.


"Kenapa mas?"


Tapi Malik seakan menutup telinga akan pertanyaan istrinya.


"BIBI" Teriakan Malik dengan nada tinggi membuat panas telinga Bina.


"Bibi lagi pulang kampung selama sepekan mas, ibunya lagi sakit" Jawab Bina sambil menuangkan air putih ke gelas suaminya.


Sekilas Malik menatap sepiring nasi goreng dan secangkir kopi yang berada di meja makan.


"Siapa yang masak?"


"Aku mas"


Malik duduk meja makan, Bina berpikir bahwa suaminya itu akan memakan masakannya.


Tapi Malik justru menjatuhkan nasi yang ada piringnya. Nasinya pun berserakan di lantai.


Air mata Bina menggenang di pelupuk matanya.


"Air mata loh ngak akan mengubah segalanya, gue akan tetap membuat loh menderita"


Malik meraih tas kerjanya, dan hal mengejutkan kembali terjadi. Malik menyiram Bina dengan kopi yang masih hangat.


Bina semakin terisak, tapi Malik? Dia justru memberikan Bina senyum liciknya.


"Ummi Abi tolong Bina" Rintihnya dalam hati.


"Ngak usah sok-sok ngelayanin gue" Ujar Malik sambil berlalu meninggalkan Bina.


----------


Siang ini setelah waktu ishoma Malik ada agenda kunjungan rutin di Panti Asuhan Kasih Abadi.


Malik adalah salah satu donatur tetap disana.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" Teriak Malik dari dalam ruangannya.


Setelah drama pemecatan Ghea oleh Hadi Bagaskara Ibrahim, kini Andra harus rangkap jabatan menjadi asisten sekaligus sekretaris pribadi Malik Ibrahim.


"Semuanya sudah siap tuan."


"Baiklah saya berangkat sekarang."


Andra menyodorkan amplop coklat berisikan uang tunai kepada Malik "Ini tuan."


"Nominalnya sudah sesuai dengan yang anda inginkan" Imbuh Andra.


"Baiklah kamu urus disini selama saya keluar."


Malik berlalu keluar ruangan meninggalkan Andra.


Perjalanan Malik menuju Panti Asuhan Kasih Abadi ditemani oleh alunan MP3 yang dia putar secara acak.


Sampai terdengar lagu samg membuat hatinya tersayat akan kepiluan.


Kahitna - Mantan Terindah


*Mengapa engkau waktu itu


Putuskan cintaku

__ADS_1


Dan saat ini engkau selalu ingin bertemu


Dan mengulang jalin cinta


Reff


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana, aku disini


Meski hatiku memilihmu


Andai ku bisa


Ingin aku memelukmu lagi


Di hati ini hanya engkau mantan terindah


Yang selalu ku rindukan


Reff


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana, aku disini


Meski hatiku memilihmu


Engkau meminta padaku


Untuk mengatakan bila ku berubah


Jangan pernah kau ragukan


Engkau kan selalu di langkahku*


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana, aku disini


Meski hatiku memilihmu


Engkau disana, aku disini


Meski hatiku memilihmu


Yang telah kau buat


Sungguhlah indah


Buat diriku susah lupa*


Malik begitu menghayati lagu tersebut sampai dia tidak menyadari air matanya terjatuh dan bibirnya merintih menyebut nama Ghea.


----------


Kini Malik telah tiba di Panti Asuhan Kasih Abadi.


Kedatangan Malik disambut hangat oleh Bu Retno pengurus panti.


"Tuan Malik."


"Bu panggil saja saya Nak Malik, saya sudah menganggap ibu seperti orang tua saya."


"Baiklah Nak Malik."


"Bu bagaimana keadaan Ghema?" Tanya Malik pada Bu Retno.


"Alhamdulillah dia sehat pak, semakin aktif juga." Jelas Bu Retno sembari mengantar Malik untuk bertemu dengan Ghema.

__ADS_1


"Dia ada di kamarnya mungkin lagi diajak main dengan kakak-kakaknya" Imbuh Bu Retno.


"Saya bisa melihatnya bu?"


"Iya nak silahkan, ibu ke dapur dulu membuatkan kopi."


