Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Pertumpahan Darah II


__ADS_3

Para pasukan Serigala Hitam dan suku iblis mulai menyerang balik pasukan aliran putih. Pertempuran dari aliran hitam dan putih kini sangat memanas. Xiao Lan masih tidak ingin menunjukkan dirinya, dan dia berpikir untuk membunuh sebagian dari pasukan aliran hitam.


“Aku harus cepat!” Dengan kecepatan penuh, Xiao Lan masuk ke dalam markas mereka dan membunuh semua orang yang masih berada di dalam markas.


Sementara Dong An keluar untuk menghadapi Dong Zong. “Tua bangka, apa kau pikir bisa berbuat sesukamu?!” Ucap Dong An kepada Dong Zong.


“Hahah, dendam yang dulu aku akan membalasnya hari ini!” Dong Zong langsung menyerang Dong An. Mereka bertukar beberapa jurus sebelum mengamuk di sana.


“Tanah Langit! - Serigala Tanah!”


“Api Phoenix - Serigala Api!”


Kedua serigala itu bertarung dan membuat ledakan yang besar. Sementara Xiao Lan selalu membunuh di dalam markas.


Pasukan serigala hitam dan suku iblis setidaknya berjumlah lebih dari 600 orang dan jumlah dari aliran putih setidaknya 1000 lebih. Pasukan aliran hitam saat ini sudah berkurang lebih dari 400 orang karena ada bantuan Xiao Lan dari belakang.


“Gawat! Ketua, pasukan yang ada di markas sudah terbunuh semua!” Salah satu prajurit datang dan berkata pada Dong An.


“Apa!” Dong An berdecak kesal sebelum melihat ada seseorang yang sedang berdiri di salah satu pohon besar, sambil melambaikan tangannya ke arah mereka semua.


Pertarungan semua orang yang berada di sana terhenti sejenak karena melihat sesosok tersebut. Tidak lain dia adalah Xiao Lan, Xiao Lan melambaikan tangannya ke arah Dong An dengan senyum mengejek.


“Siapa kau! Kenapa kau membantu aliran putih?! Kau adalah pembunuh yang kejam, tidak mungkin kau berada di aliran putih!” Ucap Dong An. Sementara para aliran putih senang karena mengetahui lebih dari setengah pasukan aliran hitam telah terbunuh.


Disisi lain, Wei Ling yang merasakan ada yang familiar dengan Xiao Lan tapi tidak dapat mengingatnya. Dan juga Liu Xun dan lainya tersenyum tipis ke arah Xiao Lan.


“Dah~” Ucap Xiao Lan sebelum meninggalkan mereka. Dong An berdecak kesal tapi, dia terus melawan Dong Zong yang mulai menyerangnya kembali.


Pertempuran kembali terjadi, Xiao Lan merasa bahwa aliran putihlah yang akan memenangkan pertempuran tersebut. Xiao Lan melesat dengan cepat untuk mencari Qiao Qiao dan Xie Ji.


***


Disisi lain.

__ADS_1


“Aku akan mencabut nyawamu!” Teriak Dong Zong sambil mengeluarkan beberapa jurus untuk menyerang Donh An.


Dong An tidak mau kalah, dia berseru dengan lantang dan juga mengeluarkan beberapa jurus untuk melawan balik serangan dari Dong Zong.


***


Disisi lain.


“Qiao'er, apa disini tempatnya?” Tanya Xie Ji yang telah diantar oleh Qiao Qiao di gunung tempat rahasianya desa rumput.


Qiao Qiao mengangguk pelan sebelum menunjukkan sebuah batu besar, Xie Ji langsung menghampiri batu itu dan mencari sebuah tombol rahasia.


“Dalam hal persembunyian kalian tidak buruk.” Xie Ji bisa merasakan betapa sulitnya mencari tombol itu tanpa bantuan Qiao Qiao.


Mereka pun langsung masuk kedalam. Disana terdapat banyak orang yang berjalan di tempat itu. Dan tiba-tiba Qiao Qiao lari dan pergi ke seseorang, itu adalah ayahnya.


“Ayah! Ayah! Ayah!” Ucap Qiao Qiao sambil menangis keras. Sementara para penduduk desa rumput nampaknya tidak senang saat Qiao Qiao kembali.


“Kenapa kau kembali?! Cepat pergi!” Ucap kepala desa ayahnya. Seketika itu Qiao Qiao terhenti ditempat dan menundukkan kepalanya. Sementara Xie Ji yang begitu marah kini mengeluarkan aura membunuhnya.


