Labirin Duka

Labirin Duka
Segelintir Kisah Sari


__ADS_3

Sari Indah Purnama


Perkenalkan namaku Sari Indah Purnama. Wanita yang pernah menjadi hina di masa lalu. Wanita yang dengan mudahnya memberikan mahkota berharganya pada lelaki yang masih berstatus sebagai pacar. Aku membuat malu kedua orang tuaku. Perbuatanku yang telah melanggar norma dan adab bagaikan panah tepat sasaran yang menghunus jantung kedua orang tuaku.


Aku berpikir jalan pintas yang aku tempuh agar papa ingin merestui hubunganku dengannya adalah jalan terbaik. Tapi sekali lagi aku salah, hal itu justru membuatku merasakan kehilangan yang bertubi-tubi.


Lelaki yang aku cintai pergi meninggalkan ku karena hinaan papa padanya. Papa beranggapan pria itu membawa dampak buruk padaku. Tanpa papa ketahui kalau akulah pengaruh buruk untuknya. Akulah yang suka rela menyerahkan kehormatanku padanya.


Setelah kepergiaannya pun aku kembali kehilangan, anak yang aku kandung selama sembilan bulan lamanya meninggal tanpa sempat melihat dunia, tanpa sempat ku dekap dalam dekapanpun.


Putus asa akan kehidupan? Sudah jelas jawabannya adalah iya. Berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidupku tapi Allah selalu berbaik hati padaku dengan memanjangkan hidupku.


Allah adalah sebaik-baiknya penulis skenario kehidupan. Tak hanya memperjang umurku sehingga aku bisa bertobat Dia juga telah mempertemukan ku dengan lelaki yang bisa menerima masa laluku yang kelam.


Dimas Satya Rizky lelaki pilihan papa, mungkin dirinya yang Allah gariskan menjadi jodohku.

__ADS_1


Satu nasihat darinya yang selalu aku ingat adalah "Arsi lebih memilih untuk kembali ke surga-Nya dan mungkin saja saat ini Nabi Ibrahim AS sedang mengajaknya bermain. Kepergiaan Arsi untuk selamanya akan Allah tukar dengan Baitul Hamdi."


"Baitul Hamdi?" Tanya Sari pada Dimas.


"Yang artinya rumah pujian. Kamu hanya perlu bersabar Inshaa Allah Arsi juga akan menjadi ladang pahala untuk kamu. Terus doakan dia yah" Nasihat Dinas itulah yang menjadi penguat untuk Sari menata hidupnya kembali.


Dua tahun setelah pernikahannya dengan Dimas, Rani Indah mama Sari menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit diabetes dan paru-paru yang beliau idap selama kurang lebih setahun. Luka mendalam atas kepergian Mama Rani sangat membekas untuk Sari terlebih lagi Papa Wisnu.


Menjelang setahun kepergian Mama Rani, Sari harus kembali berlapang dada mengikhlaskan kepergian Papa Wisnu.


Dukaku tidak hanya sampai disitu, usia pernikahanku dengan Dimas sebentar lagi akan memasuki tahun keenam tapi buah cinta kami belum juga hadir.


Apakah ada yang salah denganku? Mengapa sampai saat ini aku belum mengandung anak Mas Dimas? Tapi kalau ada masalah denganku kenapa aku bisa hamil Arsi?


Aku berusaha menepis semua ekspektasi negatif soal Mas Dimas, aku mendoktrin diriku bahwa Allah hanya belum mempercayaiku dan Mas Dimas untuk memiliki seorang anak.

__ADS_1


Lalu hari ini apa yang terjadi? Allah seolah mengajakku bercanda dia menghadirkan kembali sosok lelaki yang pernah memiliki hati dan cintaku.


Bukan hanya hati dan cinta tapi juga pemilik kehormatanku. Segelintir rasa rindu kembali hadir dihatiku. Kutatap matanya dengan lekat, ternyata kerinduan ini tak bertepuk sebelah tangan dia aku bisa melihat dari matanya terpancar aura kerinduan juga.


Tapi akal sehatku kembali menguasai diriku bahwa aku telah menjadi milik dari seorang Dimas Satya Rizky saat ini dan selamanya.


Readers: Papa Wisnu meninggal? Lalu bagaimana dengan nasib jati diri Ghema?


Wawa: Biarlah itu menjadi urusan Bunda Bina๐Ÿ˜†๐Ÿ˜…


Jangan lupa ritualnya Vote, Like dan Koment


Happy Reading


Love Wawa

__ADS_1


__ADS_2