
Setelah itu, Xiao Lan diberitaukan Xiao Futu tentang masalah ini.
“Jadi, apa yang akan kau perbuat Lan'er?” Tanya Xiao Futu.
“Yang akan aku perbuat adalah... Berlatih disini. Lagi pula hal itu tidak ada hubungannya dengan aku, untuk apa aku harus peduli?” Ucap Xiao Lan dengan santai.
“Pfft....!!” Xiao Futu seakan mau tertawa, tapi dia menahannya.
“Jadi, apa kau tidak mau membantuku?” Tanya Xiao Zen'ji.
“Pulang dan beritau kepada mereka Zenji'er. Bahwa, kau sudah memiliki seorang tunangan dan katakan saja itu diriku. Jika mereka masih bersih keras, aku akan membunuh lelaki bodoh itu.” Ucap Xiao Lan sambil memakan buah apel yang di bawah oleh Xiao Zen'ji.
‘Kau ini memang tunanganku yang bodoh!’ Pikir Xiao Zen'ji.
“Baiklah... Tapi, aku akan segera kembali dan paman akan menemaniku. Apa kau akan baik-baik saja disini?” Ucap Xiao Zen'ji dengan peduli.
“Apa? Kau sekarang sudah mengkhawatirkanku? Sungguh Fenomena Alam yang mengerikan. Awalnya aku hampir di bonyokkan olehmu dan sekarang sudah seperhatian ini?” Ucap Xiao Lan sebelum mendapatkan sebuah pukulan keras dari Xiao Zen'ji di kepalanya.
“Aku sedang mengkhawatirkanmu dan kau membalas kekhawatiranku dengan seperti ini?! Hmph! Paman, ayo. Biarkan saja si tidak peka ini di sini sendiri.” Ucap Xiao Zen'ji dengan kesal.
“Lan'er, karena latihan tubuh dan darahmu telah terhenti. Aku akan menugaskan padamu untuk membunuh siluman sekitar 100 lebih.” Ucap Xiao Futu sebelum pergi keluar dari gubuk tersebut.
“Baiklah kakak.”
Setelah mereka berdua pergi, Xiao Lan mulai berburu di sekitar gubuk. Pada saat Xiao Lan mencari siluman untuk diburu, dia melihat ada seekor ular yang memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Angin tahap awal.
Ular itu jauh lebih lemah dibandingkan kadal bersisik emas yang Xiao Lan lawan. Ukuran ular itu sama seperti orang biasa pada umumnya.
“Aku harus membunuhnya dengan cepat, agar aku tidak memancing siluman yang lebih kuat karena mencium darahnya.” Xiao Lan berencana untuk setelah membunuh ular itu, dia akan memasukannya kedalam Cincin Dimensi.
Xiao Lan mencabut pedang tengkorak hitamnya dan langsung menyerang ular tersebut secara diam-diam. Tapi, sesaat Xiao Lan sudah berada tidak jauh dari ular itu, tiba-tiba ular itu menyadari dengan keberadaan Xiao Lan.
Ular itu membalas menyerang Xiao Lan dengan serang ekornya. Xiao Lan bisa merasakan kalau kecepatan serangan tersebut tidak bisa dia hindari dan akhirnya, dia terpental jauh.
__ADS_1
“Tidak aku sangka bahwa mereka bahkan lebih cerdik dari kadal emas itu.” Gumam pelan Xiao Lan sebelum mulai menyerang kembali.
“Tebasan Bulan Sabit!”
Xiao Lan menyerang ular itu menggunakan jurus yang Wei Ling ajarkan padanya. Tapi, saat pedang Xiao Lan memotong tubuh ular tersebut, dia merasakan seperti sedang memotong besi.
“Astaga, tubuhnya begitu keras. Kalau begitu, dimana sisi lukannya?” Gumam pelan Xiao Lan sebelum menemukan sebuah rencana.
“Benar! Mulutnya.” Ucap Xiao Lan.
Setelah itu, Xiao Lan melompat dengan tinggi dan memberikan dirinya terjatuh dengan perlahan. Ular itu seakan sangat senang karena bisa memakan Xiao Lan, pada saat ular itu membuka mulutnya lebar-lebar, seketika itu Xiao Lan berbalik badan dan...
