
“Api Suci Lotus?...”
“Apa itu... Apa itu begitu kuat?!” Tanya Xiao Lan dengan wajah yang meremehkan.
Melihat wajah Xiao Lan, bold berdecak kesal karena Xiao Lan selalu meremehkan setiap hal yang dia katakan.
“Bodoh! Idiot! Api Suci Lotus adalah salah satu api abadi! Dalam semua api suci dewa, itu berada di tingkat 9 dari 10 api suci dewa!” Ucap bold dengan wajah yang kesal.
“Oh.....!”
Setelah melihat tingkah Xiao Lan, bold seakan tau kalau Xiao Lan akan terpanah setelah mendengar perkataan tersebut tapi...
“Cuma di tingkat 9 ya. Apa gunanya.” Tapi seaksi bold berubah setelah mendengar perkataan Xiao Lan yang yang meremehkan api suci dewa lotus.
“Bocah sialann!!! Mati saja kau!”
“Hahahah, baiklah-baiklah aku mengerti.” Ucap Xiao Lan sebelum tidur dengan lelap.
“Hmph! Bocah sialan ini langsung tertidur. Dia ini memang monster.” Ucap Bold sebelum memberikan sesuatu tanda pada dahinya. Yang berbentuk Terantai Api Biru.
Dalam dunia dewa, ada api suci abadi yang sangat kuat. Terdapat 10 api suci dan salah 1 darinya adalah Api Suci Lotus yang berada di urutan ke 9.
Keesokan harinya.
Di salah satu gedung Lembah Pasir.
“Lan'er, apa kau sudah siap untuk berlatih?” Tanya merah. Sebelum itu, merah sangat terkejut setelah melihat kalau Xiao Lan sudah berada di tingkat pendekar peracik tahap akhir.
‘Apa-apaan anak ini.’
“Aku sudah sangat siap kakak merah.”
“Ah... Baiklah aku akan mengajarkanmu sebuah teknik pedang api yang ku ciptakan sendiri.”
“Pedang Api! Duri Api!”
Seketika itu, permainan pedang Tetua merah telah mengayun seakan terlihat sangat pelan tapi, Xiao Lan memperhatikannya lebih jelas lagi, dan ternyata.
Permainan Pedang Tetua merah tidaklah pelan, melainkan sangatlah cepat. Xiao Lan berdecak kagum dengan hal tersebut.
Sesaat Tetua merah sudah hampir selesai memperlihatkan tarian pedangnya, tiba-tiba dia mengarahkan pedangnya ke salah satu batu giok yang sangat besar disana.
Xiao Lan menahan nafasnya sejenak setelah melihat tetua merah telah memotoh batu giok dengan sangat rapi.
__ADS_1
“Xiao Lan, giliranmu.” Ucap Tetua merah sebelum mencabut Pedang Hitam Kematiannya. Awalnya Xiao Lan hanya mengunakan pedang yang di berikan oleh Yun Wong tapi kini, Xiao Lan mengembalikan pedang dari Yun Wong itu ke dalam cincin bumi.
Setelah itu Xiao Lan langsung memperaktekan gerakan-gerakan yang Tetua merah berikan.
“Lan'er, seharusnya kau melakukan gerakan ini lebih tenang lagi. Jika kau tidak tenang, maka kau tidak akan mengusainya.”
“Akanku coba lagi Tetua.” Sangat di luar dugaan Xiao Lan, ternyata teknik yang kelihatan mudah untuk di peraktekan itu nyatanya sangatlah susah untuk di gunakan.
“Lagi!”
Beberapa jam kemudian, Xiao Lan kunjung tidak dapat menguasai teknik pedang yang di ajarkan oleh tetua merah.
“Lan'er, sudah cukup sampai disini dulu. Kau bisa mencobanya lain kali. Kau harus beristirahat.” Ucap tetua merah.
Xiao Lan mengangguk pelan sebelum masuk kedalam aula. Saat Xiao Lan dan tetua merah masuk ke ruang makan, Xiao Lan bisa melihat kalau bukan hanya tetua biru dan tetua Gyo, tapi ada seorang wanita yang duduk disana.
Tidak lain dia adalah Ryun yang merupakan anak dari tetua Gyo.
Setelah itu, Xiao Lan langsung duduk di depannya Ryun.
“Ayah, aku tidak suka makan dengan orang yang tidak aku kenal.” Ucap Ryun dengan arogan.
Tetua merah dan biru langsung terdiam dengan wajah yang malu, sementara Gyo sangat kesal dengan sikap putrinya.
“Ryun'er! Jaga kata-katamu! Mereka adalah tamu penting kita.” Ucap Ryo dengan kesal.
