Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Kemarahan Xiao Lan Dan Bold


__ADS_3

“Ap-apa?!” Semua tetua yang berada disana dan juga ketua langsung terkejut setelah mendengar kalau Xiao Lan akan menantang salah satu tetua terkuat.


“Ap-apa kai serius Lan'er?” Tanya Liu Zung. Semua tetua lainnya yang berada disana masih membuka mata dan mulut mereka karena mengetahui kalau Xiao Lan akan menantang Hang Mo yang merupakan tetua terkuat tingkat 50 dari 100 Tetua terkuat.


“Dan mereka yang dibelakangku.” Ucap Xiao Lan.


“Hahah! Memangnya ada apa sampai kau menatangku anak muda?” Setelah itu, terlihat ada seorang yang berjalan sambil bertepuk tangan dari samping mereka. Tidak lain dia adalah Hang Mo.


“Aku hanya ingin memberikan anakmu sedikit pelajaran. Dan aku menantangmu karena aku sangat senang melawan orang kuat. Sampai jumpa, aku akan pergi menunggu kalian di arena pertandingan.” Ucap Xiao Lan sebelum pergi meninggalkan mereka.


“Bocah ini sangat menarik.” Liu Zung bergumam pelan sebelum menatap Hang Mo.


“Tahan kekuatanmu jika kau sudah mengetahui kalau dia lemah.” Ucap Liu Zung kepada Hang Mo. Hang Mo hanya berdiam diri tidak bersuara setelah mendengar perkataan Liu Zung.


“Aku akan membunuhmu bocah.” Hang Mo bergumam pelan. Tapi, gumaman Hang Mo didengar oleh Liu Zung karena pendengaran Liu Zung sangatlah tajam


“Aku ingin lihat kalau dia berani macam-macam dengan murid pilihan Tetua Merah dan Biru. Dan lagi pula... Aku juga sepertinya tertarik dengannya. Coba saja jika kau memiliki kemampuan.” Liu Zung bergumam pelan.


Beberapa saat kemudian, setelah kejadian itu. Xie Ji terkejut karena mendengar pengumuman kalau Xiao Lan telah menantang salah satu tetua terkuat dan murid-murid senior.


Pada saat mereka semha berkumpul dan duduk di tempat duduk penonton, Xiao Lan Hang Mo dan lainnya sudah berada di arena pertarungan.


“Si bodoh ini... Kenapa dia begitu ceroboh!” Xie Ji bergumam pelan dengan kesal.


“Hang Mo yang dikenal sebagai Dewa Cacing dan Kelima murid senior. Mereka akan melawan Xiao Lan! calon Murid baru di Universitas Pedang Langit.”


“Xiao Lan ini dikenal sebagai Sang Dewa Neraka di Dinasti Darah.” Ucap Liu Zung dari atas.


“Pertandingan... Dimulai!”


“Saat aku bertarung dengan orang kuat, aku tidak ingin kalau ada bocah tengik yang menggangguku. Jadi...” Ucap Xiao Lan sebelum menarik pedangnya dan melesat dengan cepat di depan kelima murid senior itu.


“Tebasan Bulan Sabit.”


Tanoa mereka sadari, Xiao Lan telah menebas kelimanya dengan sekali serang. Kelimanya bahkan tidak dapat merasakan kalau mereka telah tertebas.


“Ba-bagaimana bisa?” Ucap mereka sebelum jatuh ke pingsan karena kehilangan banyak darah.


“Hei kalian bawa bocah-bocah ini ke tabid sekarang.” Ucap Xiao Lan sebelum menatap Hang Mo yang hanya berdiri sambil memangku dagunya dengan tangan.


Semua orang yang melihat Xiao Lan yang mengalahkan para murid senior itu dengan satu tebasan terkejut.

__ADS_1


Mereka mulai mengingat kembali kalau di ujian, Xiao Lan tidak sekuat itu.


“Hahah! Sudah aku duga, waktu dia bertarung bersama para murid junior dia hanya mengerahkan beberapa % saja dari kekuatannya.” Seru Liu Zung yang berdecak kagum dengan Xiao Lan.


Semua orang yang mendengarnya terkejut setelah mengetahui kalau Xiao Lan hanya mengeluarkan sedikit dari kekuatannya saat bertarung dengan murid junior.


“Oh... Aku belum pernah melihat jurus seperti itu diDinasti manapun.” Ucap Hang Mo.


“Apa semua tetua disini saat bertarung hanya akan menang mulut saja? Atau hanya kau yang melakukan hal seperti itu?” Ucap Xiao Lan sebelum menyerang Hang Mo dengan cepat.


Xiao Lan menyerang Hang Mo dengan serangan biasa saja dari ilmu pedang yang Wei Ling ajarkan padanya.


