Labirin Duka

Labirin Duka
BAB 36


__ADS_3

"Aku bukanlah seorang Dilan, apalagi seorang pujangga. Aku adalah Malik Ibrahim seorang lelaki yang tak mempunyai cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Tulisan ini adalah perantara untukku mengajukan diri kembali menjadi imammu jika kamu sedia menerimaku. Tangan ini sungguh gemetar dan perasaan campur aduk, ingin aku ungkapkan kalimat ini padamu


I still love you


Malik Ibrahim"


"Niat banget sih kamu mas ngikutin Dilan" Ucap Bina dengan malu-malu.


"Will you be My Milea?" Tanya Malik sambil nyengir pada Bina.


"Yes I do" Ucap Bina dengan mengangguk mantap.


"Kalau gitu tanda tangan dong, ingat nama yang lengkap dan jelas. Tulis tanggal juga yah" Kata Malik dengan tersenyum lebar.


Setelah selesai dengan aktifitas makannya Malik memutuskan untuk mengajak Bina, Mina dan Ghema ke Mall.


Mereka berempat berjalan bak keluarga yang sangat bahagia. Lalu langkah Malik terhenti di depan stand foto box.


"Kok berhenti Yah...?" Tanya Mina.


"Kita foto di dalam yuk" Ajak Malik pada ketiga wanita tercintanya.


Ghema dan Mina mengangguk antusias. Dan Bina hanya mengulas senyum manisnya pada Malik.


Mereka pun masuk untuk berfoto dengan beragam pose. Setelah puas mereka pun keluar dari sana.


Malik menatap wajahnya dan Mina dengan mata berkaca-kaca. Dari pancaran matanya dia terlihat sangat sedih. Wajahnya dan Mina sangat mirip, tak ada yang meragukan bahwa Mina adalah anaknya.


Mereka keluar dari Mall ketika matahari hampir kembali ke peraduannya. Mina dan Ghema sangat senang setelah menghabiskan waktu seharian bersama orang tua mereka.


"Kita antar Ghema dulu yah, setelah itu aku antar kamu dan Mina pulang" Ucap Malik.


"Lalu mobilku?"


"Nanti aku nyuruh orang buat bawa pulang mobil kamu ke rumah" Bina hanya tersenyum mendengar ucapan Malik.


Setelah mengantar Ghema kembali ke panti asuhan, Malik kemudian mengantar Bina dan Mina.


Lalu tiba-tiga "BUNDA Aku kalah lagi" Jerit Mina dengan histeris.


"Kalau ngak mau kalah ngak usah main Mina" Jawab Bina dengan jengah.


"Kenapa sih?" Tanya Malik yang masih fokus mengemudi.


"Lagi main game zombie terus dia kalah Mas."


"Zombie?" Tanya Malik dengan alis bersambungan dan kening berkerut.


"Zombie itu mayat hidup yang suka makan manusia Yah" Jelas Mina.

__ADS_1


"Kalau gitu Ayah mau jadi zombie."


"Jadi Ayah akan makan aku dan Bunda dong?"


"Ngaklah, Ayah jadi zombie untuk menjaga Mina, Bunda dan Kak Ghema. Mana bisa Ayah makan orang yang paling Ayah sayang?"


"Zombie itu nyeremin Yah, gimana kalau Ayah jadi Malaikat aja?"


"Iya deh Ayah jadi malaikat aja, ngejagain kalian semua."


"Mina, Ayah cukup ngelanturnya Bunda ngak suka" Ucap Bina dengan sedikit menggertak.


"Tadi kamu panggil aku apa?" Tanya Malik.


"Ayah..." Cicit Bina.


Malik meraih tubuh Bina dan memberikan kecupan hangat di dahinya "Makasih Bunda" Ucapnya.


"Sama-sama Ayah."


"Bunda..."


"Heem..."


"Kita ngak ada yang tahu seberapa lama kita hidup. Tapi aku janji akan terus menjaga kamu, dimana pun aku berada. Satu hal yang harus kamu tahu selamanya aku akan terus mencintaimu" Ucap Malik sambil menggenggam tangan Bina.


"Kamu ngak akan kemana-mana Mas, kamu akan tetap bersamaku dan Mina."


"Kita sampai" Ucap Malik saat mobilnya telah memasuki kediaman Afnan Rizky.


"Kok kamu ikut turun mas?" Tanya Bina saat melihat Malik ikutan turun.


