Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Keluarga Wei


__ADS_3

“Kanapa kau menggangguku melatih Xiao Lan, tua bangka. Hah?!” Ucap Xiao Futu dengan kesal.


“Apa yang kau katakan?! Kau ini sudah seperti menculik Xiao Lan. Kau diam-diam menjadikan muridmu dan tidak bilang pada kami! Kau itu si wajah jelek pencuri!” Ucap Xiao Ning.


Mereka berdua masih saling marah-marah sebelum Xiao Zen'ji memukul keduanya dengan kayu besar.


“Berhenti! Lan Gege, jika kau berlatih disini. Maka aku akan di sini juga.” Ucap Xiao Zen'ji.


“Hah? Kau juga ingin tinggal disini? Apa kau tidak takut dengan para siluman di sini?” Ucap Xiao Ning yang tiba-tiba berdiri karena terjatuh oleh pukulan Xiao Zen'ji.


“Oh... Baiklah, baiklah. Cinta anak muda benar-benar susah di mengerti.”Ucap Xiao Ning sebelum mendapatkan sebuah pukulan dari Xiao Zen'ji.


“Ugh! Kenapa aku dipukul lagi?!” Ucap Xiao Ning sebelum pingsan.


“Hei! Zenji'er, apa kau mau pamanmu ini kerepotan dengan adanya kau disini?! Kau hanyalah beban, dan aku tidak mau melindungi dua orang sekaligus.”Ucap Xiao Futu sambil menunjuk ke arah Xiao Zenj'ji.


“AKU... HANYALAH BEBAN?” Ucap Xiao Zen'ni sebelum memukul Xiao Futu dengan keras di wajahnya.


Sementara Xiao Lan yang melihat hal tersebut hanyalah menelan ludahnya. Dia bisa melihat bahwa Xiao Zen'ji tidak takut pada Xiao Futu dan Xiao Ning, apa lagi dirinya.


“Kau juga mau ikut campur?!” Ucap Xiao Zen'ji sebelum menatap Xiao Lan dengan tatapan sinis.


“Ah... Tidak, tidak... Aku tidak akan ikit campur dengan hal ini... Hal ini kaulah yang berkuasa.” Ucap Xiao Lang sambil tersenyum canggung ke arah Xiao Zen'ji.


“Hmph! Dan juga, sepertinya aku harus berlindung saat ini.” Seketika itu, Xiao Zen'ji langsung mengangkat Xiao Futu dan bersembunyi di belakangnya.


“Kau takut padanya? Kau benar-benar tidak layak untuk tinggal di sini.” Ucap Xiao Futi sebelum menoleh ke arah pintu depan. Mereka melihat seekor kadal berkulit besi sedang menunggu diluar.


“Lan'er, aku serakan dia padamu.” Ucap Xiao Futi sebelum mengangkat Xiao Ning dan Xiao Zen'ji ke batang bohon besar di samping gubuk tua tersebut.


---


***


Tingkat pendekar ini merupakan tingkat pendekar dari dunia dewa.


Tingkat Pendekar.


Tingkat Rendah.


- Pendekar Angin.


- Pendekar Alam.

__ADS_1


- Pendekar Peracik Obat.


Tingkat Menengah


- Pendekar Raja.


- Pendekar Tanpa Tanding.


- Pendekar Kaisar.


Tingkat Tinggi.


- Pendekar Awan.


- Pendekar Bumi.


- Pendekar Langit.


Tingkat Suci.


- Pendekar Surgawi.


- Pendekar Dewa.


---


***


“Di dunia ini kekuatanku hanyalah seperti pendekar awan tahap menengah atau bisa dibilang gerbang ke lima.” Xiao Lan sudah diberitau oleh Xiao Futu bahwa, tingkat Xiao Lan yang sekarang hanyalah merupakan seekor semut didunia dewa.


‘Si kadal ini setidaknya setara dengan pendekar awan tahap menengah sama denganku.’ Pikir Xiao Lan sebelum mencabut pedang hitam yang di berikan Bold padanya.


Xiao Lan langsung menyerang kadal tersebut. Kadal itu dengan mudanya menghindari serangan-serangan Xiao Lan. Setelah itu, kada itu tiba-tiba menyerang Xiao Lan dan membuat Xiao Lan terkena serangan dari ekornya kadal itu.


“Lan Gege!” Seru Xiao Zen'ji.


