Labirin Duka

Labirin Duka
BAB 7


__ADS_3

Kini Malik dan Abi Afnan kembali berkumpul bersama yang lainnya di ruang keluarga.


"Kalian habis ngapain?" Tanya Hadi ketika melihat Afnan dan Malik telah kembali.


"Bicara dari hati ke dengan Malik, anak kamu aman kok Di tenang aja ngak usah panik gitu"


"Yang dikatain Om Afnan benar pah, papa tenang aja" Penjelasan dari Malik belum membuat Hadi sepenuhnya tenang.


"Ngomong apaan sih?" Pertanyaan itu Hadi lontarkan sembari menatap Afnan dan Malik secara bergantian.


"Pembicaraan privasi antara calon mertua dan calon menantu pria nanti kamu juga ngelakuin kalau udah tiba saatnya untuk kamu ngelepas Dita"


"Dulu akinya Bina juga berpesan begitu ke aku pas mau ngelamar Aisya" Imbuh Afnan sambil menggemgang tangan sang istri.


"Oh iya Bin kamu mau mahar apa nak?" Tanya Mama Naya pada Sabrina..


"Aku mau seperangkat alat sholat dan Al'Qur-an aja tante" Bina menjawab pertanyaan calon mama mertuanya diiringin dengan senyum manis.


"Kok gitu sih kak, tenang uang Kak Malik banyak kok sekalipun kakak minta bongkahan berlian ngak akan habis" Ucapan dari Aldita sontak membuat mereka tertawa kecuali Malik yang hanya memberikan senyum setipis benang.


"Aku mau Kak Malik terus membimbing ku dalam beragama dan aku mau kalau pernikahan ini lebih mendekatkan kita pada sang pencipta"


"Masyaa Allah" Ucap Papa Hadi, Mama Naya dan Aldita bersamaan.


"Dasar norak dia kira aku semiskin itu apa" Batin Malik.


"Om, Tante aku boleh minta satu lagi ngak?" Bina tampak bingung mengutarakan permintaannya.


"Apa sayang?" Tanya Mama Naya.


"Aku mau cincin kawin dari perak tante" Permintaan Bina kembali membuat Hadi sekeluarga bingung.


"Kok bukan emas sih kak" Lagi-lagi Aldita tidak mengerti dengan jalan pikiran Bina.


"Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang aturan pemakaian cincin bagi kaum adam Dit" Bina mulai menjelaskan beberapa hadist yang dia ketahui.


**Hadist Pertama


Emas dan Sutra dihalalkan bagi para wanita di kaumku, namun diharamkan bagi para pria. (HR An-Nasai nomor 5148 dan Ahmad 4/392)


Hadist Kedua


Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam melarang cincin emas (bagi laki-laki). (HR Bukhari nomor 5863 dan Muslim nomor 2089)


Hadist Ketiga

__ADS_1


Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya. (HR Turmuzi)


Hadist Keempat


Aku melihat Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri seraya bersabda, "Kedua ini haram bagi laki-laki dari umatku." (HR Abu Daud**)


"Masyaa Allah kita ngak salah milih mantu, udah cantik sholeha lagi" Mama Naya semakin kagum dengan Sabrina.


"Kak Bina ngak sekalian minta hapalan Surah Ar-rahman ama Kak Malik?" Aldita menawarkan pada Bina.


Bina sontak memandang Malik dengan intens.


"Kamu ngeraguin aku?" Malik yang sedari tadi diam akhirnya buka suara juga.


"Ti-ti-dak kak, bukan gitu maksud aku" Malik menatap balik Bina sehingga membuat calon isrinya itu gugup.


"Aku akan penuhi semua itu"


"Mahar seperangkat alat sholat, Al-Qur'an, Surah Ar-rahman, dan cincin nikah yang terbuat dari perak" Pernyataan Malik membuat Bina amat senang.


"Pah, Mah, Om, Tante untuk semua biaya pernikanan aku yang tanggung. Kalian ngak perlu mengeluarkan uang sepeser pun" Perkataan dari Malik meninggalkan kesan bahwa dia adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab.


Semoga saja Malik memang ikhlas melakukan ini semua. Dan semoga tidak ada rencana buruk yang Malik rencanakan.


Malam semakin larut, kini keluarga Hadi pamit untuk pulang. Mereka sepakat bahwa pernikahan Malik dan Bina akan dilaksanakan dua pekan ke depan.


