
Xiao Zen'ji langsung memeluk Xiao Lan dari belakang. Xiao Ning dan Xiu Lan langsung melesat dengan cepat untuk pergi dari ruang makan itu. Xiao Lan dan Xiao Zen'ji bahkan tidak mengetahui kalau mereka telah meninggalkan tempat itu.
“Ah... Ap-apa yang kau lakukan?!” Ucap Xiao Lan dengan gugup.
“Walaupun kau sangat bodoh. Tapi aku tetap mengkhawatirkanmu. Aku sangat takut kau terluka, aku sangat takut kau...” Xiao Lan kini mulai menyadari bahwa Xiao Zen'ji telah menangis di pelukannya.
“Tidak apa. Kau jangan selalu memikirkanku, aku akan baik-baik saja. Kamu tenang saja ya... Dasar cengeng.” Ucap Xiao Lan sambil melepaskan pelukan Xiao Zen'ji darinya.
Xiao Lan langsung mengusap air matanya Xiao Zen'ji dan berkata. “Tenang saja, aku akan menaklukkan dunia ini dan membuatmu bangga padaku.”
“Mmm.” Setelah itu, Xiao Lan langsung berpamitan kepada Xiao Zen'ji sebelum pergi untuk bersiap-siap.
“Semoga kau bisa mewujudkan mimpimu itu LanLan.” Xiao Zen'ji bergumam pelan.
***
Pada malam hari kemudian, Xiao Lan tidur cepat karena ingin melakukan perjalanan dengan kondisi yang prima. Sementara itu...
“Ibu, apa aku boleh ikut dengan LanLan?” Tanya Xiao Zen'ji kepada Xiu Lan.
“Aku mengizinkannya tapi, dengan kekuatanmu sekarang kau hanya akan membuat Xiao Lan terbebani.” Ucap Xiu Lan.
Xiao Zen'ji yang kini mulai menyadari bahwa dirinya itu tidak ada apa-apanya bagi dunia bela diri kini...
“Ibu... Tolong ajari aku ilmu bela diri. Kedepannya aku tidak akan menjadi beban untuk LanLan tapi aku akan melindunginya!” Ucap Xiao Zen'ji dengan lantang.
“Hmm, itulah kata yang ibu tunggu. Beristirahatlah, ibu akan mengajarimu besok.”
Xiao Zen'ji mengangguk dengan antusias sebelum pergi dari depan pintu kamarnya Xiao Lan.
“Ibu rasa kau sudah mendengarnyakan... LanLan.” Ucap Xiu Lan sambil memandang pintu kamarnya Xiao Lan sedang terbuka sedikit.
“Ya. Aku harap saat kita bertemu kembali, ibu sudah membuat Xiao Zen'ji menjadi kuat. Aku tidur dulu ibu.”
“Selamat malam ibu.”
“Mmm. Selamat malam Nak.”
***
Keesokan harinya.
Xiao Lan dengan lainnya telah berada diluar. Seluruh keluarga Xiao juga berada disana.
“Ibu, kakek... Dan Zenji'er, aku berangkat yaa.” Ucap Xiao Lan sebelum mulai berangkat ke dinasti terang.
__ADS_1
“Sampai jumpa tuan muda...”
“Jaga dirimu baik-baik tuan muda.”
“Semoga tuan muda bisa mewujudkan tujuannya.”
Banyak komentar baik dari anggota keluarga Xiao kepada Xiao Lan. Sementara itu...
“Semoga raja para dewa menyertaimu LanLan.” Xiao Zen'ji bergumam pelan sebelum masuk kembali ke dalam keluarga Xiao.
Sementara itu Xiu Lan dan Xiao Ning hanya tersenyum tipis setelah melihat keberangkatan Xiao Lan.“Tetua Ning, latih Xiao Mu.” Ucap Xiu Lan sebelum masuk kedalam.
“Baik nona besar.” Xiao Ning langsung pergi ke tempatnya Xiao Mu untuk langsung melatihnya waktu itu.
Disisi lain.
“Hah... Akhirnya perjalananku dimulai juga.” Xiao Lan mengelahkan nafas panjang sebelum meningkatkan kecepatannya.
“Aku dengar, sebelum keluar dari dinasti darah akan ada hutan perampok terlebih dahulu. Hmm menyebalkan, pasti akan terjadi masalah disana.”
Sebelum Xiao Lan sampai di hutan perampok, Xiao Lan melihat kalau ada sebuah kereta kuda yang di kawal oleh beberapa prajurit.
Xiao Lan langsung menyampari mereka. ,“Siap kau?” Ucap para prajurit itu.