“Tenang saja, Lan'er tidak selemah itu.” Ucap Xiao Futu sebelum menunjuk ke arah Xiao Lan yang mulai memancarkan kemarahannya.


“Aagggh!” Setelah teriakan Xiao Lan itu tiba-tiba, seekor kucing kecil yang keluar. Darah dari hidung Xiao Futu dan lainnya mulai menetes. Mereka melihat Xiao Lan mengeluarkan spirit yang begitu imut tapi...


“Hei bocah! Kau jangan bermain-main!” Teriak Xiao Futu sambil menunjuk kearah Xiao Lan dengan kesal. Xiao Futu awalnya mengira bahwa Xiao Lan akan mengeluarkan phoenix yang berada di dalam tubuhnya tapi, diluar dugannya, Xiao Lan malah mengeluarkan seekor kucing kecil yang imut.


“Kakak, lihatlah baik-baik.” Ucap Xiao Lan sebelum berseru dengan lantang. Seketika itu, Kucing kecil tiba-tiba berubah menjadi seekor macan putih hitam yang besar dan gagah.

__ADS_1


Darah dari hidung mereka kembali menetes karena melihat spirit Xiao Lan yang awalnya begitu imut dan lemah lembut, kini menjadi spirit yang layaknya seekor monster.


“Haha! Itu baru adikku!” Ucap Xiao Futu dengan lantang.


“Tadi kau memarahinya, tapi sekarang malah memujinya.”Ucap Xiao Zen'ji dan Xiao Ning secara bersamaan.


Seketika itu, Xiao Lan langsung menyerang siluman kadal tersebut dengan cepat. Xiao Lan berhasil memukul di berbagai bagian tubuh kadal itu tapi, dia tidak merasa kesakitan sedikitpun.


“Keras sekali...! Benar, dibagian bawahnya pasti sangat lunak.” Gumam pelan Xiao Lan sebelum menyerang kembali.


“Macan Bumi - Menerkam Mangsa!”


Seketika itu, macan itu langsung menerkam si kadal itu dan melemparkannya ke atas. Xiao Lan langsung ikut ke atas langit dan memberikan sebuah tebasan yang bahkan membelah bagian bawah kadal tersebut.


“Hah... Aku mau tidur...” Ucap Xiao Lan sebelum berbaring ditanah karena kelelahan.


Xiao Futu, Xiao Zen'ji dan Xiao Ning yang beberapa saat lalu sudah sadar kini pergi kesamoing Xiao Lan. Xiao Zen'ji diminta oleh Xiao Futu untuk membawa Xiao Kan kedalam gubuk untuk beristirahat karena hari sudah sangat malam.


Keesokan harinya


Xiao Ning mendapatkan kabar bahwa dari burung pembawa pesan dari Keluarga Xiao. Dia mendapatkan pesan bahwa di keluarga Xiao ada kedatangan Keluarga Wei.


Xiao Ning langsung pergi sebelum Xiao Lan bangun dari tidurnya.


“Kenapa kau terlihat sedih Zenji'er?” Tanya Xiao Futu setelah Xiao Ning pergi. Wajah Xiao Zen'ji terlihat sangatlah murung setelah mendengar Keluarga Wei datang ke Keluarga Xiao.


“Itu... Sepertinya itu adalah Tuan muda dari Keluarga Wei. Wei Zang, dia ingin melamarku. Tapi, disini sudah ada Xiao Lan.” Ucap Xiao Zen'ji.


“Apa kau suka padanya?”


“Dulu aku suka tapi... Setelah aku mengetahui bahwa dia banyak simpanan perempuan, aku jadi tidak suka padanya. Dan sekarang mungkin aku menyukai sibodoh ini.” Ucap Xiao Zen'ji sambil memandang kearah Xiao Lan yang sedang tertidur didalam gubuk tua.


“Hmm, sepertinya akan ada pertarungan yang menarik.” Gumam pelan Xiao Futu sebelum...


---


***


**Di Like dan vote yaa... Terimakasih loh untuk suportnya selama ini...


Di vote yang banyak ya biar jadi dapat nilai yang bagus untuk Legenda Dewa Phoenix. Biar gak kalah dari yang lain. Tapi, jika tidak ada, jangan maksain. Namun jika ada kelebihan sedikit, tolong berbagai untuk novel ini ya. Terimakasih ❤


God Bless You ❤🤗***

__ADS_1


__ADS_2