
“Lan gege, Kamu tidak apa-apa?!”Tanya LiuXun dengan khawatir.
“Tuan putri aku tidak apa-apa”Xiao Lan tersenyum canggung.
Melihat hal itu Wei Ling, RajaLiu dan istrinya tertawa tipis karna mereka belum pernah melihat Liu Xun sangat perhatian pada orang lain.
“Guru, disana ada sungai, murid pergi membersihkan tubuh dulu.”
“Baiklah, kita akan beristirahat di sana”Wei Ling menunjuk kearah batu besar di tepi sungai.
Xiao Lan langsung pergi dan meninggalkan Wei Ling dan lainya.
Saat Xiao Lan sampai di sungai, ada batu besar berwarna hijau di air. Xiao Lan langsung mengambil batu itu dan melihatnya dengan teliti. Xiao Lan menemukan Permata Hijau Ular.
Permata Hijau Ular itu sendiri yang di ciptakan oleh ular hijau yang besar.
Xiao Lan langsung meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat Wei Ling dan lainya berada.
“Guru...! Cepat bergegas...! kita akan pergi dari sini!”Xiao Lan langsung mengingatkan.
__ADS_1
“Ada apa Lan'er?”Tanya Wei Ling
“Guru, tidak ada waktu untuk menceritakan ini semua, yang jelas ada Ular Permata Hijau disini!”Mendengar itu Wei Ling dan lainya langsung bergegas pergi dari Tempat itu.
Saat semua sudah mau pergi seketika ada ular hijau besar yang muncul di depan mereka. Wei Ling dan Xiao Lan langsung menarik pedangnya dan waspada.
Sementara Raja Liu, Liu Xun, dan Ibunya Liu Qiao bersembunyi di balik batu tidak jauh dari Wei Ling dan Xiao Lan.
Ular itu langsung menyerang Xiao Lan dan Wei Ling. Wei Ling dan Xiao Lan berhasil menghindari serangan ular tersebut. Xiao Lan mencoba menarik ekor ular tersebut namun, ular itu memukul Xiao Lan dengan ekornya dan membuat Xiao Lan terpental jauh oleh ekor ular tersebut.
“Lan'er...!!Wei Ling berteriak.
Wei Ling pun langsung mengeluarkan Spiritnya“Macan Putih Es!”Muncul sekor macan putuh besar di belakang WeiLing.
“MacanPenguasaEs!”triak Wei Ling.
Macan itu langsung menerkam ular itu dan menariknya dan di lemparkan ke tanah berulang-ulang kali. setelah ular itu mulai merasa kesakitan dan tidak mampu melawan Wei Ling lagi, pandangan ular tersebut tertuju pada Xiao Lan. Menyadari hal itu Xiao Lan langsung mundur beberapa langkah dan waspada.
***
__ADS_1
Terima kasih atas suportnya yaa...
Oh ya jangan lupa mampir di Novel Pendekar Dewa Kematian yaa... Novelnya sangat bagus... Bantu suport yaa.
***
Maaf atas ketidak nyamanan ini, waktu itu aku masih baru buat novel, sampai-sampai aku buat cuman pendek kayak gini...
Mohon maklumi kesalahan ini karena, aku juga masih pemula, masih harus banyak belajar... Maaf...
Masih banyak kesalahan yang di Novel Legenda Dewa Phoenix... maklum aja, masih pemula... Maaf yaa jika ada kata-kata yang mengganggu.
Jangan lupa Like, Komen, Share dan vote yaa... sekali lagi Terima kasih untuk suport kalian selama ini.
selama ini selalu di kasih saran oleh banyak pembaca agar lebih bagus lagi ke depannya... Terimakasih
Banyak yang bilang di komentar. “Kak, ceritanya bagus tapi, cara penulisannya agak kurang bagus.”
Banyak juga yang nyaranin untuk menggunakan kata-kata, pokonya terimakasih untuk semua yang udah nyaranin buat aku... Sekali lagi author mengucapkan Terimakasih...
__ADS_1