LAILA UNTUK KANG ROHIM

LAILA UNTUK KANG ROHIM
EPISODE 14 Firasat Laila


__ADS_3

Dua hari lagi adalah proses ijab Qabul Laila dan Rohim. Dirumah Laila telah dipasang tenda beberapa unit. Sedangkan di kediaman Pak Toha telah di penuhi barang seserahan untuk Laila. Dari pakaian dan semua kotak hantaran yang berjumlah 20 kotak. Sungguh Rohim ingin memuliakan calon istrinya. Ia yang memang bukan orang kaya. Namun karena ia telah menyiapkan biaya pernikahan nya. Maka tabungan yang cukup betul ia gunakan untuk prosesi meminang hingga menikahi Laila.


Bagi Rohim Laila perempuan istimewa dan harus ia muliakan. Walau Laila tak meminta macam-macam. Mukidi pun sibuk juga karena diminta membantu pak Toha. Ia pun jadi terpikir Rohim yang statusnya orang merantau dan hanya mengajar ngaji, serta hanya bekerja sebagai petani. Rohim mampu memberikan calon istrinya dan calon mertua seserahan yang begitu banyak. Maka dia pun harus juga menabung untuk persiapan jika dia akan menikah juga.


Sungguh sosok Rohim ini mampu membuat orang lain menjadi lebih baik bukan karena ceramah nya melainkan kepribadian Rohim itu sendiri. Seperti Mukidi, ia banyak berubah karena melihat karakter Rohim dan kepribadian sahabatnya itu dalam kehidupan sehari-hari.


"Awak mu betul-betul guru, konco bagi ku kang." batin Mukidi.


[Dirimu betul-betul guru, teman bagi ku kang]


Saat pak Toha dan istri ditemani oleh Mukidi juga Bu Sri. Rohim telah empat hari berada di kampung halamannya. Saat tiket bis telah di pesan untuk empat orang. Sore harinya Rohim dibuat kaget karena Ibunya meriang. Dan tak sadarkan diri. Bahkan Ayahnya pun ikut seperti demam. Rohim membawa ibunya ke puskesmas terdekat. Namun perawat dan dokter merujuk ibu Rohim ke rumah sakit.


Mau tidak mau Rohim cepat membawa ibunya ke rumah sakit yang berada di kota. Beruntung ia membawa buku tabungannya. Keesokan harinya Uanh yang tinggal dua juta ia ambil di rekeningnya.


Ia harus membayar ambulan yang membawa ibunya ke kota. Sang Ibu pun menatap Rohim yang terlihat masih duduk diatas sajadah nya saat hampir Dzuhur.

__ADS_1


"Berangkatlah Him.Ibu Ndak apa-apa. Sampaikan maaf Ibu untuk Laila. Ibu merestui pernikahan kalian."


Rohim mau tidak mau siang itu harus berangkat sendirian ke Sumber Sari. Karena ibu nya masih harus di rawat. Munir yang masih SMA pun harus ia tinggal agar bisa merawat Ibunya. Ayahnya yang juga telah sepuh dengan kondisi tidak sehat. Membuat Rohim harus kembali ke Sumber Sari seorang diri.


Rohim berpamitan pada Ibunya.


"Rohim pamit Bu. Cepat sehat. Doakan semoga Rohim bisa secepatnya bawa mantu ibu kemari. Doakan tidak ada halangan apapun Bu."


"Aamiin Ibu doakan lancar dan tidak ada halangan apapun ya Nang. Berikan ini pada istri mu." Ibu Rohim melepaskan cincin nya dan ia berikan kepada Rohim.


Rohim menyimpan cincin itu di dompetnya. Ia pun pergi ke terminal diantar oleh Munir. Munir adalah adik satu-satunya Rohim. Ia tidak sekolah di pondok pesantren. Ia sekolah di sekolah umum.


Rohim setiap bulan rutin mengirim untuk adiknya. Kedua orang tua yang telah sepuh membuat Rohim tetap memikirkan untuk ekonomi keluarganya sedari ia di sumber Sari.


Beruntung adiknya itu cerdas. Bahkan saat ia sedang duduk di kelas tiga SMA saat ini. Ia ditawari beasiswa dari universitas negeri. Dan tinggal menunggu hasil pengumumannya. Itu pun Munir meminta dibelikan motor. Karena kalau diterima jaraknya lumayan jauh dari rumah. Jika naik angkot biaya akan membengkak. Rohim pun mengatakan insyaallah jika ada rezeki nanti setelah Munir diterima ia akan berbicara dulu dengan istrinya.

__ADS_1


Rohim sadar jika besok ia menikah ada Laila yang harus ia ajak bicara. Walau memang dirinya yang mencari nafkah.


Bis pun telah melaju. Rohim telah memberikan kabar pada Abah Ucup dan Pak Toha bahwa ia yang harusnya hari ini tiba di Sumber Sari. Terpaksa menunda kepulangannya. Sang ibu yang sakit, ayahnya yang juga sakit cikungunya. Membuat Rohim menunda kepulangannya.


Ia akan tiba besok Pagi. Tepat di hari pernikahannya. Bahkan jadwal ijab yang harusnya di lakukan pagi terpaksa di tunda oleh Abah Ucup menjadi siang hari karena mendengar kabar dari Rohim yang akan datang di pagi hari. Tak memungkinkan jika ijab qobul dilangsungkan pagi hari.


Saat malam tiba biz yang di kendarai Rohim pun tiba-tiba berhenti mendadak. Semua penumpang menjerit histeris. Karena hampir seluruh penumpang tubuhnya terdorong ke arah depan sehingga kepala membentur tempat duduk penumpang yang ada di depannya dengan.


"Ciiiiiiitttt..."


"Aaaaaa......"


Rohim beristighfar saat kepalanya membentur kursi yang ada di dihadapan nya.


"Astaghfirullah.... "

__ADS_1


Laila yang berada di Sumber Waras, terjaga dari dari tidurnya. Tiba-tiba hatinya gelisah. Ia baru sadar jika ia belum shalat isya dan tertidur saat menunggu kamarnya di hias oleh pemilik pelaminan.


"Astaghfirullah.... Semoga tidak terjadi apa-apa. Sungguh segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini atas kehendak Mu Rabb...."


__ADS_2