
Berjuanglah Malik Ibrahim. Rengkuh kembali Bina dan Mina.
Sabrina Magfirah
Hari yang di tunggu Malik akhirnya pun tiba. Hari ini dia akan kembali memperjuangkan Bina dan Mina.
Aksinya dia mulai dengan mendekati Mina terlebih dahulu. Bukankah ada pepatah yang mengatakan "dekati dulu anaknya lalu dekati mamanya."
Dan itulah yang sedang Malik lakukan.
Darma Corp
"Andra ke ruangan gue sekarang" Titah Malik pada sang asisten di sambungan telpon.
Tak lebih dari lima menit Andra sudah berada di ruangang CEO Darma Corp.
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Anak kamu kan sudah dua, kamu pasti tahukan anak TK pulangnya jam berapa?"
"HAH? Apa pak?"
"Saya tidak akan mengulang ucapan saya Andra" Tegas Malik.
Andra melirik jam di pergelangan tangannya "Sekitar jam 10 atau jam 11 pak."
"Kamu bisa pergi."
Ketika Andra hendak membuka pintu Malik kembali bertanya "Anak perempuan sukanya diberikan apa?"
"Boneka atau coklat pak" Ucap Andra dengan penuh keyakinan.
"Yah sudah cepat keluar."
Andra pun segera keluar dari ruangan sang atasan dengan pertanyaan yang mengisi otaknya.
"Anak TK? Hadiah? Jangan-jangan karena putus asa ditinggal oleh Bu Bina dia jadi pedofil" Batin Andra.
Malik meninggalkan Darma Corp untuk mempersiapkan hadiah yang akan di berikan pada Mina. Bagaimana pun dia harus memperbaiki kesan Mina terhadap dirinya.
Malik menuju Mall untuk membelikan Mina boneka dan coklat terbaik. Setelah mendapat semua yang dia inginkan, Malik melajukan mobilnya menuju sekolah Mina.
Syukurlah Malik tiba saat bell pulang sekolah berbunyi. Mina keluar dari kelas duduk di bangku taman seorang diri. Sarah sedang izin cuti pada Bina karena ibunya sedang sakit.
Malik hendak menghamipiri Mina tiba-tiba "HUAAAAAAAH" Teriakan Mina mengangetkan Malik.
Malik ingin lebih mendekati Mina tapi dia kalah cepat karena seorang gurunya sudah lebih dulu menghampiri Mina.
"Kenapa sayang? Apa yang terjadi?" Tanya ibu guru sembari memeriksa tubuh Mina.
"Tadi ada Farid, dia bilang Mina ngak punya ayah. Ayah ngak sayang sama aku dan Bunda" Jelas Mina pada gurunya.
"Minaaa" Teriak Bina sambil menghampiri sang putri.
"Maaf sayang Bunda telat jemput soalnya tadi jalanan macet."
Melihat Mina sedang menangis dia mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri "Kenapa sayang?" Sambil mengusap air mata Mina.
"Tadi Farid bilang kalau aku ngak punya ayah."
Malik dan Bina sama terlukanya mendengar penjelasan Mina.
"Kapan sih ayah pulang bunda? Ayah ngak kangen sama kita?" Ucap Mina sesenggukan.
"Mina yang sabar yah, ayah pasti pulang kok" Ucap Bina sambil mengusap pipi anaknya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau abis ini kita ke taman?" Ajak Bina.
"Iya Bunda aku mau" Jawab Mina dengan sangat antusias.
•
•
•
Taman Kota
Malik Ibrahim
"Mina tunggu dulu disini yah, Bunda mau ke toilet sebentar" Ucap Bina. Mina pun mengangguk patuh atas ucapan sang Bunda.
Malik? Tanpa Bina dan Mina sadari mereka masih dalam pantauan lelaki yang kini berparas teduh itu.
Setelah kepergian Bina ke toilet, Mina melihat ada segerombolan anak-anak yang sedang bermain balon gelembung. Setelah menunggu lama tapi sang bunda belum juga kembali. Dan akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan anak-anak itu.
Malik pun mengikuti langkah Mina, dia tak ingin sang buah hati lepas dari pengawasannya begitu saja.
"Aku boleh ikut main ngak?" Tanya Mina pada segerombolan anak-anak itu.
"Kamu siapa, kita ngak kenal kamu. Kamu jauh-jauh deh" Jawab salah satu dari mereka.
Tapi Mina tak berpindah dari posisinya. Matanya mulai berkaca-kaca. Sampai salah satu dari anak-anak itu lagi mendorongnya. Tapi syukurlah Malik segera berlari menghampiri Mina.
