Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Tantangan Hang Wo


__ADS_3

“Mereka adalah Penjaga Universitas ini. Sang Merah dan Biru!” Semua orang terkejut setelah melihat kedatangan kedua orang penting di Universitas datang ke Koloseum itu.


“Salam Tuan Api dan Air.” Ucap Liu Zung dan Ling Yang.


“Anak ini...” Ucap Merah dan Biru.


“Ada apa tuan?” Tanya Liu Zung dengan bingung.


“Tidak. Cepat bawa dia ke tabid untuk di obati sekarang.” Ucap merah dan biru.


Semua orang menjadi bingung tapi, mereka tetap langsung membawa Xiao Lan ke tabid untuk diobati.


“Ketua Liu Zung, minggu depan bocah itu akan mengikuti ujian kedua. Dan gadis kecil itu sudah aku nyatakan lulus.” Ucap Merah sebelum pergi dengan biru.


‘Sepertinya tuan merah dan biru mengharapkan sesuatu pada bocah ini.’ Pikir Liu Zung sebelum membawa Xiao Lan dan lainnya untuk ke tabid.


Beberapa saat kemudian, Xiao Lan akhirnya sadar. Dia menemukan dirinya sedang berada di salah satu kamar bersama Xie Mei dan Xie Ji.


“Akhirnya kau bangun. Aku sudah mau pulang, berlatihlah dengan baik.” Ucap Xie Mei sebelum pergi meninggalkan Xie Ji dan Xiao Lan.


“Baiklah... Oh ya, Ji'er. Apa aku menang?” Tanya Xiao Lan.


“Ya. Kau memenangkan pertarungannya. Dan aku sudah lulus jadi murid Universitas Pedang Langit.” Ucap Xie Ji sambil menunjukkan lotin yang menandakan kalau Xie Ji sekarang sudah menjadi murid resmi Universitas Pedang Langit.


“Ap-apa?! Kenapa kau sudah mendapatkannya dan aku belum?!”


“Hehe... Ketua Zung sudah memperkirakan kalau aku ini sangat kuat jadi... Dia langsung memasukiku menjadi murid universitas ini.” Ucap Xie Ji dengan canggung beserta gugup karena takut dia salah bicara.


“Huh! Dasar orang tua berengsek! Dia pasti melihat kecantikanmu dan langsung memasukimu ke universitas ini! Dasar tidak adil!” Xiao Lan mengembungkan pipinya karena kesal.


Xie Ji yang melihat Xiao Lan yang mengembungkan pipinya tiba-tiba wajah Xie Ji langsung menerah karena merasa kalau sikap Xiao Lan begitu imut.


Xiao Lan mulai bingung dengan reaksi Xie Ji. “Ada apa? Apa kau sakit? Wajahmu sangat merah.” Ucap Xiao Lan sebelum meletakkan tangannya ke keningnya Xie Ji.


“Hmm... Aku rasa kau sedang sakit.”


“Kaulah yang sakit jiwa!” Ucap Xie Ji sebelum mendorong Xiao Lan dan langsung pergi meninggalkan Xiao Lan sendirian dikamar.


“Hmm, sepertinya dia memang sedang sakit.” Ucap Xiao Lan sebelum pergi berjalan di Universitas.

__ADS_1


Tapi, sebelum Xiao Lan pergi, dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah berada di cincin ruang.



Setelah Xiao Lan selesai berpakaian, dia akhirnya keluar dan langsung pergi berjalan di halaman utama Universitas.


Terlihat kalau semua murid-murid wanita selalu menatapnya dengan tatapan suka.


“Wah! Apa dia calon murid baru yang baru saja mengalahkan ketiga murid terbaik junior?”


“Benar! Tidak salah lagi, itu pasti dia.”


“Wah, dia semakin tampan setelah berpakaian seperti itu.”


Banyak komentar para wanita yang membuat Xiao Lan terasa tidak nyaman. Tapi, ada seorang murid tingkat senior yang berkemampuan 73, dia selalu menatap Xiao Lan dengan tatapan sinis.


“Hei bocah! Berhenti disitu.” Ucap Seorang murid senior itu.


“Ada apa?” Tanya Xiao Lan dengan santai.