Sewaktu Ryun mau berbicara, Xiao Lan langsung memotongnya. “Kalau begitu maaf karena sudah mengganggu makan siangmu.”
“Tetua merah, dan tetua biru, aku akan mencari makanan di sekitar sini. Tetua merah dan biru bisa mencari penginapan di pasar lembah pasir.” Ucap Xiao Lan sebelum pergi dengan cepat dari sana.
Tetua merah dan biru memberi salam kepada Tetua Gyo sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Bagaimana ayah, mereka sudah pergi. Dan ayah bisa makan dengan tenang. ” Ucap Ryun.
Sebenarnya Ryo sangat marah ketika ada orang yang makan bersamanya dengan berpenampilan sangat kotor seperti Xiao Lan yang tidak kunjung mengganti pakaiannya, jadi Ryun membantu ayahnya
“Kau mengecewakan ayah.”
Perkataan Gyo seakan merupakan sambaran petir bagi Ryun. Ryun tidak menduga kalau orang yang dia sindir tadi adalah tetua merah dan biru.
Gyo langsung meninggalkan tempat makan itu, sebelum melesat dengan cepat sambil mencari tetua merah, biru dan Xiao Lan.
Disisi lain.
__ADS_1
Diluar lembah pasir.
“Wahh! Panas sekali!” Ucap Xiao Lan sambil membuka bajunya karena kepanasan.
“Sialan cewek cantik tadi! Dia pikir dia siapa! Beraninya dia mempermalukan tetua merah dan biru!” Xiao Lan berdecak kesal dengan Ryun.
“Eh... Aku dimana?” Xiao Lan kembali memasang wajah bodohnya karena berjalan sampai-sampai tidak memperhatikan jalannya.
Xiao Lan kini sudah berada di arah utara gurun pasir. Xiao Lan tidak mengetahui hal tersebut karena dia tidak membawa peta gurun.
“Sialan kai bocah! Jika kau mati di sini, bagaimana denganku hah?!” Ucap bold yang tiba-tiba muncul di atas kepalanya Xiao Lan.
“Yah... Mungkin kau akan menjadi burung panggang.” Ucap Xiao Lan diiringi tawa mengejek yang keras.
“Bocah! Diam dulu... Aku merasakan sesuatu disini.” Ucap bold setelah menyadari kalau ada beberapa manusia ular yang sedang mengawasinya.
“Hei manusia! Beraninya kau datang ke wilayah kekuasaan ratu kami!” Ucap salah satu dari 3 manusia ular.
“Wah! Tubuhnya manusia tapi kakinya ular!!” Xiao Lan berteriak dengan keras karena kaget setelah melihat manusia ular tersebut.
Tapi yang membuat Xiao Lan lebih kaget adalah, mereka sedang terluka parah.
“Pergi dari sini manusia. Aku bisa membaca pikiranmu, kau memiliki hati yang baik. Pergi dari sini sebelum manusia jahat lainnya datang.” Ucap manusia ular itu sambil memegang dadanya yang sakit.
“Syukurlah kalian bisa melihat kebaikanku. Syukurlah...” Xiao Lan mengelahkan nafas panjang sebelum...
“Syukurlah matamu! Kami sedang sekarat tapi kau bilang syukurlah!” Ucap ketiga manusia ular itu dengan kesal dengan sifatnya Xiao Lan.
“Hahah akhirnya aku menemukan harta besar! Hei menusia ular, aku akan menjual kalian dan aku akan kaya!” Pada saat Xiao Lan dan manusia ular itu berbincang, tiba-tiba ada seorang berbandan kekar yang memegang kepala manusia ular lainnya telah berada di belakang mereka.
“Ga-gawat! Kalian berdua, lindungi bocah baik ini! Aku akan menahannya!” Ucap salah satu manusia ular itu sebelum Xiao Lan bergumam pelan.
‘Benar-benar berbeda dengan rumornya. Mereka ini hanya jadi jahat ketika ada orang yang memiliki hati yang buruk datang kepada mereka, sementara orang yang memiliki hati yang baik, mereka tidak akan menyakitinya.’ Xiao Lan berdecak kagum dengan para manusia ular tersebut.
“Hoh, ternyata ada 3 manusia ular... Hahahah aku akan ka-” Sebelum pria berbadan kekar itu selesai berbicara, tiba-tiba dia melihat Xiao Lan yang menatapnya dengan tatapan membunuh yang amat pekat.
‘Bo-bocah ini...’ Pria berbadan kekar itu tidak menyadari keberadaan Xiao Lan awalnya tapi... Setelah dia memperhatikan lagi situasinya, dia akhirnya menemukan Xiao Lan yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.
“...”
***
Hai teman-teman LDP update lagi nih. Btw LDK masih belum update maaf ya. Makasih:)
__ADS_1