Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Xiao Tang


__ADS_3

“Ayah akan menceritakannya nanti.” Xiao Tang kemudian memalingkan pandangannya kepada Wei Ling yang masih mematung mendengar bahwa itu adalah Ayahnya Xiao Lan.


“Ketua?!” Ucap Wei Ling kepada Hong Zou.


“Tidak aku sangka bisa bertemu dengamu lagi.” Ucap Hong Zou kemudian melompat ke arah Xiao Tang, diikuti juga Wei Ling dan lainya.


“Terimakasih telah melatih anakku sampai sejauh ini.” Xiao Tang menepuk pundak Wei Ling. Sementara Wei Ling terlihat sangat gugup.


“Bukankah inu senior yang waktu itu?” Tanya Xiao Tang.


“Hahaha kamu lebih kuat dariku. Walaupun aku lebih tua darimu tapi kamu tidak berhak memanggilku sebagai seniormu.”


Semua orang terkejut dab memandangi Xiao Lan yang hanya menatap ayahnya dengan seribu pertanyaan.


“Ehmm. Baiklah sepertinya kita sudahi dulu pertemuan kita kali ini. Dab kalian. Kalian sudah berani menyerang putraku, jadi selamat bersenang-senang.” Ucap Xiao Tang sambil memandangi para pasukan sekte jiwa.


Dupu pada eranya Xiao Tang. Xiao Tang adalah pemilik takdir langit. Dia harus menghancurkan sebanyak mungkin aliran hitam pada waktu itu bersama rohnya.


Roh Xiao Tang adalah Dewa Pencabut Nyawa.


Setelah berkata demikian Xiao Tang langsung mengeluarkan sesosok Dewa Pencabut Nyawa.


Semua yang berada di sana merasakan tekanan yang amat sangat kuat, dan juga benteng pertandingan yang awalnya berdiri dengan kokoh, seketika hancur berkeping-keping.


Semua orang kecuali Xiao Lan dan kenalannya terkena dampak tekanan itu. Mereka sema menjadi sesak nafas dikarnakan tekanan itu dan juga sesosok mengerikan yang Xiao Tang keluarkan.


“Kenapa? aku belum mengeluarkan semuanya lohh.” Ucap Xiao Tang sambil memandang ke arah pasukan sekte jiwa.


Xiao Lan yang masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri, tiba-tiba mendengar suara.


“Bocah, cepat kuatkan dirimu aku juga tidak mau kalah saing dari kakek tua itu.” Ucapan yang terdengar dari telinga Xiao Lan adalah bold.


“Eh...” Xiao Lan masih sangat amat kebingungan tapi akhirnya menurut. Dia menguatkan dirinya seketika muncul setengah sayap berwarna merah kehitaman di belakang Xiao Lan.


“Aghh!” Teriakan Xiao Lan mulai menekan tekanan yang di berikan ayahnya.


“Black, sepertinya phoenix yang berada di dalam tubuh anakku tidak mau kalah darimu.” Ucap Xiao Tang kepada sesosok Dewa Pencabut Nyawa.


“Mungkin...” Sesosok itu menjawab dengan suara yang agak mengerikan.


Yang awalnya sayap Xiao Lan hanya muncul setengah. Tiba-tiba muncul sayap api biru kehitaman lagi. Seketika itu muncullah phoenix yang besar di belakang Xiao Lan.


Semua orang terasa mau mati melihat roh phoenix yang Xiao Lan keluarkan.

__ADS_1


“Eh... Apa yang terjadi padaku?” Tanya Xiao Lan sambil memandang tubuhnya.


“Hahahah! Kakek tua apa kamu memang sengaja memancingku keluar hah!” Ucap Bold pada pada sesosok tersebut dengan lantang.


“Kau harusnya melatihnya bukan hanya menonton dari dalam ruang jiwa saja.” Ucap Sesosok tersebut.


Bold berdecak kesal dan akhirnya menandang Xiao Lan.


“Baiklah. ayo kita mulai! Otot-ototku sudah lama tidak di gerakan.”


Xiao Lan mengangguk pelan, kemudian berseru dengan lantang.


“Api Neraka - Auman Phoenix!”


Seketika bold mengaum layaknya sedang mengamuk. Seketika mulut Bold mulai mengeluarkan api yang besar, para sekte jiwa tidak sempat mengelak karena kobaran api terlalu besar.


Mereka semua terbakar tidak tersisa. “Hmph! para semut.” Ucap Bold.


“Burung pipit. Se... sepertinya aku tidak akan bertahan lama.” Xiao Lan mulai merasa kalau tubuhnya sangat lemah.


“Tidak apa. Kamu hany-” Belum selesai bold bicara ada teriakan kuat dari atas mereka.


“Pfft....! Burung pipit?! Hahahah.” Ada seseorang yang datang.


Seseorang yang tertawa dengan lantang di atas adalah salah satu pemilik takdir langit di era yang sama seperti Xiao Tang.


“Kenapa kamu datang ke sini kera?” Tanya roh milik Xiao Tang.


“Aku kira ada musuh yang hebat. Ternyata hanya segumpalan semut yang berada di air.” Ucap seseorang tersebut. Nama orang itu adalah Yun Wong.


