
“Huhh...” Xiao Lan menghirup udara segar yang terdapat diluar dan memhembuskannya.
“Kerajaan Han, Xiao Lan datang.” Setelah berkata seperti itu, Xiao Lan memulai kembali perjalanannya.
Hari masih pagi, Xiao Lan memutuskan untuk mencari desa terdekat terlebih dahulu dan membeli bahan-bahan makanan untuk perjalanannya.
Setelah berjalan begitu lama, Xiao Lan akhirnya menemukan sebuah desa yang bernama Desa Kayu. Didesa itu terdapat banyak pendekar, terutama pendekar yang memiliki kekuatan kayu. Setelah Xiao Lan masuk ke desa, dia mengalami suatu konflik. Sebuah keluarga miskin yang di tindas oleh keluarga kerajaan yang bernama Keluarga Tian, Xiao Lan memutuskan untuk pergi membantu si pria paruh baya dan anaknya tersebut.
“Tuan. kami sudah melunaskan hutang kami, kenapa kami masih saja di tindas?” Ucap pria paruh baya.
“Lunas? Itu hanya bunganya saja! Cepat berikan padaku sisanya, kalau tidak...” Ucap prajurit itu terhenti sebelum ada seseorang yang berbicara.
“Kalau tidak apa?” Tiba-tiba ada seseorang yang memotong percakapannya, tidak lain itu adalah Xiao Lan. Putri Tian yang berada di kereta kuda, terpana melihat ketampanan Xiao Lan sampai-sampai wajahnya memerah saat melihat Xiao Lan.
“Paman, apakah kamu sudah membayar hutangmu kepada mereka?” Ucap Xiao Lan.
“Benar tuan, tapi mereka bilang itu hanya bunganya saja.” Ucap Pria paru baya tersebut.
Banyak warga desa yang berdatangan untuk melihat perselisihan tersebut. Mereka tidak menyangka keluarga kerajaan bisa melakukan hal seperti itu. Prajurit itu merasa malu, kemudian dia mengambil pedangnya dan menyerang Xiao Lan.
Putri yang berada di dalam kereta terkejut melihat kenekatan prajuritnya tapi, dirinya masih tetap diam saja di dalam kereta.
Sesaat pedangnya itu hanya berbeda beberapa jarak dengan kepala Xiao Lan. Tiba-tiba Xiao Lan sudah muncul di belakang prajurit itu dan menodongkan pedang tengkorak apinya di leher prajurit itu. Semua orang yang melihat itu terkejut l, bahkan putri yang berada di dalam kereta menahan nafasnya sejenak.
“Jika tidak memiliki kemampuan, jangan berlagak tuan.” Ucap Xiao Lan dengan dingin. Prajurit itu langsung meletakkan pedangnya dan berlutut.
“Pergi dan jangan pernah kembali. Apa kau mengerti?!” Lagi-lagi ucapan Xiao Lan membuat prajurit itu merinding mendengarnya. Xiao Lan kembali mengarungkan kembali pedangnya itu.
Setelah semuanya selesai, saat Xiao Lan akan segera pergi, terdengar ada suara yang lembut memanggilnya dari belakang.
“Pendekar!”
__ADS_1
Saat Xiao Lan menoleh ke belakang, dirinya menemukan seorang gadis yang cantik sedang memanggilnya. Tidak lain, dia adalah putri tian yang bernama Tian Yan.
“Paman, pergilah. Aku akan mengurus masalah ini.” Xiao Lan kembali menoleh ke arah pria paruh baya dan anaknya tersebut. Mereka langsung mengangguk pelan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
“Ada keperluan apa?” Tanya Xiao Lan.
“Ti... Tidak, aku hanya ingin tau namamu.” Ucap Tian Yan dengan gugup.
“Namaku Xiao Lan.”
“Baiklah, namaku Tian Yan. Senang bertemu denganmu... LanLan.” Ucap Tian Yan sambil tersenyum cerah.
Xiao Lan berdecak kesal karena dirinya selalu di panggil LanLan. Xiao Lan berpikir itu adalah nama wanita, jadi dirinya agak kesal jika di panggil seperti itu.
“Ba... Baiklah... Jika tidak ada keperluan lain, aku akan segera pergi.” Ucap Xiao Lan sambil memasang senyuman canggungnya. Putri Tian Yan hanya menanggapinya dengan senyuman sebelum Xiao Lan meninggalkan mereka.
