Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Desa Air


__ADS_3

Setelah mereka mengurus para perampok tersebut, mereka memutuskan untuk tidak membuang banyak waktu dan langsung pergi ke desa yang mereka tuju.Desa yang mereka ingin tujui adalah Desa Air.


Di dalam perjalanan, mereka tidak mengalami hambatan lagi selain para perampok.


Di dalam perjalanan, Xiao Lan terus menerus memikirkan Ye Fei, Wanita cantik yang dia temui.‘Semoga dia orang baik.’Pikir Xiao Lan.


Waktu terus berlalu matahari mulai memancarkan sinarnya, gerombolan Xiao Lan sampai di Desa Air.


Mereka semua sudah membuat kesepakatan, agar saat mereka sampai, para penduduk tidak menyapa atau pun menyambut mereka.


Saat sampai di gerbang Desa Air, Penjaga gerbang menjumpai mereka.“Siapa kalian? darimana kalian berasal?”


“Kami hanya pengelana biasa, sekarang kami mau mencari penginapan.”Ucap Wei Ling yang menutup wajahnya dengan Jubah.


“Perlihat-”Belum selesai penjaga itu berbicara, tiba-tiba Wei Ling maju selangkah dan membisikan sesuatu.“Kami dari sekte Gunung Bunga. dan kami yang bertugas untuk melindungi desa ini.”


“Ohh... Ba... baiklah, silakan.”Ucap Penjaga.


Setelah mereka masuk, Patriak Hong Zou menyuruh para pendekar-pendekar yang bersama mereka untuk menyebar ke seluruh desa tersebut dan mnjaga desa secara tersembunyi.


“Kita harus mengatur persiapan kita dan mencari penginapan untuk menyiapkannya.”Ucap Patriak HaiBai.


Semua yang berada di sana mengangkuk pelan dan mulai mencari menginapan.Yang tertinggal dari mereka, para patriak dan matriak dan Wei Ling, Xiao Lan.


Hanya mereka saja yang mencari penginapan dan para pendekar yang mereka bawa pergi untuk memeriksa jika ada musuh menyerang.

__ADS_1


“Pagi ini kita harus menyiapkan semua persiapan kita.”Ucap Hong Zou.


Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka menemukan penginapan bertingkat 2.Saat mereka di depan pintu masuk penginapan, mereka di sambut dengan ramah oleh dua pelayan wanita yang lumayan cantik.


“Selamat datang, tuan muda dan nona muda.”Ucap kedua pelayan.Mereka bisa melihat dari wajah-wajah Wei Ling dan lainya. bahwa mereka memiliki latar belakang yang bagus.Dan lagi, mereka melihat Xiao Lan yang memiliki hawa yang seperti bangsawan. karna adanya Roh Phoenix di dalamnya.


Roh phoenix membuat Xiao Lan lebih tampan dan berkarisma, walaupun dia juga sudah memiliki wajah yang cukup tampan tanpa keberadaan Roh Phoenix.


“Kami akan memesan beberapa kamar, apa masih ada kamar yang tersisa?”Ucap Wei Ling.


“Baiklah tuan, silakan masuk.”Ucap pelayan itu dan membawa Xiao Lan dan lainya ke kamar masing-masing.


“Tuan muda dan nona muda, kami akan siapkan makanan untuk di santap pagi ini.”Ucap pelayan lalu pergi untuk mengambil makanan.


Tiba-tiba ada sekelompok orang masuk ke dalam dan masuk ke lantai 2.segerombolan orang tersebut berasal dari Kerajaan Wei.


“Tuan muda, silakan duduk...”Para pelayan langsung menyambut pria muda yang memimpin kelompok tersebut.Pria itu adalah pangeran dari Kerajaan Wei,pangeran Zhang Hou, yang sangat di hormati. dan juga banyak yang membencinya karna kesombongannya.


Setelah para pelayan menyajikan makanan untuk pangeran, pandangan pangeran tertuju kepada Xiao Lan dengan dingin. pangeran Zhang Hou dan Xiao Lan yang duduk tidak terlalu jauh, hanya berbeda beberapa meja saja.


Wei Ling dan lainya juga ingin melihat reaksi Xiao Lan, apa dia akan terganggu dengan tatapan yang dingin tersebut atau tidak. nyatanya Xiao Lan tidak peduli dengan tatapan dingin tersebut, Xiao Lan memandang balik pangeran tersebut dengan senyuman polos.


Parangeran Zhang Hou mengerutkan dahinya dan mulai membisikan sesuatu kepada pengawalnya.“Usir mereka dari sini, mengganggu pemandangan saja.” Mendengar perkataan tersebut, salah satu pengawal terkuat pangeran Zhang Hou yang berada di tingkat pendekar kaisar berdiri dan berjalan ke arah Xiao Lan.


“Tuan muda kami ingin sendiri, tolong tinggalkan tempat ini.”Ucap pengawal tersebut yang sudah berdiri di depan Xiao Lan.

__ADS_1


“Jika dia ingin sendiri, kenapa kalian masih di sini?”Tanya Xiao Lan dengan wajah mengejek.


Wei Ling dan lainya yang berada di tempat duduk yang sama Berdecak kaget melihat apa yang telah Xiao Lan katakan.


Tidak hanya Wei Ling dan lainya yang kaget, bahkan Pangeran Zhang Hou berdecak kaget melihat hal yang Xiao Lan katakan.


Pengawal pangeran tersebut menghentamkan kakinya keras-keras ke atas meja makanan Xiao Lan.


“Bocah! jaga ucapanmu!”Pengawal tersebut mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, tapi yang membuatnya heran Xiao Lan tidak terpengaruh dengan hawa membunuhnya.


“Kalian sudah menghancurkan makanan kami, bertindak seolah-olah kalianlah yang mempunyai dunia ini.”Wei Ling berdiri sambil mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat, sampai-sampai bangunan yang berada di penginapan tersebut retak.


Patriak dan Matriak yang masih duduk tenang melihat tindakan Wei Ling karna tidak tahan atas ketidak kesopanan mereka.


“Dan yang paling penting... berani-beraninya kalian meletekan kaki di atas meja makan muridku!!”


Setelah mengatakan hal tersebut Pengawal yang tadinya bersikap seolah-olah berada di atas angin, tiba-tiba terduduk ke lantai sambil meluncurkan keringat dingin.


Zhang Hou yang menyesali perbuatannya tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Wei Ling.


“Saudaraku, apa kau percaya kalau ini hanya sebuah lelucon.”Ucap Zhang Hou dengan gugup.


tiba-tiba Xiao Lan berdiri dari tempat duduknya dan melepaskan hawa phoenix dan hawa mebunuh yang sangat amat pekat.


“Pangeran katak, apa kau percaya, jika di sini tidak ada guruku, kepalamu sudah terpisah dari tubuhmu?”Tanya Xiao Lan dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2