Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Xiao Lan vz Kang Lu


__ADS_3

“Itu karena kamu terlalu lemah!” Ucap Kang Lu.


“Lihat saja, jika bos menyuruh kita untuk menghancurkan sebuah desa, aku akan membunuh lebih banyak darimu!” Ucap Drek.


Sementara Xiao Lan yang sedang bersembunyi di satu pohon besar menyuruh Xie Ji mengantar Qiao Qiao ke tempat yang aman. Sebenarnya Xie Ji bisa membunuh mereka semua dalam sekejap, namun. Bold melarangnya karena, jika Xiao Lan di bantu. Dia akan terbiasa dan akan bergantung kepada kekuatan Xie Ji kedepannya.


Saat Xie Ji pergi, Xiao Lan berniat untuk melawan namun, dia masih berpikir...


“Orang kecil itu akan mudah aku hadapi, tapi... Yang besar itu. Cih...” Xiao Lan merasa kekuatannya dibawah Kang Lu. Karena itu Xiao Lan masih memikirkan cara untuk menghadapinya.


“Bocah, aku tidak akan membantumu walaupun kau mati.” Ucap Bold. Xiao Lan mengerti apa alasan bold berkata seperti itu.


“Bocah, serang mereka.” Ucap bold. Xiao Lan hanya menurut-nurut saja. Saat Drek dan Kang Lu berada di depan Xiao Lan, Xiao Lan langsung menyerang mereka dengan pedang tengkorak apinya.


Kang Lu dan Drek sama sekali tidak merasakan keberadaan Xiao Lan. Mereka langsung terkejut melihat Xiao Lan yang tiba-tiba muncul didepannya.


“Pedang Tengkorak - Api Naga!”


Xiao Lan langsung melancarkan sebuah jurus pedangnya ke arah Kang Lu dan Drek. Kang Lunberhasil menghindari serangan itu. Namun, wajah Drek tergores sedikit akibat serangan Xiao Lan.


“Siapa kau?!” Ucap Drek sambil memegang wajahnya yang tergores.


“Kau tidak berhak untuk mengetahuiny-” Belum selesai Xiao Lan berbicara, tiba-tiba Kang Lu sudah berada didepannya dan memberikan satu pukulan ke wajah.


“Bocah yang sangat arogan. Tidak memiliki kemampuan tapi sudah banyak omong.” Kang Lu mulai melepaskan aura membunuhnya. Xiao Lan sedikit tertekan, Xiao Lan kembali berpikir bahwa orang Kang Lu bunuh pasti sangatlah banyak.


Saat itu Xiao Lan kembali berdiri dan berbicara kepada Kang Lu.


“Kau memang hebat. Keluarkanlah seluruh kekuatanmu!” Xiao Lan berseru dengan lantang dan memanggil spirit kucing kecilnya.


“Spirit bodoh macam apa in-” Ucapannya terhenti setelah melihat kucing kecil berubah menjadi seekor macan yang besar.


“Cih! Lumayan juga. Drek, jangan ikut campur. Aku akan mengurusnya.” Seketika itu Kang Lu langsung mengeluarkan spiritnya yang merupakan seekor Macan tutul berwarna kuning terang.


“Macan Tutul Bumi - Macan Api!”

__ADS_1


“Macan Es - Penghancur Gunung!”


Seketika itu macan es yang besar dan macan tutul api yang tidak kalah besarnya. Kedua macan itu bertabrakan dan menimbulkan ledakan yang besar, sampai-samapi Xiao Lan dan Kang Lu beserta Drek yang berada di sana terpental jauh dari lokasi kejadian.


“Uhuk... Uhuk.” Xiao Lan muntah darah segar yang begitu banyak. Kang Lu dan Drek juga muntah darah namun tidak separah Xiao Lan.


“Tidak aku sangka kau mempunyai macan es seperti itu.” Ucap Kang Lu sambil mendekati Xiao Lan yang sedang terbatuk-batuk.


“Sekarang, aku akan menghabisim-” Ucapan Kang Lu terhenti sebelum terbatuk-batuk.


“Sial! Apa yang kau lakukan padaku?!” Tanya Kang Lu.


“Hehe... Es yang berada pada kucing kecil itu telah masuk ke dalam tubuhmu.” Ucap Xiao Lan sambil memaksakan dirinya untuk berdiri.


“Sial! Dasar murahan.” Kang Lu berdecak kesal karena kelalaiannya. Pada saat Xiao Lan mengangkat pedangnya dan mau memotong kepala Kang Lu, tiba-tiba...


