
“BOOM!”
Terjadi ledakan besar setelah kedua tapak itu saling berbenturan. Wei Zeng yang tidak sempat menghentikannya terhenti sejenak sebelum melihat kearah anaknya.
Terlihat Wei Zang termuntah-muntah darah setelah asap putih itu menghilang. Sementara Xiao Lan memegang dadanya karena sakit akibat kedua serangan itu.
“Hahahah, lihatlah, walaupun Xiao Lan hanyalah Pendekar Awan yang membuka gerbang ke enam, tapi dia sudah bisa membuat Pendekar Awan Yang membuka gerbang ke delapan seperti itu.” Tawa Xiao Futu.
Xiao Zen'ji dan lainnya berseru dengan lantang karena Xiao Lan berhasil membuat Wei Zang tertekuk lutut sambil muntah darah.
“Nak, apa kau mau menggunakan barang itu?” Tanya Wei Zeng.
“Berikan saja, aku benar-benar akan menghabisinya hari ini.” Bisik Wei Zang kepada ayahnya.
Wei Zeng langsung mengangguk pelan sebelum mengambil sesuatu dari pakaiannya. Itu adalah Pil Penguat, pil itu berfungsi untuk membuat setiap orang yang mengkonsumsinya akan menjadi lebih kuat dari kekuatannya.
Xiao Futu yang menyadari hal itu hanya tersenyum tipis sebelum berkata.
“Lan'er, sepertinya kau harus menggunakan segenap kekuatanmu. Tapi, aku tidak memaksamu untuk menggunakan itu, akan lebih baik kau menggunakan kucing kecil saja.”
“Uhuk... Ba-baiklah kak.” Ucap Xiao Lan sebelum memasang kuda-kudanya.
Pada saat itu, Wei Zang yang baru saja mengkonsumsi pil penguat tiba-tiba berdiri dan mengeluarkan spiritnya. Terlihat dari spirit Wei Zang, itu adalah seekor Kalajengking Merah Berekor Dua.
“Lan'er!” Setelah melihat hal itu, terlihat Xiao Zen'ji sangat khawatir pada Xiao Lan.
‘Hmm... Hehe, aku akan membuatnya panas.’ Pikir Xiao Lan sebelum pergi kehadapan Xiao Zen'ji.
“Hoo... Lan'er ini mau memanaskan si bocah wei itu. Sepertinya akan sedikit lebih menarik.” Gumam pelan Xiao Futu sambil memperhatikan aksi Xiao Lan.
__ADS_1
“Zenji'er. Ah, tidak maksudku tunanganku, kau ini sangat mengkhawatirkan aku ya... Aku sangat senang loh.” Ucap Xiao Lan sebelum membisikkan sesuatu pada Xiao Zen'ji.
“Bantu aku untuk memanaskan orang bodoh itu.” Bisik Xiao Lan.
“Te-tentu saja, kau ini tunangan bodohku mana mungkin aku tidak mengkhawatirkanmu.” Ucap Xiao Zen'ji sambil mengelus-elus kepala Xiao Lan.
‘Nyaman juga... Ah, bodoh kenapa aku malah merasa nyaman.’ Pikir Xiao Lan sebelum ada aura membunuh yang pekat di belakang mereka.
“Beren*sek kau bocah!” Ucap Wei Zang sebelum menyerang Xiao Lan dengan agresif.
“Bodoh.” Gumam Xiao Lan sebelum mendorong Xiao Zen'ji. Semua orang terkejut setelah Xiao Lan mendorong Xiao Zen'ji.
“Zang'er! Itu jebakan!” Seru Wei Zeng. Wei Zang yang menyadari bahwa dia telah di jebak dia berdecak kesal dengan Xiao Lan yang mengelabuinya.
“Kucing Kecil, keluarlah kita akan memperlihatkan betapa menakutkannya dirimu kepada mereka.”
“Macan Es! - Penghancur Gunung!”
Pada saat itu, kucing kecil tiba-tiba berubah menjadi macan putih hitam yang sangat besar. Semua orang terkejut sebelum macan putih hitam itu menyerang kalajengkingnya Wei Zang.
Setelah itu, terjadi ledakan besar. Xiao Lan dan Wei Zang terpental jauh. Tapi, Xiao Lan sendiri yang terluka sangat parah, itu karena tubuh Xiao Lan masih jauh lebih lemah dari pada Wei Zang.
Setelah mereka berdua terpental jauh, Pada saat Xiao Lan terpental jauh, tiba-tiba Xiao Futu menangkap Xiao Lan dan Wei Zang di tangkap oleh Wei Zeng.
“Lan'er! Kau tidak apa-apa?!” Tanya Xiao Futu.
“Uhuk... Ti-tidak apa-apa kak.” Ucap Xiao Lan sambil memegang dadanya yang sakit.
“Uhuk... Ha-hahah! Lihatlah kekuatan kalajengkingku!” Pada saat itu, Wei Zang langsung berdiri dan ingin menyerang Xiao Lan kembali.
__ADS_1
“Nak, buat dia marah, hina orang tuanya biar dia jadi agresif.” Bisik Wei Zeng. Wei Zang mengangguk pelan sebelum berkata.
“Kau sangat bodoh! Aku juga tau pasti kedua orang tuamu juga begitu bodoh sampai mereka melahirkan anak bodoh sepertimu.” Setelah Wei Zang berkata seperti itu, semua anggota Keluarga Xiao mulai marah, mereka meneriaki Wei Zang dengan lantang karena berani menghina orang yang sudah di anggap oleh mereka sebagai Pangeran Xiao.
Pada saat itu, Xiao Futu menoleh kearah Xiao Lan, dia melihat kepala Xiao Lan sudah mengarah kebawah.
“Aku Xiao Futu, dan aku meminta maaf kepada kalian semua keluarga Wei yang berada disini. Aku tidak bisa membantu kalian dengan hal ini karena kalianlah yang membuatnya.” Ucap Xiao Futu sebelum berkata.
“Sepertinya kau akan segera mengamuk. Hei, namamu boldkan, pinjamkan setengah kekuatanmu pada Xiao Lan. Aku akan menanggung semua resikonya.”
“Hei! Apa kau mau membuat Xiao Lan menjadi lumpuh?!” Ucap Bold yang berada di ruang jiwa.
“Hehe, aku akan menangung semua akibatnya kau tenang saja. Jika aku jadi Xiao Lan juga, aku pasti akan melakukan hal yang sama.” Xiao Futu membuat semua orang mengerutkan dahi mereka karena berbicara sendiri.
“Lan'er! Jangan dengarkan omongan Wei Zang! Dia hanya memancingmu untuk membuatmu jadi agresif.” Ucap Xiao Zen'ji.
“Oh ya... Namamu Wei Zang bukan...? Hah sepertinya kau sangat tidak beruntung.” Ucap Xiao Lan sebelum mengeluarkan bold dengan paksa.
“Totem Phoenix!”
Seketika itu, Xiao Lan mengeluarkan bold yang sangat besar, semua orang yang melihat itu mendapatkan tekanan yang luat biasa. Dan juga pada saat Xiao Lan mengeluarkan bold, dia juga mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
“Ap-apa-apaa?” Wei Zang tertekuk lutut sambil memandang Phoenix yang sangat amat besar dihadapannya. Nafasnya juga tertahan akibat tekanan yang diberikan Xiao Lan.
“Zang'er! Cepat lari!”
“A-ayah, aku sudah tidak bisa berdiri lagi.”
“Tidak perlu berdiri lagi, kau akan lenyap dari dunia ini.” Ucap Xiao Lan dengan dingin sebelum...
__ADS_1