“Maaf aku hanya ingin menumpang untuk pergi ke Dinasti Terang, apakah boleh?” Tanya Xiao Lan.
“Huhh... Prajurit ini sangat menyebalkan.” Xiao Lan mengembangkan pipinya karena kesal dengan prajurit itu.
“Tunggu.”
Pada saat itu, Xiao Lan dan lainnya tiba-tiba mendengar kalau ada seorang suara wanita yang bersuara didalam kereta kuda itu.
“Nona besar?”
“Tidak apa, aku mengenalnya.” Ucap wanita itu sebelum membuka tirai kereta kuda itu. Xiao Lan terkejut setelah melihat kalau itu adalah Xie Mei yang merupakan kakak dari Xie Ji. Xie Mei juga merupakan salah satu orang terkuat dari ketiga dinasti.
“Ka-kau? Kau adalah salah satu orang terkuatkan?!”
“Hmm... masuklah jangan banyak bicara.” Ucap Xie Mei.
“Baiklah kakak.” Ucap Xiao Lan sebelum masuk kedalam kereta kuda itu.
Para prajurit itu langsung ingin menyerang Xiao Lan atas ketidak sopannya tapi, sebelum prajurit itu menyerang Xiao Lan. Xie Ji sudah menatapnya dengan tajam dan membuat dirinya terdiam sejenak.
Setelah mereka mulai berangkat, Xie Mei menanyakan sesuatu kepada Xiao Lan. “Dimana kakak bodohmu itu?”
__ADS_1
“Kakak bodohku? Oh aku mengerti, pasti kakak Futu. Kakak Futu ada urusan dengan ayahku jadi dia pergi dengan ayahku.”
“Hmm... Lalu, kenapa kau ingin pergi ke Dinastiku?” Xie Mei kembali bertanya kepada Xiao Lan.
“Aku berlatih keras selama ini hanya untuk membuat semua orang tersayangku bangga padaku. Jadi aku ingin kuat dan ingin melakukan pengelana sendirian.”
“...”
“Oh ya. Kakak, apa kau kenal Xie Ji?” Tanya Xiao Lan. Xie Mei terkejut setelah mendengar perkataan Xiao Lan.
“Bagaimana kau bisa mengenal adikku?” Tanya Xie Mei dengan serius.
“Dulu aku dan dia pernah melakukan perjalanan bersama di dunia manusia jadi...”
“Apa?! Dia pergi ke dunia manusia?!”
“Sudah aku duga, Ji'er memang keras kepala sampai tidak meminta izin pada kakak Mei.” Xiao Lan tertawa kecil setelah mengingat kembali kejadian dimasa lalu.
“Ternyata dia tetap pergi mengejar raja iblis lemah itu ya.”
“Lalu siapa yang memusnahkan raja iblis itu. Apakah adikku? Ceritakan semuanya padaku.” Tanya Xie Mei.
“Kakak tanya saja pada Xie Ji. Aku tidak bisa mengatakannya sekarang.” Xiao Lan tidak bisa mengatakannya pada Xie Mei karena ada beberapa kejadian yang dia rasa dia masih belum cukup kuat untuk mengatakan semuanya.
“Hmph! Sudahlah, berikan tanganmu padaku.” Ucap Xie Mei.
“Un-untuk apa?”
“Berikan saja! Jangan keras kepala.” Pada saat Xiao Lan memberikannya, Xie Mei memeriksa kalau Xiao Lan sudah berada di tingkat pendekar apa sekarang.
“Ka-kau?! Sudah berapa lama kita tidak bertemu?” Tanya Xie Mei dengan terkejut.
“Hmmm... Sekitar tiga atau empat bulan mungkin.”
‘Aku tidak yakin kalau Futu yang melatihnya sampai secepat ini perkembangannya. Apa mungkin ayah dan ibunya?!’ Pikir Xie Mei.
“Perkembanganmu sangat bagus. Tapi. sepertinya aku mempunyai sedikit tugas padamu.” Ucap Xie Mei sambil menujuk kearah depan.
Dia menujuk ada beberapa orang yang menghadang mereka didepan.
“Perampok lagi? Ah... Aku sudah muak dengan perampok!” Ucap Xiao Lan sebelum melesat dengan cepat keluar dari kereta kuda itu.
“Jangan mengganggunya. Kalian hanya beban baginya.”
“Agh! Jangan menghalangi kami!” Teriak Xiao Lan sambil menyerang para perampok itu dengan ganas.
__ADS_1
Xie Mei tersenyum tipis sebelum berkata...
“Tunjukkan padaku bagaimana kekuatan dari Sang Dewa Neraka.”