Labirin Duka

Labirin Duka
Setelah Kepergian Malik Ibrahim


__ADS_3

Rumah duka kini telah sepi dari pelayat. Ghea dan Haris datang setelah jenazah Malik usai dikuburkan. Bina duduk lemas di ruang tamu rumahnya. Ghea membawa Bina ke dalam pelukannya. Dia peluk erat sang sahabat, berusaha untuk saling menguatkan satu sama lain.


Kepergian Malik untuk selamanya begitu mendadak untuk semua orang yang mengenalnya. Tak terkecuali untuk seorang Ghea Paramitha, akal sehatnya masih belum bisa menerima bahwa sang mantan cinta terlarang telah menghembuskan nafas terakhirnya.


"Maafkan aku yah Bina, aku datangnya telat. Kamu harus kuat yah, Bin...." Ucap Ghea pada Bina sambil menangis.


Bina hanya bisa mengangguk dalam pelukan hangat Ghea.


Setelah dirasa kondisi Bina sudah mulai stabil Ghea pun melepaskan pelukannya sambil menyeka air mata Bina yang membasahi pipinya.


Kemudian Bina mulai menceritakan kronologis kecelakaan yang menimpa Malik.


"Bunda....." Mina datang menghampiri Bina, Ghea dan Haris. Ghea terperanjat kaget dengan kedatangan Mina.


"Bunda?" Ucap Ghea dengan kening berkerut.


"Ini anak kamu, Bin?" Seakan mengerti dengan jalan pikiran sang istri, Haris pun mendahului Ghea untuk bertanya.


"Iya Ghea, Mas Haris ini anak aku Rizky Mina Ibrahim. Anakku dan Mas Malik" Jelas Bina sambil mengusap punggung sang putri.


"Wajahnya Mas Malik banget, Bin" Ucap Ghea dengan tatapan sendunya. Melihat Mina seperti melihat Malik dalam wujud lain.


"Ghea...." Cicit Bina.


"Iya Bin...."


"Aku mau bicara ama kamu soal Ghema" Lagi lagi Ghea terperanjat kaget setelah nama sang anak angkat lolos dari mulut sang sahabat.


"Kamu jangan salah paham Bina. Ghema itu----"


"Aku udah tahu soal Ghema. Aku udah tahu siapa dia untuk kamu dan Mas Malik. Kenapa kamu dan dia begitu menyayanginya. Aku tahu Ghea" Bina buru-buru menyela ucapan Ghea.


"Apa kamu ngak keberatan kalau setelah ini aku mengadopsinya secara sah?" Tanya Bina penuh harap. Kepada siapa lagi dia meminta izin untuk mengadopsi Ghema setelah Malik berpulang untuk selamanya? Tentu saja jawabannya adalah kepada Ghea.


"Mengadopsi Ghema?" Ulang Ghea.


"Iya aku janji akan menyayanginya seperti aku sayang Mina. Aku tidak akan membedakan antara Mina dan Ghema" Ucap Bina penuh kesungguhan.


Ghea kembali mendekap erat sang sahabat, tangisnya tumpah membasahi pipinya. Dia tak menyangka bahwa Bina akan setulus ini dalam menyayangi Ghema.


"Makasih yah Bina kamu udah tulus sayang sama Ghema. Jaga Ghema untuk Mas Malik" Ucap Ghea dengan bahu yang naik turun seirama dengan isakannya.


"Iya, itu adalah janjiku Ghea."


"Soal surat adopsi Ghema aku kan menyuruh Mas Arham untuk mengurusnya" Ucap Bina setelah melepaskan pelukannya bersama Ghea.


"Arham...?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Iya Mas, dia orang kepercayaan aku di kantor" Penjelasan Bina membuat lega Haris dan Ghea. Mereka sempat berpikir jika Arham yang dimaksud Bina adalah calon kuat pengganti Malik kelak.


"Bin... Kalau gitu kami pamit dulu yah" Ucap Ghea setelah melirik jam di pergelangan tangannya.


"Iya Ghea kamu hati-hati yah."


"Bina kamu harus kuat yah. Sekarang kamu adalah sumber kekuatan untuk Mina dan Ghema. Kami janji akan selalu ada untuk kalian" Ucap Haris dengan senyum tulusnya. Dan diiringi oleh anggukan oleh Ghea.





Sudah tepat sepekan Malik meninggalkan orang-orang terkasihnya.


Seperti sebelumnya, Bina akan setia menatap foto kebersamaanya dengan Malik sebelum sang pemilik berpulang


menghadap-Nya.