“Kenapa kau tidak memanggilku senior hah?!” Tanya Seorang murid itu dengan kesal.


“Dasar ******** kecil! Mati kau!” Ucap Seorang itu sebelum menyerang Xiao Lan.


Pada saat itu, perselisihan mereka berdua membuat para murid disekitar terkejut setelah melihat Xiao Lan berani berkata seperti itu kepada seniornya.


“Cih.” Xiao Lan langsung menangkap pukulan tersebut dan meremasnya sekuat tenaga.


“Aaggh!” Teriak senior itu dengan keras.


“Jangan main-main denganku walaupun kau ini adalah seniorku.” Ucap Xiao Lan sebelum melepaskan genggamannya dan pergi meninggalkan orang itu.


“Si-sialan!” Orang itu berdecak kesal.


**


“Wah! Dia sangat hebat. Dia bahkan berani melakukan hal seperti itu pada seorang senior”


“Aku pikir dia akan mendapatkan masalah. Orang itu adalah Hang Wo. Dia adalah anak dari salah satu tetua terkuat.”

__ADS_1


“Astaga, dia benar-benar tidak beruntung.”


Xiao Lan yang mendengar hal itu dari kejauhan tiba-tiba tersenyum tipis sebelum bergumam pelan. “Aku akan selalu menunggumu. Aku juga sudah tidak sabar untuk mengeluarkan Bold lagi.”


Beberapa saat kemudian.


“Hmm?” Pada saat diperjalanan, Xiao Lan bisa melihat kalau ada seorang wanita yang sangat angkuh dan cantik sedang berjalan dengan arah yang berlawanan dengannya.


‘Gadis ini... Sepertinya aku pernah merasakan kualitas darah yang seperti ini tapi... Terlalu lemah.’ Pikir Xiao Lan.


Pada saat mereka saling berlewat, Xiao Lan seakan membuat dirinya tidak tertarik dengan kecantikannya. Wanita itu bernama Qiao Qi. Qiao Qi terkejut setelah melihat Xiao Lan yang bahkan tidak meliriknya.


Ilustrasi : Qiao Qi



“Hei, apa kau...?” Tanya Qiao Qi.


“Hah? Ada apa?” Ucap Xiao Lan dengan bingung.


“Cih! Tidak ada.” Ucap Qiao Qi sebelum pergi meninggalkan Xiao Lan.


‘Hmph! Kau pikir dengan kecantikanmu itu kau bisa menaklukkanku? Hmph mimpi saja.’


‘Bahkan, wanita-wanita yang berada cukup dekat denganku jauh lebih cantik. Apa lagi Xiao Zen'ji.’ Pikir Xiao Lan sambil membanggakan Xiao Zen'ji.


Setelah beberapa saat setelah kejadian itu, Xiao Lan bertemu dengan kembali dengan Hang Wo yang dihajarnya barusan datang bersama dengan teman-temannya.


“Hehe, bocah. Karena kau merasa dirimu hebat, bagaimana kalau kau melawan kami berlima di arena pertarungan?” Tanya Hang Wo.


“Tantanganmu diterima. Mari kita beritau ketua dan bersiap-siaplah untuk bertarung. Aku sudah ingin bertarung bersama dengan kawan lamaku jadi... Persiapkan dirimu dengan baik. Dan lagi... Panggil gurumu untuk ikut bertarung juga denganku.” Ucap Xiao Lan sebelum pergi melesat dengan cepat ke aula para ketua.


“Ohohoh... Terimakasih dasar bocah bodoh. Any pasti akan memanggil guruku/ayahku.” Ucap Hang We sebelum pergi menyusul Xiao Lan dari belakang.


Pada saat, mereka telah tiba di aula para ketua/tetua, Xiao Lan langsung mengatakannya kepada Liu Zung.


“Ketua, apa aku boleh meminta sesuatu sekarang?” Tanya Xiao Lan.


“Hmm, apa yang akan kau minta?”

__ADS_1


“Aku ingin bertarung dengan semua orang yang berada dibelakangku ini dan juga... Aku ingin bertarung dengan ayahnya.” Ucap Xiao Lan sebelum semua orang...


__ADS_2