Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Time Skip, Perjalanan Baru (Arc 1 End)


__ADS_3

“Lan'er, ayahmu menyuruhku untuk melatihmu sampai kamu dapat mengendalikan roh phoenix seperti ini.” Yun Wong mengeluarkan roh kera yang memegang tongkat emas.


“Ap... Apa itu?”


“Ini adalah roh, bukan spirit. Ini semacam phoenix yang berada didalamu...” Yun Wong menjelaskan kepada Xiao Lan agar, bisa mempunyai spirit dan roh sekaligus.


“Apa itu bisa?”


“Jika phoenix yang berada di dalam tubuhmu mengizinkannya, tidak akan jadi masalah.” Yun Wong memberitau Xiao Lan agar phoenix yang berada di dalam tubuh Xiao Lan memberikan sedikit ruang di ruang jiwa.


Dengan antusiasnya Xiao Lan langsung pergi kedalam ruang jiwa sambil bersila.


“Bold, kamu akan memberikan sedikit ruangkan...” Ucap Xiao Lan membujuk.


“Hai bocah! apa kau meragukan kekuatanku?!” Bold berdecak kesal melihat, seolah-olah dirinya tidak mampu melindungi Xiao Lan.


“Kau dulu pernah bilang kepadaku agar mencari tamanmukan. Si Dewa Naga dan Si Rubah.”


“Iya, memangnya kenapa?” Tanya bold.


“Aku sangat yakin, kau membutuhkan kekuatan mereka untuk membantuku menghentikan era ketiadaan ini. Jadi tidak apa-apakan jika memiliki sedikit kekuatan untukku.”


Yang dikatakan Xiao Lan ada benarnya juga, sampai bold bingung mau bilang apa. “Baiklah.”


“Terimakasih burung pipit!” Ucap Xiao Lan sambil menghilang dari ruang jiwa.


“Hmph! Lihat saja, aku akan memperlakukannya seperti tikus nanti.”


Saat Xiao Lan keluar dia menemukan Yun Wong sedang bersila.


“Paman...” Panggil Xiao Lan.


“Baiklah, phoenix sudah mengizinkannya. Ayo kita mulai pencarian spiritnya.” Ucap Yu Wong seolah-olah dirinya telah mengetahui bahwa bold telah menyetujuinya


“Paman, kenapa kamu bisa tau kalau bold telah menyetujuinya?” Xiao Lan mengerutkan dahinya.


“Tadi aku masuk kedalam ruang jiwamu dan mendengar percakapan kalian.” Yun Wong menjelaskan bahwa tadi saat dirinya bersila, dia pergi ke ruang jiwa Xiao Lan.


Xiao Lan sangat amat terkejut mendengar hal tersebut. Yang dirinya ketahui bahwa, jika seseorang tidak menyetujui orang lain masuk ke dalam ruang jiwa, maka mereka tidak dapat masuk sesukanya.

__ADS_1


Tapi, Xiao Lan tidak betanya lebih rinci lagi karena, Dirinya sudah tidak sabar untuk mendapatkan spiritnya.


“LanLan, ayo kita pergi ke pagoda yang berada di sana.” Yun Wong menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya pagoda yang berada disana. Xiao Lan mengangguk kemudian pergi bersama Yu Wong,sementara Yun Rou pergi ke salah satu rumah dab membuatkan makanan untuk ayahnya dan Xiao Lan.


Setelah Xiao Lan dan Yun Wong sampai di pagoda tersebut. Yun Wong menyuruh Xiao Lan untuk bersila didalamnya, Xiao Lan hanya mengikuti apa yang Yu Wong katakan. Setelah Xiao Lan bersila, dia menemukan dirinya sedang melayang di atas udara.


Pada saat itu banyak spirit-spirit yang melayang bersamanya. Pada saat Xiao Lan masih mencari spiritnya, dia menemukan ada seekor kucing kecil yang sangat lucu. Xiao Lan memperhatikannya dan mememukan bahwa kucingi itu memiliki kekuatan yang setara dengan pendekar langit. Xiao Lan memutuskan untuk mengambilnya.


Kucing itu berwarna putih kebiruan dan memiliki mata biru yang sangat cantik. Xiao Lan mengulurkan tangannya dan menyentuh ke kepala kucing itu. Kucing itu seakan menyetujui ikatan dengan Xiao Lan, dia pun masuk ke dalam ruang jiwanya Xiao Lan.


Bold yang berada di dalam sangat terkejut melihat Xiao Lan yang memilih roh imut seperti itu. Bold yang awalnya mau mengolok-olok spirit barunya Xiao Lan kini tidak jadi karena bold terlihat tidak tega. Kucing itu tidur di salah satu tempat diruang jiwa tidak jauh dari bold.


Sementara Xiao Lan yang baru saja keluar dari ruang jiwa tersenyum lebar.


“Sepertinya kamu sudah menemukan spiritmu.” Ucap Yun Wong yang sudah menyambutnya di luar.


