
“Selamat datang di Asosiasi Mawar Putih.” Seorang pria paruh baya datang menyambut Xiao Lan.
Setelah Xiao Lan masuk ke Asosiasi itu, Xiao Lan berdecak kagum dengan asosiasi. Dia melihat banyak pangeran-pangeran serta pendekar yang datang membeli obat-obatan dan berbagai bahan.
Pada saat itu, Xiao Lan masuk di ruang vip. Disana hanya ada pil dan bahan-bahan pembuat pil. Saat Xiao Lan memegang salah satu pil di ruang vip itu, tiba-tiba...
“Hei! Rakyat jelata sepertimu jangan menyentuh barang-barang berharga ini.” Salah satu pendekar yang menjaga di tempat itu menampar tangan Xiao Lan dengan keras sebelum tangan Xiao Lan menyentuh sebuah pil.
Banya orang-orang kaya yang berada didalam sana memperhatikan hal tersebut. Mereka sudah tidak lagi memilih pil yang mereka cari, malahan mereka melihat kejadian tersebut.
“Maaf kalau begitu... Oh ya. Bisakah kau mamanggil orang yang bertanggung jawab dengan tokoh ini?” Ucap Xiao Lan sambil memasang senyuman canggungnya. Xiao Lan sebenarnya sangat kesal, namun. Dia memilih untuk menahannya.
“Apa kau pikir kau berhak untuk bert-”
“Siapa yang ingin bertemu denganku?”
Sebelum pendekar itu selesai berbicara, terlihat ada seorang pira tampan yang usianya sekitar 24 tahun dan seorang gadis cantik yang usianya sekitar 20 tahun sedang mendekat ke arah Xiao Lan.
“Ahh... Maafkan aku... Anak ini ingin bertemu dengan tuan.” Ucap pendekar itu.
“Oh benarkah?” Gadis itu langsung berkata. Dia bisa melihat ketampanan Xiao Lan yang sangat tiba biasa. Bahkan orang yang tampannya sudah berada di atas rata-rata, masih kalah dengan ketampanan Xiao Lan.
“Siapa namamu nak?” Tanya pria tampan tersebut kepada Xiao Lan.
“Xiao Lan. Namaku Xiao Lan.” Ucap Xiao Lan.
“Nama yang bagus. Ada apa tuan muda ingin bertemu dengan aku?” Tanya pria itu.
“Oh... Maaf, Aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Bai Ken, dan ini adiku Bai En.”
__ADS_1
“Oh ya nama yang begitu bagus. Aku ingin kalian berdua mengumpulkan semua pendekar yang berkerja di sini, apakah bisa?” Tanya Xiao Lan.
“Egh... Ada apa tuan ingin mengumpulkan pendekar yang berkerja di Asosiasi Mawar Putih? Tuan tau sendiri bahwa Asosiasi ini sangat rahasia. Mana mungkin kami membiarkan orang luar melihat mereka?”
“Hah... Apa kalian mengenal ini?” Xiao Lan mengeluarkan sebuah tanda pengenal.
“Ap... Apa... Apa ini asli?!” Bai Ken dan Bai En terkejut melihat tanda pengenal itu, karena. Tanda pengenal itu adalah pemilik terbesar asosiasi mawar putih.
“Dialah orang yang aku maksud.” Terlihat seseorang yang datang dari pintu ruangan vip itu, dia adalah Zhang Hou. Semua orang yang datang di sana tidak mengerti ada hubungan apa Asosiasi mawar putih dengan Zhang Hou, jadi mereka sama sekali tidak tau bahwa Zhang Hou adalah pemilik saham terbesar di Asosiasi Mawar Putih beberapa tahun yang lalu.
“Jadi dia... Maaf tuan muda!” Bai Ken dan Bai En memberikan hormat mereka kepada Xiao Lan.
“Tidak apa-apa. Oh ya lebih baik kita berbicara di tempat yang tertutup.” Ucap Xiao Lan. Bai Ken dan Bai En mengangguk pelan sebelum mengantar Xiao Lan dan Zhang Hou ke ruangan tertutup.
“Tapi tunggu dulu. Pendekar ini juga harus ikut ya.” Ucap Xiao Lan dengan sombong kepada pendekar yang menggeretaknya tadi. Pendekar itu memancarkan keringat dingin setelah Xiao Lan berkata seperti itu.