“Akar Perak - Rantai Akar!”


Tiba-tiba Drek menyerang Xiao Lan. Xiao Lan tidak bisa bergerak karena di tahan oleh akarnya Drek. Sementara Xiao Lan tidak bisa bergerak, Drek mencoba untuk mengalirkan tenaga dalamnya dan melelehkan es yang berada di dalam tubuh Kang Lu.


“Ohh... Sepertinya ada yang sedang berada di ujung tanduk.” Kang Lu yang mulai berdiri karena es yang berada di dalam tubuhnya telah meleleh.


“Sekarang matilah!” Kang Lu mengambil kapaknya yang di sarungkan dan mulai menebas Xiao Lan. Xiao Lan yang menyadari dirinya dalam bahaya kini berdecak kesal karena telah melawan mereka sendiri. Tapi, Xiao Lan telah memikirkan sebuah cara...


“Matilah!” Saat kapak Kang Lu sudah hampir sampai di tubuh Xiao Lan. Tiba-tiba, Xiao Lan memanaskan tubuhnya dengan apinya dan membakar akar itu. Xiao Lan akhirnya mengelak dari serangan itu tapi, serangan itu sudah tidak bisa di hentikan dan malahan mengenai leher Drek.


Drek yang bahkan tidak sadar kalau dia sudah mati kini terbaring ke tanah. “Cara licik ini hanya di gunakan oleh para sampah!” Ucap Kang Lu yang semakin kesal pada Xiao Lan.


“Bukannya jika tidak ada dia kita akan bertarung dengan adil? Lagi pula kaulah yang licik. Dan aku hanya menggunakan otakku untuk menghadapimu.” Xiao Lan tertawa kecil.


“Jangan bangak omong!”


“Api Langit - Cakar Api!”


Xiao Lan langsung memcabut pedang tengkorak api nya dan membalas jurus Kang Lu.

__ADS_1


“Ini adalah jurus yang sangat aku banggakan, walaupun tidak sekuat punyamu. Tapi aku akan menggunakannya!” Xiao Lan kembali menggunakan jurus yang Wei Ling ajarkan padanya.


“Tebasan Bulan Sabit!”


Seketika itu, Xiao Lan dan pedang tengkorak api yang di gunakannya menjadi secepat kilat. Xiao Lan memotong tangan, kaki dan tubuh Kang Lu dengan cepat.


“Cih! Membosankan! Agh!” Teriak Kang Lu. Xiao Lan terpental jauh akibat gelombang dari teriakannya.


“Api Langit! - Cakar Api!”


Seketika itu, tangan Xiao Lan terluka parah akibat serangan tersebut. Xiao Lan tidak berhasil menghindari serangan itu.


“Sialan...!”


Tapi, saat Kang Lu menyerang Xiao Lan, kapak Kang Lu hancur karena tekanan dari jurusnya sendiri. Tapi itu tidak membuatnya berhenti menyerang, dia kembali menyerang Xiao Lan dengan pukulannya.


“Hahah! Kau akan mati hari ini!” Seru Kang Lu sambil memukul Xiao Lan bertubi-tubi. Xiao Lan benar-benar sudah tidak memiliki energi lagi. Tapi, Xiao Lan tidak menyerah. Dia mengaum seakan seperti seekor macan.


Kang Lu terpental beberapa meter ke belakang akibat Xiao Lan. Saat itu, Xiao Lan kembali berseru dengan lantang.


“Macan Langit! - Badai Es!”


Seketika itu, kucing kecil muncul dan berubah menjadi putih ke biruan. Rambut putihnya dan dan garis-garis kecil yang berwarna biru terang seperti es.


Kemudian, Macan itu menyerang Kang Lu dengan kekuatan esnya. Kang Lu tidak mau kalah. Kang Lu kemudian berseru dengan lantang...


“Macan Api - Gelora Langit!”


Seketika itu, Macan Es dan Macan tutul Api bertabrakan dan membuat ledakan yang sangat keras.


“BOOM”


Asap hitam bermunculan dimana-mana, namun saat asap hitam itu sudah mulai menghilang, tiba-tiba. Kucing kecilnya Xiao Lan atau Macan esnya sudah merobek tubuh Kang Lu.


“Akhirnya aku menang.” Xiao Lan yang terpental cukup jauh ke belakang mulai tersenyum cerah... Dan akhirnya, Xiao Lan pun pingsan ditempat itu...

__ADS_1


__ADS_2