
“Lan'er. Hentikan.” Ucap seorang yang baru saja muncul di atap koloseum itu. Orang itu adalah Yun Wong yang merupakan seorang yang membuat Xiao Lan bisa mengendalikan bold walaupun belum sempurna.
“Pa-paman?!” Xiao Lan bisa mengenalli orang itu.
“Paman, bagaimana paman bisa datang kemari?” Tanya Xiao Lan.
“Hehe... Kebetulan sekali, aku juga sepertinya mengingat kalau ada seorang yang mengingkari janjinya padaku.” Ucap Yun Wong sambil tersenyum licik.
“Hei! Siapa kau?! Berani-beraninya kau datang ke Universitas Pedang Langit tanpa izin masuk?!” Ucap Hang Mo dengan lantang.
“Hei. Kakek tua, orang ini sangat menyebalkan.” Ucap Yun Wang kepada Liu Zung sebelum mengeluarkan Roh Dewa Keranya.
Terlihat kalau Yun Wang ini adalah salah satu pendahulu yang sangat amat kuat.
“Hoo... Sepertinya kemunculan Dewa Phoenix telah memanggil beberapa dari pemegang takdir langit disini.” Ucap seorang yang baru saja datang yang sedang melayang.
“Qian Zu?” Ucap Dewa Kera dan Dewa Phoenix secara bersamaan.
Qian Zu. Qian Zu ini merupakan salah satu pemegang takdir langit di era sekarang. Dia masih muda, berumur 24 tahun. Dia dijuluki sebegai Sang Dewa Kalajengking.
Bold dan Dewa Kera mengenali orang itu karena, bold dan Dewa kera bisa merasakan kalau ada dewa kalajengking di dalam tubuh Qian Zu. Dewa kalajengking juga telah memberitaukan nama pemiliknya saat dia tiba disana.
Rohnya adalah Dewa Kalajengking. Dia juga memiliki ayah yang sama persis dengan ayahnya Xiao Lan yaitu... Pemilik Takdir Langit diera yang berbeda dengan mereka.
“Yo. Senior Wang. Dan juga... Dewa Phoenix.” Ucap Qian Zu.
“Oh ya. Dewa Phoenix, siapa namamu?” Tanya Qian Zu sebelum mengeluarkan roh kalajengking beracunnya.
“Namaku Qian Zu. Aku dikenal sebagai Sang Dewa Kalajengking. Aku juga berada di era yang sama denganmu.”
“Namaku Xiao Lan. Apa yang kau mau sampai kau datang kesini?!” Tanya Xiao Lan dengan dingin.
“Tenang, tenang. Aku datang kesini karena Dewa Phoenix. Intinya, setiap Roh Dewa dikeluarkan, semua Roh Dewa lainnya akan mengetahui tempat roh dewa yang dikeluarkan. Jadi aku dan Senior Yun Wang datang kesini.” Ucap Qian Zu.
“...” Xiao Lan hanya diam tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
“De-dewa kalajengking... De-dewa Kera...” Ucap Phoenixnya Qiao Qi dengan ketakutan.
“Hei pelayan. Cepat masuk kedalam tubuh gadia cantik itu dan cepat bersembunyilah.” Ucap Qian Zu kepada phoenixnya Qiao Qi. Phoenixnya mengangguk pelan sebelum pergi dengan Qiao Qi.
Qiao Qi yang saking takutnya kepada apinya Xiao Lan kini pingsan. Dia dibawa oleh Hang Mo. Sementara para tetua lainnya memindahkan semua murid yang pingsan.
“Sepertinya tempat ini akan jadi pertemuan para Pemilik Takdir Langit.” Liu Zung bergumam pelan sebelum pergi ketengah-tengah arena itu.
“Sepertinya sebagian dari kalian akan segera berkumpul disini.” Ucap Liu Zung sebelum menatap di belakangnya Yun Wang.
Mereka adalah Merah dan Biru. Sang penjaga/pelindung Universitas Pedang Langit.
“Senior ini...” Liu Zung langsung pergi mendekati Merah dan Biru.
“Tidak apa. Aku juga sudah meramalnya.” Merah dan Biru kemudian berkata pada Xiao Lan.
“Lan'er, terbanglah. Kalian semua akan segera berkumpul disini.”
“Hah? Apa maksudmu?” Tanya Xiao Lan.
“Nanti kau akan mengetahuinya.” Setelah beberapa saat kemudian, Xiao Lan bisa merasakan kalau tubuhnya sudah tidak bisa menahan lagi wujudnya karena tubuhnya sudah kelelahan.
“Hei kalian berdua, Lan'er tidak akan bisa menahankan lagi wujud ini. Kalian bisa berbincang setelah aku masuk kembali ke ruang jiwa” Ucap bold sebelum kembali ke ruang jiwa.
