
"Kalian duduk disini dulu yah aku buatin kalian minum" Bina berlalu menuju dapur setelah mempersilahkan Haris dan Ghea.
"Ngelunjak yah loh, keluyuran sampai sore begini" Malik menghampiri Bina yang sedang membuat minuman untuk Haris dan Ghea.
"Aku tadi pergi untuk ketemu sahabat aku mas, aku ngak keluyuran" Jelas Bina sambil menunduk dia tidak mempunyai keberanian walau untuk menatap Malik.
PLAK---
"Loh udah berani ngelawan gue" Satu tamparan dari Malik mendarat di pipi mulus Bina. Pipinya teras panas akibat tamparan suaminya.
"Maaf" Hanya itu yang Bina ucapkan.
"Loh masih mau keluyuran seperti ini?" Dengan nada sangat tinggi sampai terdengar oleh Haris dan Ghea.
"Mas itu Bina kenapa? Yuk kita lihat" Ghea menarik tangan suaminya untuk melihat ada apa dengan Bina.
Malik hampir menampar Bina untuk kedua kalinya tapi tangannya sudah dihadang oleh haris.
"Ghea?"
"....Mas Malik"
"Kamu?"
Ucapan berbeda diucapkan oleh Malik, Ghea dan Haris.
Bina yang sudah siap untuk menerima tampara dari Malik kembali membuka matanya. Dia terkejut melihat ekspresi Ghea, Malik dan Haris.
Sepertinya dia telah kehilangan sebuah berita besar.
"Bina, kamu istrinya Malik?" Bina hanya mengangguk atas pertanyaan Ghea.
"Ya Allah sahabat macam aku, maaf Bina maaf" Ghea memeluk Bina dengan sangat erat deraian air mata membasahi pipinya.
"Ghea ada hubungan apa kamu dengan iblis licik ini" Tanya Malik sambil mengacungkan telunjuknya pada Bina.
"Jaga bicara kamu mas" Ghea menghempaskan telunjuk Malik dari wajah Bina.
Bina melihat situasi ini semakin dibuat bingung.
"Ghea bisa kita luruskan ini sekarang?" Haris harus secepatnya menuntaskan perasaan Ghea dan Malik.
"Mas kita ngobrol di ruang tamu yah, Bina kamu juga ikut yah" Malik bungkam, Ghea menuntun Bina ke ruang tamu diikuti oleh Haris dan Malik.
__ADS_1
Setelah mereka berempat duduk di ruang tamu Ghea memberanikan diri untuk memecah keheningan di antara mereka.
"Mas Malik?"
"Iya kamu kenapa, kamu belum jawab pertanyaan aku."
"Bina adalah sahabat aku, dan tujuan aku kesini karena aku mau mencukupkan rasaku terhadapmu."
"Mas kamu tahukan sepatu? Kisah kita ibarat sepasang sepatu. Kita tidak bisa jalan beriringan. Kita selalu berganti posisi. Aku di depan kamu di belakang, kamu di depan aku di belakang."
"Mulai saat ini aku akan membenahi rumah tanggaku dengan mas haris, kamu harus mulai belajar untuk menerima dan mencintai Bina. Semua orang tua mau yang terbaik untuk anaknya, Tuan Hadi memilih Bina karena dialah yang pantas untuk bersamamu."
Ghea berbicara dengan setenang mungkin. Bohong jika dia pun tidak sesak, lelaki yang dia cintai, lelaki bijaksana yang selalu menemani harinya selama hampir setahun harus dia tinggalkan.
"Jadi selama ini kamu dan mas malik--?" Bina tidak sanggup menyelesaikan pertanyaannya.
"Maaf Bina, tapi mulai saat ini kamu adalah pemilik hak penuh atas dirinya" Ghea berucap sambil tersenyum hangat pada Bina dan Malik.
Malik hanya diam mendengar ocehan Ghea, hatinya rapuh, hancur sudah dunianya.