"Kalian apain anak Om?" Tanya Malik pada anak-anak itu. Mendengar suara tinggi Malik anak-anak itu kaget dan berlari meninggalkan Malik.
"Kamu ngak apa-apa?" Malik memeriksa keadaan Mina dari atas sampai bawah.
Mina hanya menggeleng, Malik membawa tubuh kecil Mina ke dalam gendongannya.
Mina mengalungkan tangannya ke leher dan punggung Malik. Pipinya yang basah karena air mata menempel di bahu Malik.
"Aku mau sama bunda" Ucap Mina.
"Iya kita ke Bunda sekarang yah."
"Bunda mana om kok ngak ada sih?"
Malik mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Bina tapi tak dia temukan.
"Kita tunggu aja yah, nanti Bunda pasti balik kesini buat nyari kamu" Mina hanya mengangguk.
Sudah hampir sejam menunggu tapi Bina belum juga kembali.
"Gimana kalau om antar kamu pulang aja yah" Ajak Malik.
"Emang om tahu rumah aku?"
"Tahu kok, semua tentang kamu om tahu."
Mina menatap Malik lekat-lekat.
"Bunda kamu namanya Bina, Papa kamu Dimas."
"Om tahu Bunda dan Papa? Apa om juga tahu siapa ayah aku?"
Malik ingin mengatakan bahwa dialah ayahnya tapi sayang dia tidak memiliki keberanian.
"Om antar sekarang yah."
Dengan menggendong Mina, Malik berjalan keluar area taman menuju parkiran yang jaraknya lumayan jauh.
__ADS_1
Mina tertidur di bahu Malik, lumayan membuat tangan dan bahunya kaku. Tapi Malik tidak mengeluh, dia justru sangat bersyukur.
Sampai di mobil, Malik menurunkan sandaran kursi depan dalam posisi datar agar Mina tidur dengan nyaman.
Setelah memasang seatbelt pada Mina, Malik segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Bina.
•
•
•
Sabrina Magfirah dan Malik Ibrahim
Malik kini telah berada di rumah Afnan's Family. Dia mematikan deru mesin mobilnya.
Mina terbangun dan Malik pun tersenyum pada putri kecilnya itu.
"Sudah bangun?" Tanya Malik.
Mina bangun dari tidurnya dan duduk, dia melihat keluar jendela.
"Kita sudah sampai Om?" Tanya Mina.
"Iya ayo Om antar masuk. Bunda udah sampai tuh" Jelas Malik sambil menunjuk mobil Bina yang terparkir di garasi.
Malik menurunkan Mina tepat di samping pintu utama rumah Abi Afnan.
"Mina maaf yah tapi Om sepertinya ngak bisa ngantar kamu ke dalam, kamu ngak apa-apakan masuk sendiri ke dalam?" Tanya Malik.
Mina mengangguk "Terima kasih Om" Mina tersenyum lebar, melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumah.
"BUNDAAAA" Teriak Mina masuk ke dalam rumah.
"MINAAAAA"
Bina terlihat sangat lega melihat putrinya itu telah kembali. Begitupun dengan Ayah Satya.
"Kamu kemana aja sayang? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Bina.
Mina mengangguk "Iya Bunda ada Om baik yang tadi nolong aku?" Ucapnya dengan gembira.
"Bunda ngak lihat ada orang lain kok" Ucap Bina.
"Omnya nunggu di luar Bunda, dia ngak mau ikut masuk."
"Coba kamu lihat dulu Nak" Ucap Ayah Satya.
"Iya Ayah" Bina pun berjalan perlahan untuk menemui seseorang yang telah menolong putrinya.
Tubuh Bina lemas saat melihat Malik berada di depannya.
Malik menatap Bina penuh kerinduan dan penyesalan "Apa kabar Bina?"
Bina tak bergeming, dia masih berdiri mematung menatap Malik dengan ekspresi datar.
"Terima kasih sudah menyelamatkan putriku, Mas" Akhirnya Bina membuka mulutnya.
"Dia juga putriku Bina" Jelas Malik.
Bina tersenyum sarkas pada Malik "Putrimu? Aku ingatkan sama kamu Mas, kamu sendirikan yang bilang kalau Mina itu anak haram? Dia ngak akan melihat dan bertemu dengan ayahnya selamanya."
"Lalu untuk apa kamu temui dia lagi?" Tanya Bina.
**NB: Maaf baru bisa UP, Wawa lagi sibuk sama kegiatan Magang. UP nya ngak serutin dulu. Tapi aku usahin untuk UP dua kali sepekan.
__ADS_1
*Happy Reading*
Love Wawa💕**