“Oh ya. Paman, apa kamu mau mendapatkan saham dari Asosiasi?” Tanya Xiao Lan kepada pendekar tersebut. Pendekar itu langsung mengangguk dengan cepat. Sementara yang lainya hanya diam saja setelah mendengar hal tersebut.
“Ruangan ini sangat besar. Dan jika paman bisa mengalahkan aku, aku akan memberikan seluruh saham Asosiasi padamu. Tapi jika paman kalah, paman akan aku bunuh loo.” Ucap Xiao Lan. Walaupun Xiao Lan baik hati, namun dirinya tidak terima jika diperlakukan seperti layaknya seorang sampah.
Pendekar itu langsung mau. Dia berada di tingkat pendekar spirit tahap awal dan juga dia merasakan bahwa kekuatan Xiao Lan hanya pendekar kelas I jadi dia mau mengikuti hal tersebut.
Sementara yang lainnya tersedak nafas mereka sendiri. “Lan'er, apa kamu yakin? Jangan gegebah Lan'er.” Ucap Zhang Hou.
“Tidak apa-apa Hou'er.”
“Paman setelah pertandingannya dimulai, tidak ada yang bisa lari loh... Kalau begitu, pertandingannya dimulai...! ” Tiba-tiba
Xiao Lan langsung mengeluarkan aura membunuhnya dan aura phoenixnya dan ruangan yang berada di sana mulai retak dan kekuatan Xiao Lan langsung meningkat menjadi pendekar kaisar. Pendekar yang awalnya ingin melawan Xiao Lan kini hampir pingsan akibat
__ADS_1
Bahkan Zhang Hou dan kakak adik itu hampir pingsan akibat aura yang dikeluarkan Xiao Lan.
“Sudah aku bilangkan, tidak boleh lari.”
Pendekar itu mau tidak mau akhirnya dia menyerang Xiao Lan dengan kekuatan penuhnya. Namun Xiao Lan hanya menggunakan beberapa pukulan saja dibagian perut pendekar itu tapi, pendekar itu langsung mati dengan darah yang keluar dari mulutnya.
Seketika itu, Xiao Lan mengeluarkan aoi yang sangat panas di tangannya dan membakar mayat tersebut. Namun bukan api itu bukannya membakar tubuh orang itu namun dirinya malah menghidupkannya dengan aoi suci phoenix.
“Puhhh... Aku sudah menghidupkannya kembali. Aku tidak menyangka bahwa dia begitu lembek.” Ucap Xiao Lan. Xiao Lan hanya bisa menggunakan penghidupan kembali satu kali dalam satu tahun.
Zhang Hou dan lainya seakan mau pingsan dengan apa yang Xiao Lan lakukan.
“Eh... Aku masih hidup? Ah... Maadkan aku tuan muda!” Pendekar itu langsung meminta maaf kepada Xiao Lan.
“Tidak apa-apa, jangan lakukan siapapun seperti apa yang kau lakukan padaku. Lebih banyak mengasihi orang lain.” Ucao Xiao Lan.
“Ba... Baik. Terimakasih tuan.” Pendekar itu langsung pergi keluar dari tempat itu.
“Tuan muda, apakah kami harus memanggil semua pendekar yang berada di sini?” Tanya Bai Ken.
“Tidak perlu, aku hanya menguji kalian saja.” Ucap Xiao Lan sambil keluar dari tempat itu.
“Hou'er, aku tidak bisa tinggal lebih lama disini. Aku ingin mengambil pil Bulan Hijau untuk di bawah pulang.” Ucap Xiao Lan. Pil Bulan Hijau adalah pil yang sangat berguna bagi seseorang yang akan meningkatkan kemampuannya.
“Baiklah Lan'er. Ken'er, cepae berikan pil itu kepada Lan'er.” Ucap Zhang Hou. Bai Ken dan Bai En mengangguk pelan sebelum pergi mempersiapkan pil yang Xiao Lan minta.
“Sampai jumpa kembali, Saudaraku.” Ucap Xiao Lan sebelum mengikuti langkah Bai Ken dan adiknya.
“Ahh... Memang saudaraku ini, sangat ahli dalam segala hal.” Zhang Hou kagum pada Xiao Lan yang masih begitu muda tapi sangat berbakat.
__ADS_1