Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Xiao Zen'ji


__ADS_3

Ilustrasi : Xiao Zen'Ji.



Saat Xiao Lan bangun, dia menemukan dirinya telah berada di kasur yang sangat mewah. Dia juga menemukan tiga orang yang sedang berbicara di dalam kamar tersebut. Mereka adalah Xiao Zen'ji, Xiao Lanqi dan Xiao Jiang.


“Agh!”


“Oh, kau sudah bangun? Jangan terlalu banyak bergerak dulu.” Ucap Xiao Zen'ji dan di belakang Xiao Zen'ji berada Xiao Lanqi dan Xiao Jiang. Mereka bertiga memiliki wajah yang cantik dan menawan.


“Siapa kau?!” Ucao Zhao Lang.


“Namaku Xiao Zen'ji dan ini adalah Xiao Jiang dan Xiao Lanqi. Aku juga yang menolongmu saat berada di hutan.” Ucap Xiao Zen'ji sebelum terjadi sesuatu yang mengerikan bagi Xiao Lan.


“Ah... Maaf. Terimakasih juga.” Ucap Xiao Lang.


“Tapi, tunggu. Tadi kau bilang apa? Namanya siapa?” Ucap Xiao Lan sambil menunjuk ke arah Xiao Lanqi.


“Namanya adalah Xiao Lanqi. Ada apa? Apa kamu sudah mengenalnya?” Ucap Xiao Zen'ji.


“Apa kamu mengenalku?” Tanya Xiao Lanqi.


“Wuahh! Apa yang sedang terjadi sekarang?” Xiao Lan tiba-tiba pingsan. Sementara mereka Melihat keadaan Xiao Lan...


Beberapa saat kemudian, Pagi pun tiba dan pada saat Xiao Lan bangun dari tidurnya, dia melihat tiga orang yang terasa tidak asing baginya. Mereka adalah Xiao Zen'ji dan kedua temannya.


“Haaa!” Xiao Lan terkejut melihat ketiga gadis cantik yang sedang memandangnya dengan berhadapan.


“Kamu sudah bangun ya? Baguslah kalau begitu, ini makanlah.” Ucap Xiao Zen'ji.


“Oh ya. Namamu siapa?” Tanya Xiao Lanqi.


“Xiao Lan. Namaku Xiao Lan.” Ucap Xiao Lan dengan malu.


“Eh, kenapa margamu bernama Xiao?”


“Ayahku bernama Xiao Tang, jadi aku harus mengikuti marganya!” Xiao Lan berdecak kesal dengan ketidak pahamnya mereka.

__ADS_1


“Xiao Tang? Aku belum pernah mendengarnya... Eh tunggu-tunggu, yang aku tau Xiao Tang adalah pemimpin keluarga Xiao tapi, dia sedang pergi ke dunia manusia.” Ucap Xiao Zen'ji dengan kebingungan.


“Eh! Namamu Lan? Sangat mirip nama perempuan!” Ucap Jiang yang memperhatikan Xiao Lan dari tadi. Sementara wajah Xiao Lan mulai memerah layaknya sebuah tomat.


“Jangan seperti itu, mulai dari sekarang aku akan memanggilmu LanLan ya.” Ucap Yun Zen'ji.


Sementara Xiao Lan hanya diam saja tidak bersuara apa-apa. Xiao Lan sudah menduga bahwa dirinya akan di panggil LanLan.


“Baiklah, ayo makanlah. Sebentar lagi kakek akan datang. Aku akan memintanya untuk menerimamu di Keluarga Xiao.” Ucap Xiao Zen'ji.


“Zenji'er, apa tunanganmu tidak akan marah kalau kamu membawa seorang pria?” Tanya Xiao Lanqi. Tunangannya Xiao Zen'ji adalah anak dari pemimpin keluarga Xiao tapi, pemimpin Keluarga Xiao mengatakan bahwa anaknya sedang berada didunia manusia.


“Lagi pula aku tidak tau siapa dia, bahkan batang hidungnya saja aku belum pernah malihatnya. Yang jelas aku akan membatalkan pertunangan ini!”


Xiao Lanqi dan Xiao Jiang mengelahkan nafas panjang sebelum berpamitan kepada Xiao Lan untuk pergi menemui kakek Xiao Zen'ji.


Pada saat mereka sudah keluar, Xiao Lan melihat ke jendela dan dia menemukan sebuah halaman yang cukup besar. Xiao Lan akhirnya memutuskan untuk berlatih, sebelum berlatih, Xiao Lan meminum darahnya terlebih dahulu untuk memulihkan tubuh dan kekuatanya dengan sempurna.


Setelah Xiao Lan menggigit tangannya dan meminum darahnya, ada sedikit darah yang menetes ke lantai tanpa Xiao Lan sadari sebelum Xiao Lan pergi melompat keluar kamar dan pergi ke halaman. Dan juga, luka-luka Xiao Lan tidak pulih sepenuhnya hanya saja lukanya sudah agak membaik.