“Berani-beraninya kau berkata seperti itu pada anakmu sendiri?! Tidak bisa dimaafkan!” Ucap Xie Ji sebelum melesat dengan cepat ke arah kepala desa. Kepada desa langsung terkejut melihat adanya Xie Ji.


“Kakak! Jangan!” Sebelum Xie Ji menusuk pedangnya ke jantungnya kepala desa, tiba-tiba Qiao Qiao memberhentikannya.


“Aku yang akan membunuhnya, bukan kamu.” Seketika itu, ada sesosok pria yang tubuhnya penuh dengan darah. Pria itu adalah Xiao Lan, Waktu Xiao Lan pergi dari pertempuran, dia menggunakan seluruh kecepatannya untuk pergi ke tempat rahasia desa rumput.


Waktu Xiao Lan ingin mencari Qiao Qiao dan Xie Ji, dia memikirkan tentang Qiao Qiao kembali dan berkata. “Sepertinya Qiao'er sudah membawa Ji'er ke tempat itu.” Setelah berkata seperti itu, Xiao Lan langsung datang ke tempat rahasia.


“LanLan!” Xie Ji langsung berlari ke arah Xiao Lan dan langsung memeriksa keadaan Xiao Lan yang penuh darah.


“Huh... Untunglah kau baik-baik saja.” Xie Ji menjadi tenang kembali. Sementara itu, Xiao Lan mulai menatap Xie Ji dengan bingung.


Xie Ji langsung melepaskan tangannya dari tubuh Xiao Lan. Xiao Lan tidak terlalu mempedulikan itu, dia langsung menarik pedangnya dan menancapkan ke jantung kepala desa.

__ADS_1


Qiao Qiao yang tidak sanggup melihat kini memeluk Xie Ji yang berada di sampingnya. Para penduduk desa mulai khawatir dengan hidup mereka.


“Kelompok serigala hitam telah musnah, pergilah dari sini dan tinggallah di desa.” Ucap Xiao Lan sambil memandang ke arah penduduk desa.


“Dan lagi, aku minta maaf Qiao'er. Tapi, orang ini bukanlah ayahmu.” Ucapan Xiao Lan membuat semua orang bertanya-tanya termasuk Qiao Qiao dan Xie Ji.


“Jadi begini...” Waktu Xiao Lan menyerang ke markas besar serigala hitam, Xiao Lan tidak sengaja mendengar ada beberapa prajurit yang sedang bercerita.


“Hai apakah sih kadal itu bisa memanfaatkan penduduk desa untuk memberikan persembahan kepada raja?”


“Tentu saja, si iblis yang mendapatkan julukan Kadal Beracun. Dia tidak mungkin berkhianat kepada raja.”


Ucapan itulah yang membuat Xiao Lan curiga kepada kepala desa. Xiao Lan berpikir bahwa, tidak ada seorang orang tua yang mau menyerahkan anaknya sendiri untuk dijadikan korban. Karena itulah Xiao Lan berpikir bahwa Si Kadal Beracun itu adalah kepada desa.


Semua orang yang mendengarnya masih belum mempercayainya namun, setelah Xiao Lan membakarnya, dia tiba-tiba berubah menjadi api. Semua orang kini percaya kepada Xiao Lan.


“Berengsek! Beraninya ka-” Si kadal itu yang mulai angkat suara terdiam setelah Xiao Lan menggunakan api hitam untuk membakar si kadal itu.


Kadal itu habis tak tersisa. Bahkan debu pun tidak ada yang tersisa. Pada waktu itu, Lu Qinsi datang dan langsung memeluk Xiao Lan. Xiao Lan langsung mendorongnya kembali karena tubuh Xiao Lan sangat berdarah.


“Hmph!”


Sementara dari belakang, Xie Ji berdecak kesal.


“Hahh... Oh ya. Apa si raja iblis itu dan kelompok serigala hitam adalah aliansi?” Ucap Xiao Lan. Semua penduduk mengangguk dengan cepat.


“Baiklah, lebih baik kalian tinggal di sini untuk sementara waktu. Waktu aku di markas serigala hitam, aku tidak bertemu dengan raja iblis. Mungkin dia sedang pergi, lebih baik kalian tinggal disini untuk sementara waktu.” Ucap Xiao Lan


***


Di Like dan vote yaa... Terimakasih loh untuk suportnya selama ini...


God Bless You ❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2