Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Gurun Tagger


__ADS_3

Tiba-tiba ada seekor monster singa besar yang memiliki kekuatan yang setara dengan Pendekar Alam yang membuka gerbang ketiga.


“Asal kau tau saja, aku sudah tidak seperti dulu lagi.” Ucap Xiao Lan sebelum melesat dengan cepat dan memotong leher singa besar itu menggunakan Pedang Tengkorak Api.


Tapi, sebelum Xiao Lan memotong leher singa bedar itu, dia tiba-tiba memikirkan...


“Kualitas daging singa ini sangat bagus, lebih baik aku membawahnya saja.” Ucap Xiao Lan sebelum menyarungkan pedang tengkorak hitam.


“Gorgh!”


Singa itu langsung menyerang Xiao Lan setelah Xiao Lan berkata demikian, pada saat itu, Xiao Lan memberikan sebuah pukulan keras di wajah singa itu dan membuat singa itu terpental jauh kebelakang.


“Satu serangan lagi.”


“Tapak Es - Penghancur Gunung.”


Xiao Lan berhasil mengenai perut singa itu yang sedang terbaring lemas. Singa itu yang mendapatkan serangan tapak tersebut kembali terpental cukup jauh dari sana.


“Singa ini lumayan berat juga.” Xiao Lan singa itu dan meletakkan singa itu di depan gubuk tua untuk di bawahnya setelah dia bersiap-siap.


Setelah Xiao Lan sudah selesai bersiap-siap, dia memutuskan untuk segera pergi ke kediaman Keluarga Xiao.


Xiao Lan. 


Setelah itu, Xiao Lan mengangkat singa besar itu dan menaikannya kepundak untuk dibawah pulang. Pada saat Xiao Lan diperjalanan, dia bisa melihat bahwa semua siluman tingkat rendah kabur ketika melihat Xiao Lan.


“Sepertinya yang menguasai tempat ini... Adalah aku.” Xiao Lan tertawa kecil sebelum melanjutkan perjalanannya.


Disisi lain.


“Ibu, kenapa LanLan belum pulang juga?” Tanya Xiao Zen'ji sambil menatap ke luar jendela.


“Kau rindu padanya?” Ucap Xiu Lan sambil tertawa kecil.


“Te-tentu saja tidak. Mana mungkin aku merindukan orang bodoh itu... Menyebalkan.” Xiu Lan tertawa kecil kembali setelah melihat reaksinya Xiao Zen'ji.

__ADS_1


“Sepertinya orang yang kau tunggu sudah tiba.” Ucap Xiu Lan sambil menatap ke arah pintu masuk keluarga Xiao.


Xiao Zen'ji langsung menatap ke arah yang Xiu Lan lihat. Dia menemukan seorang pemuda tampan yang sedang menggendong seekor singa telah berada didepan pintu masuk keluarga Xiao.


Tidak lain dia adalah Xiao Lan. “Ibu, itu dia sudah datang.” Xiao Zen'ji melompat kegirangan sebelum keluar dari Aula Inti Keluarga Xiao.


Pada saat Xiao Zen'ji sudah berada di luar, tiba-tiba dia melihat ke arah pintu masuk keluarga Xiao dan tidak menemukan Xiao Lan di sana.


“Eh? Apa aku hanya berhalusinasi? Tapi... ”


“Hei. Apa kau mencariku?” Xiao Zen'ji terkejut setelah mendengar suara tersebut sudah berada dibelakangnya. Pada saat dia menoleh ke belakang, dia bisa melihat pemuda yang selama ini dia tunggu sudah berada di hadapannya.


“Xi... Xiao Lan...”


‘Dia pasti akan memeluku hahah untung saja singa itu sudah aku berikan pada ibu. Sekarang, peluklah.’ Pikir Xiao Lan dengan penuh ketidak sabaran.


“Dasar bodah busuk sialan!” Tidak seperti yang di harapkan Xiao Lan. Xiao Zen'ji malah memukulnya keras-keras di wajahnya.


Xiao Lan sebenarnya bisa menghindari serangan itu tapi dia tidak ingin membuat Xiao Zen'ji kecewa.


“Ahh... Sakit sekali... Huhh... Dasar wanita iblis. Ah tidak, iblis saja mungkin takut padanya.” Ucap Xiao Lan sambil mengusap wajahnya yang sakit.


“Haha... A-aku bilang kau adalah wanita tercantik didunia.” Ucap Xiao Lan sambil memegang bahu Xiao Zen'ji.


