Labirin Duka

Labirin Duka
BAB 33


__ADS_3

Malik Ibrahim


"Ma-ma-lik" Ucap Ayah Satya saat keluar untuk menemui Bina.


"Ini Om yang udah antarin aku pulang Kek" Jelas Mina pada Ayah Satya.


"Om?" Tanya Ayah Satya.


Malik pun meraih punggung tangan Ayah Satya untuk dia cium.


"Om sehat?" Tanya Malik.


"Iya nak, masuk dulu kita ngobrol di dalam."


"Ayah..." Bina mau menolak seruan Ayah Satya tapi pria paru baya itu segera menggeleng kepala sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin ada bantahan.


Malik sebenarnya ingin menolak ajakan Ayah Satya tapi otaknya membuat kepalanya mengangguk.


Malik pun mengikuti langkah Ayah Satya dan Bina masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk mas aku buatin kopi dulu" Bina meninggalkan Malik, Ayah Satya dan Mina di ruang tamu.


Sementara Bina ke dalam, Ayah Satya memandang Malik. Dia dapat melihat dengan jelas kesedihan yang dirasakan Malik saat ini.


Ayah Satya mendekatkan dirinya pada Malik dan membawanya ke dalam dekapannya.


"Maafkan kami yang telah menjauhkan kamu dari Bina, bahkan tidak memberi tahumu soal Mina."


"Jangan minta maaf, Om. Ini salah aku bukan salah kalian."


"Kakek kenal dengan Om ini?" Tanya Mina saat melihat kedekatan antara Ayah Satya dan Malik.


"Hussh. Ini namanya Om Malik Mina" Ucap Bina yang keluar membawa nampan kecil dengan sebuah cangkir kecil berisi kopi hangat, dia letakkan di atas meja depan Malik.


"Diminum mas" Kata Bina.


"Kakek kapan ayah datang yah? Mina mau sama ayah" Celoteh Mina ketika berada di pangkuan Ayah Satya.


"Mina ayo sama Bunda kita mandi sore yah nak" Bina mengambil Mina yang masih bergelayut manja pada Ayah Satya.


"Ayah, Mas aku pamit dulu yah mandiin Mina" Pamit Bina.


"Kamu sering-sering kesini yah" Ucap Ayah Satya sambil mengantar Malik menuju pintu depan rumahnya.

__ADS_1


"Malik usahakan Om, Malik pamit dulu Assalamu Alaikum" Seru Malik sambil mencium punggung tangan Ayah Satya.





Sabrina Magfirah


Selepas mengantar Malik ke depan Ayah Satya kembali masuk ke dalam rumah. Dia melangkahkan kakinya menapaki anak tangga menuju kamar Mina.


"Bin..." Panggil Ayah Satya.


"Mina mana?" Tanyanya lagi.


"Masih mandi, Yah."


Ayah Satya menghela nafas panjang lalu memijat pangkal hidungnya. Lalu dia menatap lekat-lekat anak dari adiknya itu.


"Ayah kenapa?" Tanya Bina.


"Ayah ngak nyangka kamu setega ini sama Malik, Bin..."


Mendengar ucapan Ayah Satya, Bina menutup wajahnya. Tak lama kemudian Bina sesenggukan karena tangisnya mulai pecah.


"Mau sampai kapan kamu bersikap egois seperti ini?"


"Bina takut Yah, dia akan nyakitin Mina."


"Ingat Bina darah itu lebih kental dibanding air. Tidak ada yang dapat memisahkan batin seorang bapak terhadap anaknya. Apalagi ada darah Malik di setiap onggok daging yang berada di tubuh Mina" Ayah Satya meninggalkan Bina yang terdiam sambil mencerna perkataannya.


Malik terus dan terus berjuang untuk merengkuh kembali Bina dan Mina. Tapi sayang usahanya belum bisa meluluhkan keras hati pada Bina.


Hari ini Bina sedang mengadakan meeting dengan didampingi oleh Arham.


Bina seperti tidak fokus melakukan meeting hari ini. Entah kemana pikirannya bermuara? Tak ingin membuang kesempatan kerja sama yang sangat menguntungkan Arham pun berinisiatif untuk memimpin jalannya rapat.


Tak membutuhkan waktu yang lama kesepakatan telah terjalin diantara kedua belah pihak.


"Bu sepertinya anda sedang kehilangan fokus?" Tanya Arham saat meeting selesai.


Bina menghembuskan nafas panjangnya terlebih dahulu "Masalah pribadi, Ham" Kata Bina.

__ADS_1


"Anda bisa berbagi bukankah saya juga telah berbagi kisah masa lalu saya dengan anda."


"Ayahnya Mina telah kembali."


"Kami terpisah sudah enam tahun."


"Lalu apa masalahnya?"


"Aku belum siap untuk bertemu dengannya, Ham."


"Bayangin aja kamu jadi Ayahnya Mina apa kamu sanggup dipisahin sama anakmu."


"Kamu jangan egois, di dunia ini ada yang dikatakan mantan istri tapi ngak ada mantan anak."


"Mumpung Ayahnya masih ada biarkan Mina bertemu dengannya."


Bina mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh Arham tapi lelaki itu benar. Tak ada ucapannya yang bisa dia bantah.


"Akan aku usahakan."


"Aku jemput Mina dulu yah."


Bina keluar meninggalkan kawasan Garuda Corp untuk menjemput putri semata wayangnya itu.


Bina melajukan mobilnya menuju sekolah Mina. Hatinya kini sudah mantap ingin mempertemukan Mina dan Malik. Dia harus membuang egonya demi membahagiakan putrinya.


"Bundaaaa" Teriak Mina saat melihat Sang Bunda baru keluar dari mobilnya.


Anak dan ibu itu sedang melepas rindu setelah beberapa jam berpisah.


"Mau ikut Bunda ke suatu tempat? Bunda punya kejutan untuk kamu" Ucap Bina.


Mendengar Sang Bunda mengucapkan kata kejutan membuat mata Mina berbinar tak perlu waktu lama dia langsung mengangguk antusias.


Bina lalu mengajak Mina masuk ke dalam mobil. Bina melajukan mobilnya menuju rumah mewah kediaman Hadi Bagaskara Ibrahim.


Semoga setelah ini tidak ada lagi duka untuk Sabrina Magfirah.


Maaf cuma bisa UP segini dulu. Tetap favoritkan Labirin Duka yah💕


*Happy Reading*


Love Wawa💕

__ADS_1


__ADS_2