
Pada saat Xiao Lan sadar, dia menemukan dirinya sedang tertidur di sebuah rumah. “Dimana aku?” Xiao Lan bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Dia juga menemukan perban yang terdapat di seluruh tubuhnya.
Saat Xiao Lan masih kebingungan, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang masuk ke dalam kamar. “Ya ampun... Kenapa aku selelu bertemu dengan wanita cantik?” Pikir Xiao Lan.
“Kamu sudah bangun?” Tanya wanita cantik itu.
“Siapa kau?”
“Oh... Maaf, namaku Li Qinsi. Aku menemukmu saat sedang berjalan di hutan.” Ucap Li Qinsi.
“Oh... Terimakasih sudah menyelamatkan aku.” Xiao Lan mencari pedangnya, dia sangat khawatir jika pedang titipan pamannya hilang. Tapi, Xiao Lan menjadi tenang setelah melihat pedangnya yang sedang berada di samping tempat tidur.
“Namaku Xiao Lan.” Ucap Xiao Lan kepada Li Qinsi.
“Baiklah, LanLan... Ini makanan untukmu kamu pasti lapar.” Ucapnya. Wajah Xiao Lan berubah, dia sangat kesal kalau dirinya di panggil LanLan.
Saat sete Xiao Lan memekan makanan yang di berikan Li Qinsi, Xiao Lan bertanya ada dimana dirinya berada.
“Kamu sedang berada di tempat persembunyian desa rumput. Semoga kamu bukan bagian dari kelompok serigala hitam dan suku iblis.”
“Bukan-bukan aku adalah manusia biasa dan aku juga tidak jahat. Oh ya, apa kamu tau tentang kepala desa di desa ini?” Xiao Lan bertanya tentang ayahnya Qiao Qiao.
“Ya, dia berada di aula rumput.” Li Qinsi menunjuk ke arah aula. Tempat rahasia ini sebenarnya berada di dalam gunung, dan mereka memiliki tempat masuk sendiri seperti pintu rahasia.
“Aku ingin bertemu dengannya.” Setelah Xiao Lan berkata seperti itu, Li Qinsi langsung membawa Xiao Lan menemui kepala desa.
Saat mereka berjalan di luar, di sana sangat gelap seakan hari sudah malam. Padahal di luar masih pagi. Dan juga Xiao Lan mendapatkan pandangan-pandangan yang mengerikan dari penduduk desa tersebut.
Setelah mereka berjalan untuk menemui kepala desa, Xiao Lan san Li Qinsi tidak sengaja bertemu dengannya di jalan.
“Inilah kepala desa kita pendekar.”
“Oh... Jadi kamu ya kepala desa disini.” Ucap Xiao Lan dengan dingin.
“Benar, ada keperluan apa kau mencari aku?” Ucapnya.
__ADS_1
Seketika itu, Xiao Lan berjalan mendekati kepala desa. Saat Xiao Lan sudah berada disamping kepala desa, tiba-tiba Xiao La. berbisik.
“Qiao Qiao masih hidup dan dia sekarang berada pada temanku, dia baik-baik saja. Dan lagi, kau menyerahkan dirinya kepada raja iblis. Setelah raja iblis sudah aku usir dari sini, akan aku pastikan... Aku akan membunuhmu terlebih dahulu.” Kepala desa yang mendengar hal tersebut membeku sejenak.
Xiao Lan yang sudah selesai berbicara seperti itu kepada kepala desa kini meminta bahwa Li Qinsi untuk membawanya keluar.
Saat Xiao Lan keluar dari sana, Xiao Lan berpamitan dan berterimakasih kepada Li Qinsi. Li Qinsi hanya menanggapinya dengan senyuman sebelum Xiao Lan pergi mencari letak desa rumput.
***
Disisi lain.
Kelompok serigala hitam dan suku iblis.
Sebenarnya, suku iblis dan kelompok serigala hitam telah berkerja sama, karena itulah kelompok serigala hitam bisa berkembang sampai sejauh ini.
“Apa! Kang Lu dan Drek mati terbunuh?!” Ucap Dong An yang sedang duduk bersama dengan raja iblis.
“Be... Benar tuan... Ini... Ini adalah mayat mereka. Kami menemukannya di hutan dekat dengan desa lumut.” Ucap salah satu pasukannya.