“Ka-kau pasti bohong.” Xiao Zen'ji seakan mau terbang karena perkataan Xiao Lan tapi, Xiao Zen'ji tidak percaya dengan perkataan Xiao Lan.


“Tentu saja aku berbohong.” Ucap Xiao Lan sebelum lari sekencang-kencangnya ke dalam aula inti keluarga Xiao.


“XIAO LAN BERENGSEK!”


***


Beberapa saat setelah kejadian itu, Xiao Lan dan lainnya sudah berkumpul diruang makan. Xiao Ning, Xiao Zen'ji, Xiu Lan dan Xiao Lan, mereka berkumpul karena ingin merayakan kedatangan kembali Xiao Lan.


“Hahahah. Lan'er, makanlah kami akan merayakan kedatanganmu kembali.” Ucap Xiao Ning dengan lantang. Xiao Lan mengangguk pelan sebelum Xiu Lan bertanya...

__ADS_1


“LanLan, apa ayah dan kakakmu tidak ikut denganmu?” Tanya Xiu Lan.


“Ayah mengatakan kepadaku bahwa dia akan mejalankan sebuah misi berbahaya dengan temannya. Dan kakak juga ikut dengannya.” Ucap Xiao Lan sambil memakan sepotong daging.


“Mereka ini. Mereka bahkan tidak memberitau aku kalau mereka akan pergi.” Xiu Lan berdecak kesal dengan kelakuan suaminya.


“Jadi. Setelah ini apa yang akan kau lakukan Lan'er?” Tanya Xiao Ning.


“Hmmm... Aku rasa mencari wanita untuk dinikahi. Atau aku mencari wanita didunia manusia saja ya? Hmmm...” Ucap Xiao Lan sebelum...


“Oh~ Apa kau bisa mengenalkan wanita yang akan kau nikahi itu padaku? Aku akan segera membunuhnya.” Ucap Xiao Zen'ji dengan dingin.


“Ya itu kamu... Baiklah bunuh saja.” Xiao Lan dan lainnya tertawa kecil setelah melihat wajah Xiao Zen'ji yang memerah.


“Dasar Bodoh!” Ucap Xiao Zen'ji sebelum melepaskan sebuah pukulan keras kepada Xiao Lan.


“Apa kau mengerti sekarang kalau kau berani macam-macam denganku?”


“A-ampunn...” Ucap Xiao Lan sambil mengusap wajahnya yang saki karena pukulan Xiao Zen'ji.


“Hahah, kedepannya kau harus berhati-hati LanLan jika kau berurusan dengan wanita seperti Zenji'er.” Xiu Lan tertawa kecil.


“Sudahlah berhenti bercanda lagi. Jadi Lan'er kemana kau akan pergi?”


“Pertama aku ingin pergi ke Dinasti Terang. Dan kedua aku akan berkelana ke berbagai dinasti lain. Itu saja, kalau yang lain aku belum memikirkannya.” Ucap Xiao Lan.


“Baiklah kalau begitu aku hanya akan menitipkan sebuah pesan. Jangan pernah kau pergi ke Gurun Tagger, disana terdapat manusia ular yang berbahaya jadi kau jangan sampai pergi kesana.” Xiao Ning menjelaskan bahwa yang memimpin di gurun itu adalah Ratu Medusa.


“Tenang saja aku tidak akan pergi kesana.” Ucap Xiao Lan sebelum berpikir. ‘Berbahaya? Itu merupakan kesukaanku.’


“Kau tau sifat ayahnya? Aku tidak yakin kalau dia tidak akan pergi kesana.” Bisik Xiu Lan kepada Xiao Ning.


“Aku sudah tau. Aku hanya ingin melihat reaksinya ketika aku mengatakan ini. Lagi pula dia sangat hebat menggunakan pedang aku ragu kalau dia akan menolaknya.” Bisik Xiao Ning.


“Lan'er, aku juga mendengar bahwa disana terdapat sebuah pedang yang bernama Pedang Tetesan Air. Pedang itu sangatlah kuat bahkan pedang itu se level dengan Pedang Hitam kemerahanmu itu.”

__ADS_1


“Sial! Disana juga terdapat benda bagus, aku harus pergi kesana.”


“Wah hebat juga ya. Baiklah kakek, ibu aku akan berangkat besok pagi. Aku akan beristirahat sejenak sekarang.” Sewaktu Xiao Lan sedang berjalan keluar pintu. tiba-tiba Xiao Zen'ji...


__ADS_2