“Oh... Sepertinya kau masih belum bisa mengendalikan kekuatan yang kau sesukamu ya.” Ucap Qian Zu sebelum menatap dua orang yang tiba-tiba muncul di arah barat. Tampat Qian Zu ada di utara sementara Yun Wang di selatan.
“LanLan! Lama tidak berjumpa.” Seketika itu, salah satu orang dari mereka melambaikan tangannya kepada Xiao Lan.
“E... Eh! Kakak Futu?!” Xiao Lan yang tertekuk lutut menghadap kearah suara tersebut. Dia terkejut setelah melihat kalau itu adalah Xiao Futu dan seorang lagi yang tidak asing baginya. Dia adalah...
“A-ayah?! Kenapa ayah bisa berada disini? Bukannya ayah sedang melakukan misi?” Tanya Xiao Lan sambil terbatuk pelan.
“Hei! Anakku sedang tidak sehat tapi kalian masih mengeluarkan aura Roh Dewa kalian?! Mana sopan santun kalian kepadaku?!” Ucap Xiao Tang dengan lantang.
Qian Zu langsung menarik kembali roh kalajengkingnya dan hanya berdiri tegak di udara sementara Yun Wang hanya tertawa kecil sebelum menarik kembali Roh Dewanya.
“Nah, begitu lebih baik.”
“LanLan, ayah sebenarnya sedang menjemput si Tua Wang tapi dia mabuk saat diperjalanan dan aku kehilangannya, kita terpisah disana.”
__ADS_1
“Dan kebetulan sekali aku bertemu dengannya berkatmu. Oh ya... Tua bangka Wang...” Ucap Xiao Tang sambil menunjukkan ekspresi marah tapi dia tersenyum canggung.
“Uh... Kenapa kau menatapku dengan begitu...” Ucap Yun Wang sambil memalingkan pandangannya dari Xiao Tang.
“Ayah...”
“Ada apa LanLan.”
“Kenapa ayah belum pulang menemui ibu?” Tanya Xiao Lan.
“Setelah ini ayah akan pulang menemui ibu. Oh ya LanLan, kebetulan kita bertemu disini, ayah akan membawamu ke pertemuan antar Pendahulu Pemilik Takdir Langit dan Pemilik Takdir Langit Era ini.” Ucap Xiao Tang.
“Eh... Apa?! Pertemuan? Takdir Langit?” Tanya Xiao Lan dengan bingung.
“Ah, sudahlah. Si Tua Wang, dan kau Zu'er, panggil yang lainnya dan kita akan bertemu disini saja.” Ucap Xiao Tang. Qian Zu mengangguk pelan sebelum bersiap-siap untuk memberi sinyal kepada lainnya.
Qian Zu ini mengenal para pendahulu pemilik takdir langit karena, dia dari lahir dia tinggal di Dunia dewa dan dia di perkenalkan ayahnya kepada pemilik lainnya.
Dan sementara Xiao Lan, dia lahir di dunia manusia yang penuh dengan rahasia. Xiao Tang dan Xiu Lan menyembunyikan hal itu kepada Xiao Lan karena ada sesuatu yang mengerikan yang akan terjadi di Dunia manusia.
Xiao Tang dan Xiu Lan tidak ingin Xiao Lan menjadi incaran para musuh yang berbahaya jadi mereka menyembunyikannya kepada Xiao Lan dan seluruh orang. Sementara itu...
“Merah, biru, dan pak tua Zung, Lama tidak berjumpa.” Sapa Xiao Tang kepada Merah dan biru beserta Liu Zung.
“Salam Tuan Tang/ Salam Senior Xiao Tang.”
“Kami meminta izin untuk memakai tempat ini dan juga kami harap kalian semua membuat para murid tidak mengetahui pertemuan kita ini.” Ucap Xiao Tang.
Merah, biru dan Liu Zung mengangguk pelan sebelum merah dan biru menyuruh Liu Zung untuk membuat para murid yang pingsan untuk tertidur lebih lama lagi.
Setelah itu, Qian Zu, Yun Wang dan Xiao Lan menunggu di tengah-tengah arena itu sambil duduk di tempat duduk yang sudah mereka sediakan. Sementara Xiao Futu hanya berdiri di belakangnya Xiao Tang.
“Tu-tunggu dulu... Aura apa ini?!” Xiao Lan terkejut setelah merasakan beberapa aura yang sangat kuat yang sedang mendekat.
“Tenang saja, mereka adalah Senior-seniormu dan Orang yang akan menjadi temanmu kedepannya.” Xiao Tang tersenyum tipis sebelum...
“Wahh... Kalian sangat cepat ya.” Mereka semua melihat kearah suara itu. Mereka menemukan beberapa orang yang sedang terbang...
‘Ini... Sa-sangat menegangkan!’ Pikir Xiao Lan dengan semangat.
__ADS_1
---
Maaf ya kemarin gak Up