Sesampainya di apartemen Malik yang merasa lelah langsung menuju kamarnya. Dia melihat Ghea sedang tertidur menggunakan lingerie sehingga menampil tubuh sexynya.


Nafsu Malik meninggi melihat tubuh sexy Ghea. Dengan cepat Malik pun menanggalkan semua pakaiannya sehingga butuhnya kini polos tanpa sehelai benangpun.


Malik merangkak naik dan menindih tubuh Ghea. Ghea pun kaget karena melihat Malik sudah polos.


"Kok udah tegak sih?" Tanya Ghea saat melihat inti Malik.


"Kamu yang menggodaku sayang" Malik mulai menggoda Ghea.


"Bantu lemesin yah" Malik langsung memulai pergulatan mereka.


Dan terjadi apa yang seharusnya terjadi (Otor skip yah)😂😂


Hari terus berganti, dua hari lagi pernikahan Malik dan Bina akan terlaksana.


Bina sedang duduk termenung di pinggir kolam rumahnya. Bahkan dia tidak menyadari kedatangan sang ummi.


"Kamu bentar lagi akan nikah Bina, kenapa masih murung sih?" Tanya Ummi Aisya, sebagai seorang ibu yang telah melahirkan Bina dia pasti tahu bahwa saat ini putrinya sedang bersedih.

__ADS_1


"Mama Ghea lagi sakit ummi, Ghea ngak bisa hadir di pernikahan aku" Bina memeluk sang ummi.


"Yang penting doa dan restu Ghea mengiringi pernikahan kamu nak, kamu harus mengerti keadaan dia sekarang"


"Ini di luar Ghea sayang" Ummi Aisya berusaha menenangkan sang anak.


Hari Pernikahan Malik Ibrahim dan Sabrina Magfirah


Pernikahan Megah yang menyatukan Keluarga Hadi dan Afnan diselenggarakan di Hotel Green Earth. Hotel kepemilikan keluarga Ibrahim.


Di ruangan make up Bina di temani oleh Ummi Aisya, Mama Naya dan Aldita.


"Ya Allah mantuku cantiknya" Mama Naya terus memuji kecantikan Bina.


Bina memakai kebaya yang di design oleh perancang ternama tanah air. Kebaya modern bertaburkan svaroski semakin membuat tubuh Bina mempesona. Begitu pun dengan hijab yang dia kenakan.


Tak berapa lama WO datang mengatakan bahwa Ijab Qabul akan segera dilangsungkan.


Bina dibimbing oleh Ummi Aisya dan Mama Naya serta Aldita menuju tempat akad nikah diselenggarakan.


Sebelum prosesi ijab qabul dimulai Bina meminta izin kepada Ummi dan Abinya untuk menikah dengan lelaki pilihannya.


"Abi... Ummi..."


"Terima kasih karena sudah bersusah payah membesarkan Bina. Terima kasih sudah mau menerima sifat dan sikap Bina dengan penuh keikhlasan. Maafkan Bina yang belum bisa berbakti dan membahagiakan kalian"


Bina, Ummi Aisya, Mama Naya dan Aldita mulai terisak dalam suasana keheningan. Para tamu undanganmu pun ikut terjebak dalam kepiluan ini.


"Hari ini, di tempat ini, Bina meminta izin Abi dan Ummi untuk menikah dengan lelaki pilihan Bina. Bina berharap Abi dan Ummi memberikan ridho dan restu pada pernikahan kami ini."


"Abi dan Ummi meridhoi dan merestui pernikahan kalian" Jawab Abi Afnan dan juga mewakili istrinya yang masih berderai air mata.


"Sudah siap Pak Afnan, Nak Malik?" Tanya pak penghulu yang duduk di samping Abi Afnan. Malik dan Abi Afnan mengangguk bersamaan.


Penghulu pun mempersilahkan Abi Afnan dan Malik untuk berjabat tangan. Kedua mata lelaki beda generasi itu saling menatap.


"Saya nikahkan dan kawin engkau dengan putri kandung saya, Sabrina Magfirah binti Afnan Rizky dengan seperangkat alat sholat dan hapalan surah ar-rahman dibayar tunai..."


Dengan satu tarikan nafas Malik sukses mengucapkan kalimat Ijab Qalbu tanpa pengulangan. Hal itu membuat kedua saksi pernikahan dan para tamu berteriak.


"SAH"


Dengan suara lembut dan merdu Malik melantunkan hapalan surah Ar-rahman nya.


*Happy Reading*

__ADS_1


Love Wawa💕


__ADS_2