
“Jika paman memaksa aku tidak akan sungkan lagi.”Ucap Xiao Lan sambil melesat dengan cepat di depan kelompok perampok tersebut.
Para perampok tersebut kaget melihat aksi Xiao Lan yang mulai menebas satu demi satu para perampok tersebut.
Tidak hanya para perampok yang terkejut, para kubuh Xiao Lan juga tersentak kaget melihatnya. Dan juga Wei Ling dan para patriak, matriak yang berada di dalam Kereta berdecak kagum dengan aksi Xiao Lan. Sementara pendekar yang berbicara pada Xiao Lan mematung sejenak karna melihat aksi Xiao Lan.
“Apa-apaan?! Bocah, jangan paksakan keberuntunganmu!”Geram Pemimpin, dia pun maju menyerang Xiao Lan dengan kapak besar.
“Banteng penghancur gunung!!”
Xiao Lan menyadari serangan kapak tersebut dan Xiao Lan tidak berusaha menghindar, namun Xiao Lan menusuk pedangnya ketanah dan memejamkan matanya
“Apa kau sudah bosan hidup?! Baik aku akan memenggal kepalamu!”Saat serangan kapak hampir mengenai Xiao Lan, XiaoLan pun membuka matanya dan memutar tubuhnya agar pedang yang di tancapkan di tanah menangkin serangan tersebut.
Tidak hanya menangkisnya, bahkan menghancurkan kapak tersebut.
“Apa!”Pemimpin perampok itu melompat beberapa langkah kebelakang dan mulai meningkatkan kewaspadaan.
Para ketua-ketua sekte yang berada di dalam kereta yang mau membantu menahan niat mereka.
Mereka berdecak kagum pada Xiao Lan.
“Tebasan Bulan Sabit!”
Saat Pemimpin perampok itu masih fokus pada Xiao Lan, tiba-tiba ada Pedang yang menebas tubuh Pemimpin perampok tersebut dan membuat tubuhnya menjadi dua bagian.
__ADS_1
Xiao Lan dan lainya mengerutkan dahinya dan melihat ada seseorang berjubah putih penuh yang tiba-tiba muncul di belakang Pemimpin perampok tersebut.
“Keluarlah!”Ucap sosok misterius tersebut. Tiba-tiba ada segerombolan orang yang memakai jubah yang sama seperti sosok misterius tersebut.
Xiao Lan manjadi waspada, Wei Ling dan lainya turun dan berlari dengan kencang ke arah Xiao Lan.
“Lan'er kamu tidak apa-apa?”Tanya Wei Ling.
“Siapa kalian?”Tanya Matriak XiaXia.
“Apa kalian para Patriak dan Matriak dari sekte?”Tanya sosok tersebut.
“Benar, apa mau kalian?”Ucap Hai Bai.
“Tentu, aku adalah gurunya”Ucap Wei Ling.
“Apa senior punya hubungan dengan aku?”Tanya Xiao Lan.Xiao Lan hanya kebingungan dengan kata-kata sosok Mistrius dan memutuskan untuk bertanya.
“Kami hanyalah kelompok pengelana dan juga aku sudah melihat kemampuanmu, yang hanya memiliki kekuatan pendekar pemula tapi sudah mengimbangi pendekar kasiar. Sungguh punya bakat yang luar biasa.”
“Terimakasih senior. Senior apa aku bisa mengetahui nama senior?”Tanya XiaoLan.
“Namaku Ye Fei.”Ucap Sosok tersebut sambil membuka jubah putih tersebut yang menutupi wajahnya. Semua orang tentu terkejut karna melihatnya yang begitu muda dan cantik, umurnya sekitar 12 tahun tapi sudah memiliki tubuh layaknya 15 tahun.
Semua orang yang berada di sana kaget karna melihat Ye Fei adalah wanita. Mereka bisa melihat bahwa Ye Fei adalah wanita yang amat sangat cantik.
__ADS_1
“Maaf, apa aku bisa mengetahui nama dan umurmu? aku sudah tidak memiliki waktu lagi untuk berbincang.”Tanya Ye Fei sambil menunjuk ke arah Xiao Lan.
“Senior, Namaku Xiao Lan, umurku 8 tahun. Senang bisa bertemu senior.”Ucap Xiao Lan sambil membari hormat.
“Jika berjodoh kita akan bertemu kembali LanLan”Ucap Ye Fei.
“Hei! Namaku bukan nama wanita! Ingat itu!”Ucap Xiao Lan. XiaoLan kesal karna di panggil LanLan oleh Ye Fei.
Dari arah kelompok Ye Fei pergi, Ye Fei tersenyum setelah melihat Xiao Lan kebelakang.
“Hahh... Ada banyak orang aneh hari ini”Ucap Xiao Lan.
“Pe... Pe... Pendekar... Apa, kami bi... Bisa pergi sekarang?”Ucap salah satu perampok yang tertinggal karna tidak terbunuh.
“Ap... apa! Kenapa kalian masih tinggal di sini!”Ucap Xiao Lan. Xiao Lan pikir mereka telah lari semua.
“Kami tidak berani pendekar. jika kami lari, para pendekar yang tadi akan membunuh kami.”Ucap salah satu perampok tersebut.
“Benar, aku memang bertemu dengan orang-orang bodoh hari ini.”Xiao Lan memegang kepalanya dan menyuruh mereka pergi.
Xiao Lan pun menyimpan pedangnya kembali di cincin dimensi.
“Lan'er, kita akan terlambat jika menunggu besok pagi, lebih baik kita berangkat sekarang. Kudanya sudah cukup beristirahat untuk membawa kita.”Ucap Patriak Hong Zou.
Xiao Lan mengangkuk pelan dan mulai melangkah pergi ke kereta kuda dengan laninya.
__ADS_1