Saat Dong An masih kesal, terdengar dari atas suara gagak yang memutar-mutar. Saat gagak itu masuk ke dalam ruangan Dong An dan Raja iblis, Gagak itu berubah menjadi manusia.
“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya raja iblis sambil meminus segelas arak.
“Tuan menyuruhku untuk memanggilmu. Akan ada pertemuan khusus untuk kalian.” Ucap si manusia gagak itu.
“Ternyata sudah dimulai. Serigala Tanah, aku ada urusan, kau urus saja terlebih dahulu orang yang sudah membunuh orangmu.” Setelah berkata seperti itu, raja iblis berubah menjadi gagak karena jurus si manusia gagak itu dan pergi meninggalkan Dong An.
Dong An sendiri mendapatkan julukan sebagai serigala tanah. “Cih? Kumpulkan semua pasukan! Aku dan cari orang yang membunuh Kang Lu dan Drek!” Ucap Dong An.
***
Disisi lain.
Para sekte menyerang!
__ADS_1
“Para patriak dan matriak, kami sudah menyiapkan semua pasukan kita!” Ucap salah satu komandan dari sekte gunung bunga.
Beberapa hari yang lalu, semua sekte dan kerajaan mendapatkan laporan bahwa, kelompok serigala hitam telah muncul kembali dan sekarang berada di sekitar kerajaan han.
Semua sekte sangat kesal dengan kelompok serigala hitam itu karena, mereka memiliki banyak dendam pada kelompok serigala hitam.
Banyak keluarga dari anggota sekte manapun yang kehilangan nyawa mereka karena dibunuh oleh kelompok tersebut. Semua orang senang saat kelompok serigala hitam sudah ditemukan. Apa lagi satu sekte yang memiliki dendam yang sangat membara yaitu Sekte Phoenix.
Semua pasukan telah berkumpul di halaman kerajaan han. Yin Fan dan Zhang Hou juga tidak mau kalah walaupun mereka pangeran. Sekte yang ikut dalam pertempuran ini adalah ( Sekte Gunung Bunga, Sekte Phoenix, Sekte Racun, Sekte Pedang, Dan Sekte Tunggal .)
Masih banyak sekte-sekte kecil yang ikut juga. Mereka semua sudah bersumpah untuk membunuh semua kelompok serigala hitam, karena itulah mereka menyerang dengan kekuatam penuh.
Dan juga yang tidak tertinggal adalah Liu Xun, Yin Mei dan Ye Fei. Mereka tidak mau kalah, mereka sudah berada di tingkat pendekar kelas III.
Sementara Wei Ling yang sudah berada di tingkat pendekar Bumi tahap menengah.
***
“Ternyata disini markas besar mereka.” Xiao Lan yang sudah tiba di markas besar kelompok serigala hitam. Xiao Lan melihat ada lambang serigala hitam dan lambang tengkorak bertanduk.
Xiao Lan yang melihat dari pepohonan, ada banyak pasukan yang telah bersiap-siap seakan mau berperang. “Apa mereka mau berperang? Kalau begitu ini kesempatanku.” Xiao Lan tiba-tiba turun dari pepohonan dan mulai beraksi.
Xiao Lan menghabisi pasukan serigala hitam dan pasukan suku iblis satu persatu. Saat Xiao Lan telah menghabisi lumayan banyak pasukan serigala hitam dan suku iblis, tiba-tiba ada suara ledakan di luar.
Xiao Lan langsung pergi dibalik pepohonan kembali. “Ternyata pasukan dari aliran putih sudah mengetahui tempat mereka.” Tempat mereka berada di desa lumut dan sebagian dari mereka ada di desa rumput.
Tapi yang Xiao Lan perhatikan bukanlah mereka tapi, Wei Ling yang sedang berdiri gagah di atas kereta. Xiao Lan sangat senang melihat Wei Ling gurunya baik-baik saja.
“Serang! Hancurkan semuanya!” Hong Zou yang memimpin pasukan itu tiba-tiba memerintahkan untuk menyerang.
Panah dan tombak di lepaskan dan para pasukan maju tanpa ragu ke depan.
“Ketua! Ketua! Para aliran putih sedang menyerang kita!” Ucap salah satu prajuritnya.
“Apa! Mereka sudah mengetahui keberadaan kami? Jangan diam saja, serang balik mereka!” Para prajurit serigala hitam dan tengkorak bertanduk mengangguk pelan kemudian menyerang balik.
__ADS_1