Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Kelompok Serigala Hitam Kembali?!


__ADS_3

“Tuan muda, ini adalah pil bulan hijau yang tuan muda minta.” Bai Ken membawa sebuah kotak kecil dan isinya adalah pil bulan hijau. Ada terdapat beberapa pil yang ada di dalam kotak itu.


“Baiklah, terimakasih.” Ucap Xiao Lan sebelum pergi meninggalkan Asosiasi Mawar Putih.


Xiao Lan tidak ingin berlama-lama, dia langsung pergi menuju ke penginapan yang Qiao Qiao dan Xie Ji tempati. Saat Xiao Lan berada di jalan, dia melihat ada seorang yang tidak asing baginya. Itu adalah Xie Ji dan Qiao Qiao yang sedang berbicara dengan Liu Xun, Yin Mei dan Yin Fang.


Saat Xiao Lan masih terkejut melihat mereka ngobrol. Tiba-tiba Yin Fang menoleh ke samping dan menemukan Xiao Lan yang telah melihat ke arah mereka.


Sewaktu Yin Fang mau melambaikan tangannya, terlihat Xiao Lan yang sedang memberikan sebuah isyarat kepadanya. Sebelum Yin Fang mengerti apa yang Xiao Lan isyaratkan. Tiba-tiba Liu Xun melihat ke arah mereka, Liu Xun yang melihat Xiao Lan mulai kebingungan dan memutuskan untuk memanggilnya.


“Hei! Kamu yang disana. Ayo cepat kemari.” Panggil Liu Xun. Sementara Xiao Lan mematung sejenak melihat Liu Xun yang memanggilnya. Terpaksa, Xiao Lan datang mendekati mereka, agar mereka tidak curiga padanya.


Saat Xiao Lan sudah di dekat mereka, Qiao Qiao langsung lari memeluk Xiao Lan. “Kakak!”


“Ada apa Qiao'er?” Xiao Lan seakan tidak gugup namun didalam hati dan pikirannya.


“Gawat. Gawat. Gawat. Gawat”


“QiaoQiao, apa kamu mengenal pemuda ini?” Tanya Liu Xun dan Yin Mei. Sementara Xie Ji bingung melihat reaksi Xiao Lan yang aneh tapi dia diam saja. Xie Ji tidak mengetahui apa yang Xiao Lan hindari selama ini jadi, dia sangat bingung melihat Xiao Lan.


“Mmm... Ini adalah kakak Xiao Lan. Dia yang menolongku pada waktu itu.” Xiao Lan dan Yin Fang mematung sejenak sebelum tersenyum canggung pada Liu Xun dan Yin Mei.


“Ha... Hai... Lama tidak berjumpa... Kalian sudah semakin cantik se... Sekarang.” Xiao Lan menyapa mereka dengan keringat bermunculan.


Sementara Xiao Lan melihat ke arah Liu Xun dan Yin Mei sedang mengepalkan tangannya dan menghadap ke tanah.


“BERANINYA KAU TIDAK MEMBERITAU KAMI!” Sambil berteriak dengan kencang, Liu Xun dan Yin Mei melancarkan sebuah pukulan di wajah Xiao Lan. Xiao Lan yang awalnya mau menangkis tapi dia berpikir, jika dia menangkis itu akan semakin parah.


“TAK. TAK”


Xiao Lan akhirnya pingsan akibat pukulan tersebut. Setelah itu, mereka mambawa Xiao Lan ke penginapan, saat Xiao Lan bangun...


“Apa aku sudah mati?” Pandangan Xiao Lan masih kabur dan dia memegang wajahnya yang terkena pukulan.

__ADS_1


“Iya kau sudah mati!” Liu Xun dan Yin Mei berdecak kesal dengan Xiao Lan yang tidak memberitau mereka kalau dia sudah kembali. Sementara Xie Ji yang sudah mendengar semua kisah mereka mulai kesal dengan Xiao Lan.


“Aduh... Muka tampanku ini... HIKS, HIKS.” Ucap Xiao Lan sambil menggosok wajahnya.


“Hmph! Tampan apanya.” Liu Xun, Yin Mei dan Xie Ji berdecak kesal. Yang membuat Xiao Lan bingung, kanapa Xie Ji juga ikut-ikutan marah, tapi Xiao Lan tidak berani melawan.


“Kalian semua, aku Ji'er dan QiaoQiao. Kami akan pergi ke suatu tempat sekarang. Oh ya, jangan beritau siapapun kalau aku sudah kembali.” Ucap Xiao Lan.