Hang Mo bisa menghindari semua serangan itu dengan muda. Xiao Lan kini mengambil jarak dengan Hang Mo.


“Ada apa? Kenapa sudah berhenti?” Tanya Hang Mo.


“Tunggu sebentar.” Ucap Xiao Lan sebelum ada seorang yang melompat dari atas bangku penonton. Dia adalah Qiao Qi.


“Tetua Mo. Biar aku saja yang menghabisi bocah busuk ini.” Ucap Qiao Qi sambil menatap Xiao Lan dengan tajam.


“Hoo... Baiklah. Aku akan menunggu kalau kau kalah aku akan menggantikanmu.” Ucap Hang Mo sebelum duduk bersila di arena pertarungan itu.


“Hei apa kau tau? Aku sudah muak dengan orang yang sok-sokkan hebat sepertimu. Apa lagi... Kau sangat sok cantik.” Ucap Xiao Lan dengan dingin.


“Api Phoenix Langit!”


Seketika itu, terlihat kalau seekor burung phoenix yang sangat besar muncul diatas Qiao Qi. Qiao Qi juga muncul sayap seakan dia juga seorang phoenix.



“Hmph! Sudah aku duga kalau kau ini adalah keturunan phoenix langit.” Ucap Xiao Lan sambil menggerak-gerakan tubuhnya.


“Apa?! Bagaimana kau bisa mengetahuinya?!”


“Hmph! Dasar bocah lemah. Kau berani menatang seorang keturunan phoenix ya. Kau sungguh berani.” Ucap phoenixnya Qiao Qi.


“He... Hahahah. Menarik! Kau ini hanyalah budak dewa phoenix dan kau sudah begitu arogan dengan tuammu sendiri? Menarik. Dasar budak.” Seru Xiao Lan dengan lantang.


“Lang'er, phoenix ini hanyalah phoenix pelayan saat aku masih berada di Pulau Kuno Phoenix. Aku akan langsung menunjukkan diriku saja.” Ucap bold yang berada didalam ruang jiwa.


“Tunggu sebentar.” Ucap pikirannya Xiao Lan.

__ADS_1


“Apa katamu?! Aku hanya phoenix pelayan?!”


Semua orang terkejut karena Xiao Lan bahkan tidak takut dengan Phoenix yang berada dihadapannya. Liu Zung dan lainnya juga terkejut dengan sikap Xiao Lan.


“Hehe... Hei tua bangka. Bantulah wanita sok cantik ini. Aku mungkin tidak akan bisa menahan kekuatan yang meluap-luap dari tubuhku ini.” Ucap Xiao Lan kepada Hang Mo.


Hang Mo hanya tersenyum tipis sebelum Xiao Lan mengeluarkan aura panas yang sangat hebat. Seluruh murid selain Xie Ji dan para tetua pingsan akibat aura itu.


Pada murid senior sebenarnya tidak berada disana mereka berada di sebuah tempat rahasia karena mereka telah menjalankan sebuah misi penting.


“Hehehe... Apa kau masih ingat dengan suaraku?” Tiba-tiba suara Xiao Lan mengeluarkan suaranya bold.


“Ap-apa?! Kau juga adalah keturunan phoenix langit?!” Tanya Qiao Qi dengan Phoenixnya. Semua orang selain Xie Ji juga bertanya-tanya pada diri mereka sendiri dengan keadaan itu.


“Keturunan...? Sangat tidak sopan. Biar aku beritau, anak ini adalah... Sang Reinkarnasi Dewa Phoenix!”



Warna bold ini agak merah kehitaman dan juga memiliki perubahan wujud menjadi...


Biru :



Putih :



Dan masih banyak lagi. Phoenixnya Qiao Qi tiba-tiba mematung sejenak sebelum terbang tampa perintah Qiao Qi dan pergi melutut kepada bold.


Semua orang yang melihatnya membuka mulut dan mata mereka lebar-lebar setelah melihat hal tersebut.


Merah dan Biru yang melihatnya dari kejauhan sebenarnya sudah menduga kalau Xiao Lan ini adalah Sang Dewa Phoenix yang sebenarnya.


“Tu-tuan... Ma-maafkan aku atas kelancanganku... Ak-aku...” Sebelum phoenix itu selesai berbicara, Xiao Lan dan bold sudah membuat lingkaran api yang sangat panas kepada phoenix itu.


“Dan sekarang... Enyahlah dasar pelayan.” Ucap Xiao Lan sebelum...


***


Hai teman-teman, sya akan selalu brusaha untuk membuat novel ini jadi banyak tapi, mohon untuk di vote ya untuk novel ini biar aku jadi semakin semangat buatnya.

__ADS_1


Waktu pagi aku belajar daring setelah itu ngerjain novel LDK. Malemnya aku buat novel LDP ini. Jadi mohon suportnya ya. Makasih...😄😊


__ADS_2