“Bold, dunia dewa setidaknya jauh lebih kuat daripada di dunia manusiakan?” Tanya Xiao Lan.


“Aku harus melatih kekuatan phoenixku agar lebih kuat.” Ucap Xiao Lan sambil mengeluarkan pedang hitam kematiannya.


Xiao Lan mulai melatih gerakan pedangnya. Gerakan pedang Xiao Lan sangatlah indah dan murni. Dia terlihat seakan melakukan gerakannya pelan tapi itu tidak benar. Gerakan pedangnya Xiao Lan begitu cepat seakan orang yang melihatnya bisa memikirkan bahwa ilmu pedangnya Xiao Lan begitu lamban.


Xiao Lan terus berlatih sampai tidak memperhatikan sekitar bahwa ada seorang kakek tua yang sedang mengawasinya dari kejauhan. Bold tidak merasakannya itu karena kekuatan bold belum pulih sepenuhnya karena melakukan perpindahan dimensi.


***


Disisi lain.


Kamar yang kosong.


“LanLan, kami sudah memberitau kakek. Dan kakek setuju untuk kamu tinggal di keluarga Xiao.” Setelah Xiao Zen'ji berkata seperti itu, Xiao Zen'ji terkejut melihat kamar yang Xiao Lan gunakan sudah kosong.


“Apa dia kabur?!” Tanya Xiao Lanqi dan Xiao Zen'ji.

__ADS_1


“Tidak, sepertinya dia diculik dan dibunuh.” Ucap Xiao Jiang dengan seram.


“Apa maksudmu?”


“Lihat, ini darah.” Ucap Xiao Jiang sambil menunjuk ke arah darah yang berada di lantai.


“Agh!”


Sebelum Xiao Zen'ji dan lainnya bertindak, dia mendengar ada suara seorang yang sedang berlatih. Saat mereka semua menoleh ke arah jendela, mereka menemukan Xiao Lan yang sedang berlatih.


Keadaan Xiao Lan semakin memburuk karena, luka-lukanya sudah terbuka kembali. Bold tidak bisa menyembuhkannya karena kekuatan bold belum pulih sepenuhnya.


Dan lagi, jika Xiao Lan meminum darahnya, dia akan kehilangan energi dan tenaga dalamnya. Itulah mengapa Xiao Lan tidak bisa menyembuhkan dirinya.


“Cepat hentikan dia! Luka-lukanya mulai terbuka kembali.” Ucap Xiao Zen'ji sambil melompat dari jendela dan di ikuti teman-temannya.


Xiao Zen'ji dan kedua temannya juga merupakan seorang pendekar walaupun tidak terlalu kuat dalam hal menyerang, mereka lebih ahli dalam hal penyembuhan. Tapi, mereka tidak sembarang menyembuhkan seseorang karena kekuatan penyembuhan mereka sangat spesial.


“Aha!” Saat Xiao Lan mengayunkan pedangnya kebelakangnya, dia hampir saja mengenai Xiao Zen'ji yang berada tidak jauh dari belakangnya.


Xiao Lang langsung menekan pedangnya dan membuat pedangnya tertancap di tanah.


“Hei! Apa kau sungguh ingin mati?!” Ucap Xiao Lan dengan kesal.


“Kau yang ingin mati! Luka-lukamu sudah terbuka kembali dan kau masih ingin berlatih?” Ucao Xiao Zen'ji yang bahkan lebih kesal dari pada Xiao Lan.


“Sini!” Xiao Zen'ji langsung menarik tangan Xiao Lan dan membuat Xiao Lan menjadi begitu dekat dengan Xiao Zen'ji. Xiao Zen'ji langsung menyembuhkan Xiao Lan dengan kekuatan penyembuhannya.


Tiba-tiba tubuh Xiao Lan mulai agak enakkan dan luka-luka yang terbuka mulai tertutup kembali walaupun tidak sepenuhnya.


“Ahh... Terimakasih.” Ucap Xiao Lan dengan malu karena dipegang terus oleh Xiao Zen'ji. Menyadari perbuatannya kepada Xiao Lan, wajah Xiao Zen'ji mulai juga memerah sebelum seseorang datang menghampiri mereka.


“Akhirnya tuan muda datang ke dunia dewa...”


***


Di Like dan vote yaa... Terimakasih loh untuk suportnya selama ini...

__ADS_1


Di vote yang banyak ya biar jadi dapat nilai yang bagus untuk Legenda Dewa Phoenix. Biar gak kalah dari yang lain. Tapi, jika tidak ada, jangan maksain. Namun jika ada kelebihan sedikit, tolong berbagai untuk novel ini ya. Terimakasih ❤


God Bless You ❤🤗🙏


__ADS_2