“Tapi, kenapa kamu tidak langsung kembali?” Tanya Yin Fang.


“Inilah yang pamanku pesankan padaku, untuk tidak memberitau siapapun kalau aku sudah kembali.”


“Baiklah, kami mengerti saudaraku. Pergilah.”


Xiao Lan mengangguk pelan sebelum mengajak Qiao Qiao dan Xie Ji pergi dari penginapan itu.


“Tunggu... Hati-hati dijalan.” Ucap Liu Xun dan Yin Mei secara bersamaan. Xiao Lan yang melihat itu tersenyum tipis tapi tidak untuk Xie Ji yang makin kesal pada Xiao Lan.


Pada saat malam tiba, Xiao Lan menemukan sebuah goa besar. Dan memutuskan untuk bermalam di sana. Pada saat Xie Ji dan Qiao Qiao sedang tidur, Xiao Lan mulai mengkonsumsi pil bulan hijau. Setiap hari Xiao Lan harus mengkonsumsi setidaknya satu pil.


***


Keesokan harinya.


Disisi lain.


Saat Liu Xun dan lainya bertemu dengan Ye Fei, mereka mengejek Ye Fei bahwa mereka sudah bertemu dengan Xiao Lan.


“Kak Fei, aku sudah bertemu LanLan lohh..” Ejek Liu Xun.


“Aku juga walaupun hanya sementara, tapi kami berdua sudah bertemu dengannya.” Yin Mei dan Liu Xun tertawa tipis.


“Oh, kalian sudah bertemu dengannya ya. Aku juga, bahkan pada saat itu, dia memeluk dan melindungi aku dari penjahat kemarin.” Ucap Ye Fei.

__ADS_1


“Dan lagi LanLan berpesan pada aku bahwa, jangan beritau identitasnya pada orang lain”


Setelah Ye Fei berkata seperti itu dengan polos. Liu Xun dan Yin Mei memetung sejenak dan...


“Dasar! LanLan bodoh!” Teriak mereka berdua. Sementara Ye Fei dan Yin Fang tertawa tipis.


***


Disisi lain.


“Haci... Kenapa aku tiba-tiba bersin? Apa ada orang gila yang sedang membicarakan aku dari belakang?” Ucap Xiao Lan.


“LanLan, ayo pergi.” Ucap Xie Ji.


Xiao Lan mengangguk pelan sebelum melakukan perjalanan mereka kembali. Setelah Xiao Lan dan lainya pergi, mereka tidak mendapatkan masalah lagi.


Beberapa hari mereka sudah lewat. Xiao Lan selama itu, Xiao Lan selalu mengkonsumsi pil bulan hijau.


“Kak, sebelum kita sampai di desa rumput, kita akan melewati Desa Lumut.” Ucap Qiao Qiao.


“Baiklah, kita akan bersinggah di desa itu.” Ucap Xiao Lan sambil mengelus kepala Qiao Qiao yang sedang berada di pelukannya.


“Tidak! Lebih baik kita memutar saja. Di desa itu sudah di kuasai oleh kelompok Serigala Hitam.” Saat setelah Qiao Qiao berkata, raut wajah Xiao Lan mulai aneh.


“Sial! Jadi si pemimpin kelompok itu belum mati ya?!” Ucap Xiao Lan. Xiao Lan berdecak kesal dengan si pemimpin dar serigala hitam itu, setelah mengingat kembali saat mereka bertempur, pemimpin kelompok serigala hitam telah kabur.


“Tidak aku sangka mereka bisa mengembangkan diri mereka pada beberapa tahun terakhir.”


“Kak, apa kamu mengenal mereka-” Ucapan Qiao Qiao berhenti karena Xiao Lan merasa ada aura membunuh yang sangat kuat dari belakang mereka. Xiao Lan menarik Xie Ji dan Qiao Qiao bersembunyi di balik sebuah pohon besar disana. Xiao Lan melihat ada dua orang yang berada di tingkat pendekar Bumi dan Langit tahap awal.


“Hmph! Kenapa kau membunuh lebih banyak dariku?!” Ucap seorang yang bertubuh kecil. Dia bernama Drek, dia adalah tangan kiri dari Dong An pemimpin kelompok serigala.


Sementara orang yang bertubuh besar yang berada di tingkat pendekar langit tahap awal bernama Kang Lu.

__ADS_1


__ADS_2