"Aku mau ketemu Abi dan Ummi" Tanpa aba-aba Malik langsung mendahului langkah Bina dan Mina.


"Assalamu Alaikum Abi, Ummi" Ucap Malik saat melihat kedua orangtua Bina sedang bersantai di ruang tamu.


"Masih berani kamu kesini setelah apa yang kamu lakukan pada anak saya?" Ucap Abi Afnan dengan geram.


"Abi jangan emosi dong" Ummi Aisya berusaha menetralkan emosi sang suami dengan ngelus punggungnya.


"Kek jangan gitu dong dengan Ayah Mina" Mina berlari dengan cepat memeluk kaki Ayahnya.


"Ayah? Bina coba kamu jelaskan kenapa Mina bisa memanggil lelaki ini sebagai Ayah?" Emosi Abi Afnan semakin mendidih.


"Mas Malik memang Ayahnya Mina Bi... Apa salah Mina memanggil Mas Malik Ayah?"


"Malik apa anak harammu itu tidak cukup untukmu sehingga kamu mendekati cucuku juga?" Tanya Abi Afnan dengan nada meremehkan Malik.


Mendengar ucapan Abi Afnan seperti menusuk jantung Malik dengan timah panas. Malik terjatuh bersimpuh di kaki lelaki yang telah resmi menjadi seorang kakek bagi anaknya itu.

__ADS_1


"Maafkan Malik Bi, Malik memang pernah menjadi sosok yang mengecewakan di masa lalu. Tapi sumpah demi Allah Ghema bukan anakku..."


"Kamu pikir saya akan mudah percaya?"


"Yang dikatakan Malik itu benar Bi" Suara bariton muncul dari arah pintu mengalihkan pandangan mereka semua.


"Mas Dimas?" Lirih Bina.


"Anak itu adalah anak angkat Malik dan Ghea beberapa tahun yang lalu. Mereka berdua kasihan karena sejak lahir anak itu telah dibuang oleh kedua orangtuanya. Malik dan Ghea punya rasa yang empati yang tinggi pada anak itu sehingga mereka menggabungkan nama mereka untuk anak itu. Lestari Ghema Ibrahim" Jelas Dimas.


"Sejak kapan kamu tahu soal ini Mas?" Tanya Bina.


"Sejak dulu" Ucap Dimas seolah tanpa rasa bersalah.


"Tega kamu mas, kamu tahu alasan aku meninggalkan Mas Malik karena ini" Bina histeris dan terus memukul Dimas.


"Sudah Bin, yang lalu biarlah berlalu yang terpenting kamu sudah tahu yang sebenarnya" Malik menarik Bina ke dalam pelukannya.


"Aku tutup mulut rapat-rapat karena aku ngak mau mendahului dia untuk jujur soal ini Bina" Jelas Dimas.


"Maafkan Abi sudah salah paham sama kamu Lik..." Ucap Abi Afnan penuh penyesalan.


"Ngak apa-apa Bi..." Ucap Malik penuh ketulusan.


"Kalau gitu aku pamit yah... Dimas aku titip Bina dan Mina jaga mereka baik-baik."


"Loh kan udah balik, ngapain masih nyuruh gue jagain mereka" Tanya Dimas dengan kebingungan.


"Bina..."


"Ya Mas..."


"Akan ada waktunya aku ngak bisa lagi berada di sampingmu dan Mina, tapi aku akan selalu di hati kalian."


"Kamu mau ninggalin kami Mas?" Ucap Bina sambil menatap lekat Malik.


"Aku kan mau pulang Bina" Kata Malik sambil mengelus pucuk kepala Bina.


"Pulangnya bentaran aja Yah" Kini Mina yang merengek pada Sang Ayah.


"Ini udah malam sayang besokkan kamu harus sekolah" Malik meraih Mina dan menggendongnya.


"Tapi aku kangen Yah..." Cicit Mina sambil bergelayut manja pada Malik. Membuat semua orang yang melihatnya memandang penuh keharuan.


"Ayah janji besok kita akan bertemu lagi, bukan hanya dengan Ayah dan Bunda tapi juga ada Opa, Oma, Aunty Aldita, Kakek, Nenek, Papa juga Mama."


"Sekarang kamu istirahat yah" Akhirnya Mina hanya mematuhi perintah Ayahnya.


"Aku pamit yah semuanya..." Malik meninggalkan kediaman Abi Afnan dengan senyum merekah.

__ADS_1


*Happy Reading*


Love Wawa💕


__ADS_2