Setelah Xiao Lan pergi dari tempat itu, Xiao Lan memutuskan untuk pergi mencari beberapa makanan seperti roti untuk dibawanya.
Saat Xiao Lan berjalan cukup lama, Xiao Lan melihat ada sebuah restoran berdua tingkat. Restoran itu bernama Matahari Perak. Saat setelah Xiao Lan masuk ke dalam restoran tersebut, dirinya di sambut dengan ramah dengan para pelayan.
Mereka bisa merasakan aura yang berbeda pada Xiao Lan, seakan Xiao Lan merupakan seorang bangsawan.
“Paman, berikan aku beberapa roti untuk dibawa pulang. Dan juga berikan arak untuk aku minum disini.” Ucap Xiao Lan sambil mengeluarkan segenggam koin emas. Pemilik tokoh itu langsung tersedak nafasnya sendiri.
“Tuan, ini...”
“Ambil sisanya.” Ucap Xiao Lan sambil melambaikan tangannya dan pergi menuju lantai kedua. Pria paruh baya itu langsung memerintahkan semua pelayannya untuk melakukan yang terbaik kepada Xiao Lan.
Saat Xiao Lan tiba di atas, banyak pendekar-pendekar aliran putih yang berada di sana. Xiao Lan pun memutuskan untuk duduk di samping jendela sambil melihat pemandangan.
Setelah araknya telah tiba, Xiao Lan langsung menikmatinya. Dan lagi, Xiao Lan terkejut melihat para pelayan wanita menari untuknya.
__ADS_1
“Tu... Tunggu... Ini untuk kalian dan aku tidak terbiasa melihat orang menari.” Ucap Xiao Lan sambil memberikan satu koin emas pada setiap wanita yang menari.
Wajah para wanita-wanita pelayan itu langsung cerah, mereka mengira Xiao Lan adalah orang yang mesum. Ternyata kebalikan dari yang mereka pikirkan, mereka langsung mengambil koin emas itu dan berterimakasih kepada Xiao Lan, sebelum pergi meninggalkannya.
Beberapa saat kemudian, Xiao Lan masih menikmati araknya. Hari pun sudah akan menjelang siang, tapi Xiao Lan masih menikmati araknya.
Alasan Xiao Lan seperti itu, karena dirinya terus menerus memikirkan tentang keluarganya dan juga Wei Ling.
“Hei! kalian semua orang yang berada di sini keluar! Mengganggu saja.” Ada segerombolan prajurit yang datang di tokoh tersebut. Pangeran dan putri, wajah tampan pangeran membuat semua orang terpana melihatnya walaupun tidak setampan Xiao Lan, setidaknya dirinya berada di atas rata-rata.
Seorang lagi yang terasa tidak asing bagi Xiao Lan, dirinya adalah putri Tian Yan. Kakaknya bernama Tian Su.
Walaupun Xiao Lan mengenal putri itu, tapi dia tidak memperdulikannya dan malahan Xiao Lan memakai jubah hitam yang membuat dirinya tertutup.
Setelah mendengar pangeran menyuruh mereka pergi, mereka semua langsung cepat-cepat pergi. Yang membuat mereka semua terkejut, ada seseorang yang tidak pergi. Para pendekar yang awalnya mau pergi akhirnya tidak jadi namun mereka melihat dari ke jahuan.
“Hei! Apa kau tuli!” Pengawal pangeran langsung membentak Xiao Lan yang sedang duduk menikmati arak. Xiao Lan hanya diam saja setelah mereka bersikap seperti itu.
Pangeran Tian Su langsung mengampiri Xiao Lan. “ Ini uang yang kamu bayar disini dan pergilah.” Ucap pangeran sambil mengeluarkan dua koin emas.
Xiao Lan masih tetap diam saja setelah diberikan dua koin emas. Untuknya dua koin emas itu tidak ada apa-apanya karena waktu di dalam tempat rahasia, dirinya selalu menemukan emas di jalannya.
“Akan ada pertemuan pangeran dan putri kerajaan disini, jadi mengertilah sebel-”
“Sebelum apa?”
Sebelum Tian Su selesai berbicara, Xiao Lan langsung memotongnya. “Beraninya kau!” Ucap Tian Su sebelum ada beberapa orang masuk ke dalam. itu adalah Liu Xun, Yin Mei, Ye Fei, Yin Fang dan juga Zhang Hou.
***
Hai para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Phoenix di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.
__ADS_1
“ Legenda Dewa Kematian ”
***Terimakasih.