"Tidak usah repot bu, saya kesini hanya ingin bertemu Ghema bukan untuk meminum kopi" Ucap Malik dengan senyum manisnya.


"Ibu tidak repot kok."


Bu Retno pun melangkah meninggalkan Malik menuju dapur. Dan Malik masuk ke sebuah kamar yang dia yakini adalah kamar Ghema.


"Assalamu alaikum anak-anak" Malik membuka pintu sembari mengucap salam.


"Waalaikum salam, Om Malik" Jawab para anak yang berada di dalam kamar dengan nuansa Pink Baby itu.


"Om Malik bawa boneka untuk kalian. Mendengar ucapan Malik para anak-anak itu berhamburan meninggalkan kamar.


Panti Asuhan Kasih Abadi diisi mayoritas anak perempuan. Setelah ditinggalkan oleh anak-anak itu Malik berjalan mendekati box bayi yang ada di kamar itu.


"Assalamu alaikum anak papa" Ucap Malik pada bayi yang diprediksi baru berumur 6bulan itu.


Malik pun menggendong bayi perempuan yang bernama Ghema itu. Bayi berpipi gembul dengan kulit putih mulusnya.


Dipeluk oleh Malik membuat Ghema nyaman. Ghema pun menyentuh pipi Malik, kemudian Malik memberikan kecupan yang banyak pada Ghema.


"Kita keluar yuk nak, papa punya banyak mainan untuk kamu" Malik membawa Ghema untuk keluar bergabung dengan yang lainnya.


Tiba-tiba Ghema menangis dengan sangat kencang. Tapi sejurus kemudian Bu Retno datang dengan secangkir kopi dan sebotol susu untuk Ghema.


Bu Retno yang mendengar tangisan keras Ghema segera membuatkannya susu formula.


"Ini kopi untuk Nak Malik dan susu untuk Ghema."


Bu Retno hendak mengambil Ghema dari gendongan tapi Malik langsung mencegahnya.


"Biar saya saja bu yang meminumkannya."


"Tapi nak malik---" Sebelum Bu Retno menyelesaikan kalimatnya, Malik segera menggelengkan kepala sebagai isyarat penolakan.


Malik melantunkan shalawat sambil memberikan susu formal pada Ghema. Pertumbuhan Ghema sangat pesat, membuat Malik sangat kagum padanya.


Suara merdu Malik sangat menghipnotis Bu Retno, Ghema pun kini terlelap dalam dekapan hangat Malik.


"Semoga ketika kamu besar nanti, kamu bisa membanggakan papa dan mama nak" Batin Malik.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu mengalihkan fokus orang yang ada di ruang tamu.


"Assalamu alaikum."


"Waalaikum salam, Tante Ghea" Anak-anak yang tengah asik bermainan dengan mainan baru mereka pun berhamburan menyalami Ghea.


Mata Malik dan Ghea pun kini bertemu, tapi ketika kesadaran mulai menguasai Ghea dia langsung memutuskan kontak matanya.


Kini tatapan Ghea tertuju pada bayi yang ada dalam dekapan Malik.


"Ghema tidur mas?" Tanya Ghea tapi matanya masih tertuju pada Ghema.


"Iya, tadi aku sholawatin sambil meminumkannya susu" Malik menatap Ghea penuh kerinduan.


"Ya udah sini aku tidurin di box nya" Ghea bangkit dan mengambil Ghema dari dekapan Malik.


"Anak gadisnya mama udah makin berat yah, jangan cepat besar nak nanti mama ngak bisa gendong kamu lagi" Coleteh Ghea pada Ghema yang sedari tadi sudah terlelap.


"Dia juga anak aku Ghea, aku papanya." Ucap Malik yang mengikuti Ghea dan Ghema dari belakang.


"Kamu sensian banget sih mas." Ghea kini telah membaringkan Ghema dalam boxnya.


"Selamat tidur anakku, Lestari Ghema Ibrahim" Batin Malik.


Lestari Ghema Ibrahim, semoga kamu tidak melestarikan duka untuk dua orang yang telah tulus mencintai pasangan mereka, Haris Dermawan dan Sabrina Magfirah.


*Happy Reading*

__ADS_1


Love Wawa💕


__ADS_2