Sesaat mereka masih berbincang. Xiao Lan yang sudag tidak tahan mempertahankan wujudnya itu...


“Bold aku sudah-” Seketika itu Xiao Lan jatuh ke tanah.


Bold pun ikut masuk ke dalam ruang jiwa. Liu Xun dan ketiga putri langsung melihat keadaan Xiao Lan.


“Sebelumnya aku ingin berterimakasih kepada kalian...” Xiao Tang datang menghampiri mereka dan menceritakan suatu hal.


Xiao Tang ingin Xiao Lan dilatih untuk beberapa tahun kedepan. Xiao Tang juga bilang bahwa dia akan mengambil Xiao Lan untuk melatihnya.


Raut wajah Wei Ling nampak sedih, namun dia juga gembira bahwa Xiao Lan bisa dilatih oleh orang hebat, apa lagi itu adalah ayahnya.


“Maaf, tapi Lan'er akan dilatih oleh orang itu. Bukan aku.” Xiao Tang menunjuk ke arah Yun Wong. Wei Ling juga nampak senang melihat orang hebat bisa melatih muridnya.

__ADS_1


Bukan hanya Wei Ling yang sedih. Raut wajah Liu Xun, Yin Mei dan Ye Fei mulai terlihat murung.


“Jika kalian menyayangi putraku seharusnya kalian akan membiarkannya menjadi lebih kuat untuk melindungi dirinya dimasa depan maupun orang-orang terdekatnya.”


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Tang mereka mulai mengerti. Xiao Tang mengambil Xiao Tang bukan dengan alasan yang tidak menguntungkan.


Liu Xun dan kedua putri lainya nampak meneteskan air mata sebelum memberikan Xiao Lan kepada ayahnya.


“Kalian juga harua bertambah kuat. Agar di masa depan nanti, kalian tidak akan merepotkan Lan'er.” Setelah berucap seperti itu, Xiao Tang dan Yun Wong pun pergi meninggalkan mereka.


“Lan'er...” Ucap Wei Ling sambil memandang ke arah Xiao Lan pergi.


***


Disisi lain.


Malam mulai tiba, Xiao Tang dan Yun Wong membawa Xiao Lan ke tempat rahasia. Tempat itu adalah tempat persembunyian ketiga pemegang takdir langit. Jauh di bawah tahah yang sangat dalam terdapat ruangan besar, bahkan jika dilihat lebih teliti lagi, nampak berbentuk seperti sebuah sekte, namun hanya ketiga orang pemilik takdir langit yang menempati tempat tersebut.


Sebelum Xiao Lan sadar, Xiao Tang sudah pergi dari tempat itu. Xiao Tang menitipkan surat kepada Yun Wong dan Yun Rou untuk diberikan kepada Xiao Lan. Yun Rou sendiri adalah anak dari Yun Wong dan istrinya yang bernama Lie Yi.


Lie Yi diculik oleh salah satu organisasi terkuat diseluruh kerajaan. Semua kerajaan menaruh bahwa organisasi itu adalah yang terkuat dari semua organisasi aliran hitam.


“Eh... Dimana aku berada?” Xiao Lan tiba-tiba bangun. Yun Wong dan Yun Rou menampakan wajah yang cerah melihat Xiao Lan yang cepat siuman.


“LanLan kamu sudah bangun. Ini makanlah.” Yun Rou langsung memberikan makanan pada Xiao Lan karena dia tau pasti Xiao Lan sangat lapar.


“Kakak cantik. Dimana aku, ayahku juga?” Tanya Xiao Lan.


“LanLan, ayahmu telah pergi. Dia meninggalkan ini untukmu ” Yun Rou mengambil surat yang diberikan Xiao Tang dari saku pakaiannya.


“Lan'er, ayah tau kamu pasti memiliki banyak pertanyaan tapi, Ibumu sendirian dirumah. Ayah harus pulang untuk menjaga ibumu, Paman Wong dan kakak Rou akan melatihmu dalam beberapa tahun kedepan. Semoga jika ayah bertemu denganmu kembali, kamu telah menjadi pendekar hebat Lan'er. AYAH.”


Surat yang Xiao Tang berikan langsung di baca oleh Xiao Lan. “Ayah, guru. Aku tidak akan mengecewakan kalian.” Ucap Xiao Lan.


***


Sambil meunggu Legenda Dewa Phoenix di up. Aku mau nyaranin buat baca novel Pendekar Dewa Kematian. Novel yang menceritakan tentang anak yang miskin yang mengubah hidupnya di karenakan seseorang guru... Ceritanya bagus loh...


Oh ya. Banyak yang berkomentar, bahwa Xiao Lannya telalu kuat, baru awalnya aja sudah terlalu kuat. Namun sebenarnya ada sesuatu yang akan terjadi kedepannya, sehingga membuat Xiao Lan menjadi putus asa dan malah ingin menghilangkan kekuatannya. Dikarnakan lawanya yang terlalu kuat dan suatu konflik yang tidak boleh saya ceritain disini 😅


Dan lagi kalau kalian suka sama mcnya lemah di awal, itu ada di Pendekar Dewa Kematian. Selamat mambaca


***Terimakasih jangan lupa di vote yaa...

__ADS_1


__ADS_2