“Tebasan Bulan Sabit!”
Xiao Lan langsung menebas mulut ular itu yang terbuka lebar-lebar. Ukar itu berteriak kesakitan, dia mengamuk sebelum mati karena kehabisan banyak darah.
“Huh... Aku menggunakan jurus ini agar tidak terlalu membuang tenagaku.” Ucap Xuao Lan sebelum pergi mengambil mayat ular tersebut. Xiao Lan memasukannya kedalam Cincin Dimensi.
Pada saat itu, Xiao Lan merasakan bahwa ada sekawanan ular seperti yang baru saja dia bunuh. Xiao Lan langsung naik ke atas pohon yang tinggi dan memperhatikan mereka.
“Sial!”
Xiao Lan mendapatkan serangan racun dari ular itu di kakinya. Pada saat itu, Xiao Lan langsung melompat dan pergi ketengah-tengah segerombolan ular yang berada di bawah.
Jumlah mereka setidaknya ada sekitar 15. Xiao Lan tentu saja tidak bisa melawan mereka semua sendiri, Xiao Lan lari dan memukul mundur sebagian ular.
Semua ular langsung mengejar Xiao Lan dengan cepat.
“Seperti racun ini tidak terlalu parah. Hmph! Aku akan menggunakan cara licik ini untuk kalian bodoh!” Setelah berkata demikian, Xiao Lan lari dan mencari hewan buas yang jauh lebih kuat daru ular itu.
Pada saat Xiao Lan mencari siluman yang lebih kuat dari pada ular-ukar itu. Sesaat itu tiba-tiba Xiao Lan melihat seekor beruang yang besar. Dia memiliki kulit hitam yang memiliki racun.
“Aku rasa dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dari pada ular-ular ini.” Ucap Xiao Lan sebelum melempar sebuah batu kepada beruang itu.
__ADS_1
Beruang itu langsung mengamuk dan langsung melihat ke arah Xiao Lan dengan ganas. Dua langsung berlari untuk menyerang Xiao Lan.
“Nah, bagus... Ayo, sini, sini.” Seketika itu, Xiao Lan melompat dengan tinggi dan membuat beruang itu menyerang ular-ular yang menyerang Xiao Lan.
Ular-ular itu dibanting-banting oleh beruang itu. Tapi, mereka tidak mau kalah, para ular itu juga mulai menyerang beruang itu.
Beberapa saat berselang, Xiao Kan yang hanya menonton saja kini mulai menyerang karena pasukan ular sudah mati semua di hajar oleh beruang.
Melihat beruang yang sudah sangat lemah karena sudah kebanyakan terkena racun dari ular itu, dia sudah sangat lemas. Ciap Kan langsung datang dan menyerangnya.
“Tebasan Bulan Sabit!”
Tebasan Xiao Lan hanya membuat beruang itu merasakan seperti ada gigitan serangga. Beruang itu menatap Xiao Lan dengan tajam sebelum menyerang Xiao Lan walaupun dirinya masih begitu lemah.
Xiao Lan dengan mudahnya menghindari serangan teresbut. Dia bisa melihat bahwa beruang itu sudah sangat lemah.
“Tubuhnya bahkan jauh lebih keras dari pada kadal dan ular.” Ucap Xiao Lan.
“Sepertinya kakak akan segera kembali. Aku akan menyelesaikan sekarang.”
“Api Langit - Cakar Api!”
Seketika itu, tubuh beruang hitam itu langsung terbelah menjadi dua bagian dan terbakar.
“Dia sangat kuat, tanganku bahkan gemetar ketika pedangku menyentuh tubuhnya.” Ucap Xiao Lan sebelum memasukan mayat mereka semua di Cincin Dimensi sebelum kembali ke gubuk tua.
---
***
**Di Like dan vote yaa... Terimakasih loh untuk suportnya selama ini...
Di vote yang banyak ya biar jadi dapat nilai yang bagus untuk Legenda Dewa Phoenix. Biar gak kalah dari yang lain. Tapi, jika tidak ada, jangan maksain. Namun jika ada kelebihan sedikit, tolong berbagai untuk novel ini ya. Terimakasih ❤
__ADS_1
God Bless You ❤🤗***