"Kalau begitu aku pamit, Kalian berdua harus bahagia" Ghea dan Haris beranjak dari duduk mereka.
----------
"Mas sakit" Bina terus merancau kesakitan tapi Malik sama sekali tidak menghiraukannya.
"Puas loh ngehancurin hidup gue, gara-gara loh Ghea ninggalin gue" Malik mendorong Bina sampai terjatuh di atas tempat tidur.
"Gue peringatkan sama loh jangan harap gue akan mencintai loh, loh hanya akan dapat rasa sakit yang lama kelamaan akan menggerogotimu" Malik berucap penuh kebencian kemudian meninggalkan Bina di kamar.
----------
Malam harinya setelah makan malam, Malik menyuruh Bina untuk ke kamarnya.
Ketika Bina telah masuk ke kamar Malik, dia membaringkan Bina di kasur dan memborgol kedua tangan Bina ke sandaran besi tempat tidur.
"Kamu mau mas?" Tanya Bina dengan ketakutan. Tapi Malik hanya memberi seringai liciknya.
"Gue hanya akan menikmati yang papa sudah berikan kepada gue, bukankah gue suami loh dan gue punya hak sepenuhnya atas diri loh?" Ketakutan Bina semakin bertambah, Bina membrontak sehingga kedua tangannya lebam.
Malik memulai aksinya, dia melepas jilbab instant Bina, lalu membuka satu persatu kancing piyamanya lalu menarik celana piyama Bina. Kini yang tersisa hanya bra dan celana dalamnya.
Malik menyumpal mulut Bina dengan sebuah handuk.
__ADS_1
"Apa loh siap sayang?" Ucap Malik sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Ternyata tubuh loh lumayan juga, kenapa loh tidak menjualnya ke lelaki hidung belang? Loh akan bergelimang harta."
"Gue ingin melihat aja kok apa loh menjaga kesucian loh atau loh sudah pernah menjual tubuh loh yang mempesona ini."
Sakit hati Bina mendengar hinaan dari suaminya, air mata sudah mengenang di pelupuk matanya.
Malik mulai meraba seluruh lekuk tubuh Bina, dari lengan lalu beralih ke perut dan berhenti di kedua gundakan sintal Bina.
Malik melirik Bina dan Bina pun menatap Malik dengan penuh kebencian. Bina tidak bisa melakukan apapun selain menerimanya terlebih lagi Malik memang suaminya. Malik berhak atas semua yang ada pada Bina.
"Bagaimana? Nikmat bukan?" Malik tersenyum meledek pada Bina.
Bina mendesah tak tertahankan ketika kedua tangan nakal Malik bergeliya di seluruh lekuk tubuh Bina.
Bina merasakan ngilu, geli dan menyengat, Malik yang melihat reaksi Bina tertawa dengan kencang.
"Loh lihat Bina? Tubuh j*l*ng lo sangat menikmati sentuhan gue" Malik pun melepas bra milik Bina dan melemparnya ke sembarang arah.
"Bina? Tubuh loh menantang gue untuk memberikannya lebih" Perasaan malu, marah dan kecewa dirasakan sekaligus oleh Bina.
Bina terus menarik-narik tangannya yang terbogol, setelah ini tangannya akan penuh lebam.
"Mas tolong jangan lakuin ini" Rintih Bina.
"Kenapa emang? Karena perjodohan gila ini gue harus pisah sama Ghea" Bisik Malik di telinga Bina.
"Hubungan kalian emang salah mas."
"Salah?" Ulang Malik dan Bina mengangguk sambil terisak.
"Kehadiran loh dalam hidup gue adalah kesalahan terbesar."
"Gue akan buat loh menyesal atas keputusan loh menerima perjodohan ini" Dengan senyum devil Malik meninggalkan Bina.
BRAK
Malik keluar sambil membanting pintu. Bina terus menangis hingga tanpa sadar dia mulai terbang menuju alam mimpi.
*Happy Reading*
Love Wawa💕
__ADS_1