“Ya paman, tapi ini rahasia.” Ucap Xiao Lan sambil tertawa tipis. Yun Wong hanya tersenyum cerah melihat sikap Xiao Lan yang tidak ada bedanya dengan Xiao Tang ayahnya.


Yun Wong mengajak Xiao Lan untuk makan ke aulanya. Saat setelah mereka sampai di aulanya Yun Wong, mereka sudah di sambut oleh makanan yang enak yang dibuat Yu Rou.


“Wah! Kakak, kamu yang memasak ini?” Xiao Lan berdecak kagum melihat makanan yang tercium sangat enak itu.


“Ayah, menurutmu spirit apa yang LanLan dapatkan saat di pagoda tadi?” Sambil duduk di meja makan, Yun Rou bertanya kepada ayahnya.


“Entahlah. Ayah belum mengetahuinya, dia tidak mengatakannya pada ayah.” Ucap Yun Wong sambil meminum segelas arak.


“Kakak cantik, aku sudah tidak sabar untuk memakannya.” Xiao Lan yang tiba-tiba muncul dari belakang mulai mengalirkan air liur dari mulutnya.


“LanLan, capatlah makan. Besok ayahku akan melatihmu.” Ucap Yun Rou. Tidak menunggu lama Xiao Lan langsung menyantap makanan itu dengan lahap.


***


Keesokan harinya.


“LanLan, Jangan melamun dalam pertarungan.”


“PAK”


Pedang kayu yang Xiao Lan gunakan berlatih seketika patah menjadi dua. Xiao Lan berpikir keras bahwa dirinya tidak pernah melamun dalam berlatih, namun Yun Wong selalu berkata jangan melamun kepadanya.

__ADS_1


Berbulan-bulan telah Xiao Lan lewati. Xiao Lan kini berusia 9 Tahun, namun dirinya nampak seperti orang yang sudah lebih dewasa dari umurnya.


“LanLan, kamu harus kuat!”


Latihan yang diberikan Yun Wong tidak masuk akal baginya. Dirinya disuru menghancurkan gunung dalam satu pukulan, jika tidak berhasil, tidak akan makan dan tidur.


***


Time skip.


Tujuh tahun telah dilewati oleh Xiao Lan. Kini Xiao Lan berada di tingkat pendekar Kaisar tahap awal. Dan Juga, Xiao Lan telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan bahkan ketampanan Wei Ling tidak bisa di bandingkan dengannya. Xiao Lan juga sekarang berumur 16 tahun.


Xiao Lan diminta oleh Yun Wong untuk melakukan perjalanan pengelana seorang diri. Dia yakin dengan kemampuan Xiao Lan yang sekarang, bisa menjaga diri walaupun berhadapan dengan beberapa pendekar tingkat kaisar atau bumi.


“Paman, aku akan pergi ke Kerajaan Han terlebih dahulu. Aku ingin memusnahkan pendekar aliran hitam disana.” Ucap Xiao Lan.


“Baiklah jika itu tujuanmu. Tapi ingat, jangan temui dulu gurumu, apa kamu mengerti LanLan?” Tanya Yun Wong.


Xiao Lan mengangguk pelan sebelum berpamitan dengan Yun Wong dan Yun Rou.


“Paman mempunyai hadia untukmu. Pergunakanlah dengan baik.” Setelah berkata demikian , Yun Wong kemudian mengeluarkan sebuah peti yang panjang.


Saat Xiao Lan buka, dia menemukan sebuah pedang yang memiliki aura yang kuat.


“LanLan, pedang ini bernama Pedang Tengkorak Api. Pedang inilah yang menemani guruku selama hidupnya. Guruku adalah seorang ahli pedang yang hebat. Sebelum dia mati, dia mewarisikan pedangnya kepadaku, aku tidak mahir dalam ilmu pedang, aku hanya mahir dalam mengunakan tombak. Jadi, sekarang kamulah pemiliknya.”


Xiao Lan tersentak menengar bahwa pedang itu adalah warisan dari guru Yun Wong. Xiao Lan kemudian menundukkan kepalannya ke tanah dan berkata.


“Aku tidak akan mengecewakan paman!” Ucap Xiao Lan.


Yun Wong dan Yun Rou hanya tersenyum lebar mendengar hal tersebut. “Pergilah... Jaga dirimu baik-baik LanLan.” Ucap Yun Wong sambil berjalan pergi ke rumahnya.


“LanLan, aku akan segera menyusulmu.” Ucap Yun Rou sebelum berlari menyusul ayahnya.


Sebelum pergi, Xiao Lan menyarungkan pedangnya kemudian pergi ke luar dari tempat rahasia itu.


***


Maaf kalo terlalu cepat end arc 1nya. Tapi, perjalanan Xiao Lan selanjutnya akan memakan banyak eps.

__ADS_1


Maaf ya sekali lagi.


__ADS_2