"Mas sekarang hari-hariku terasa lebih berat" Rancau Bina ketika menatap nanar foto dalam genggamannya.


"Terima kasih sudah mencintaiku sampai lepas nafas terakhirmu."


"Aku sangat merindukanmu."


"Sudah sepekan kepergianmu, tapi perasaan hancur ini masih jelas menyisakan luka untukku dan Mina."


Bina beranjak dari duduknya, meraih tasnya seperti sedang mencari sesuatu.


Bina mengambil selembar kertas, menggenggam kertas erat kertas itu. Kertas berisikan proposal pengajuan diri Malik kembali.


Proposal yang Bina terima dengan penuh rasa bahagia. Tapi sekali lagi, semuanya berlalu begitu singkat.


"Kini yang tersisa hanyalah ragaku yang terbalut luka kehilanganmu. Kenapa takdir dengan mudahnya mengambilmu dariku Mas?" Bina kembali merancau sambil mengelus foto Malik.





Papa Hadi kini meminta Bina dan Mina secara khusus untuk tinggal di rumah yang telah Malik persiapkan untuk kedua wanita tersayangnya Sabrina Magfirah dan Rizky Mina Ibrahim.


Awalnya Abi Afnan menolak permintaan Papa Hadi tapi setelah mendengar bujuk rayu yang diucapkan Bina Abi Afnan pun mengiyakannya.


"Abi... Pah..." Panggil Bina dengan sangat pelan pada kedua papanya.

__ADS_1


Abi Afnan dan Papa Hadi mengdongakkan kepalanya bersamaan lalu menatap Bina.


"Aku berencana untuk mengadopsi Ghema" Cicit Bina.


"Mbak yakin mau mengadopsi dia? Mas Malik dan Mbak Ghea aja ngak seyakin itu loh Mbak" Ucap Aldita yang juga ikut berkumpul bersama di ruang keluarga.


"Inshaa Allah aku yakin, aku janji akan bersifat adil dan tidak akan membedakan antara Mina ataupun Ghema" Jawab Bina dengan penuh keyakinan.


"Papa dan Mama setuju aja sih" Ucap Papa Hadi.


"Abi dan Ummi juga terserah kamu Bina" Kata Abi Afnan.


"Setuju apa sih?" Tanya Dimas dan Sari yang baru datang dengan Mina yang berada dalam gendongan Dimas.


"Aku mau mengadopsi Ghema Mas" Kata Bina sambil meraih Mina dari gendongan Dimas.


"HAH?" Dimas terperanjat kaget dengan ucapan sang adik. Syukurnya Mina telah berada di dekapan Sang Bunda kalau tidak mungkin Mina akan terlepas dari gendongannya.


"Ada yang salah Mas?" Tanya Bina dengan menatap tajam Dimas. Bina tahu bahwa Dimas tidak akan membuat proses adopsi Ghema semulus jalan tol.


"Dia itu anak yang ngak jelas asal usulnya Bina, dan kamu dengan seenak jidat mau mengadopsi dia" Ucap Dimas dengan penuh amarah.


"Bisa aja dia adalah anak haram."


PLAK


"Diam kamu Mas. Kita ngak bisa milih akan terlahir menjadi anak siapa dan seperti apa status kita. Kalau aja itu bisa pasti kita akan memilih terlahir menjadi anak beruntung dengan bergelimang harta."


"Dan asal kamu tahu Ghema bukan anak haram. Tapi perbuatan kedua orang tuanya yang haram" Penjelasan Bina yang berapi-api membuat Dimas membisu.


"Aku akan tetap mengadopsi Ghema ada atau tidak adanya izin dari kamu Mas."


Bina meraih handphonenya yang berada di atas meja dan melakukan panggilan telpon dengan orang kepercayaannya.


"Assalamu alaikum Mas Arham" Ucapan Bina yang menyebutkan nama Arham membuat Dimas dan Sari menegang.


"......"


"Aku mau minta bantuan kamu Mas. Aku mau mengadopsi salah satu anak di Panti Asuhan Kasih Abadi atas nama Lestari Ghema Ibrahim. Bisa kamu persiapkan keperluan suratnya?"


"......"


"Baik Mas aku tunggu kabar selanjutnya yah" Bina memutuskan sambungan telponnya dan mengajak Mina untuk beristirahat di kamarnya.


*Labirin Duka season tiga sudah liris lagi. Sebagai konflik awal aku akan mempertemukan Sari, Ghema dan Arham. Akan seperti apa yah pertemuan mereka?


Janngan lupa yah Like, Koment dan Vote Labirin Duka*.

__ADS_1


Happy Reading


Love Wawa


__ADS_2